Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Para pecinta kuliner Thailand kini dapat merasakan sensasi baru menu rendah kalori yang dihadirkan Yellow Fit Kitchen. Meski berkalori rendah, hidangan-hidangan ini tetap tidak kehilangan cita rasa aslinya.
Konsep ini terinspirasi oleh restoran-restoran viral di Thailand seperti Jeh O Chulla, Ong Tong, dan SomBoon yang selalu ramai dengan antrean. Di Yellow Fit Kitchen, konsumen dapat menikmati cita rasa makanan Thailand dengan versi yang lebih sehat sehingga tidak perlu khawatir akan asupan kalori berlebih.
"Kami menyadari bahwa banyak masyarakat mengidamkan aneka hidangan Thailand, tetapi sering kali khawatir dengan dampak kesehatan akibat konsumsi makanan yang tinggi kalori. Oleh karena itu, kami menghadirkan solusi ini untuk menjawab kebutuhan mereka,” terang Gregorius Ruben, salah satu pemilik Yellow Fit Kitchen, dalam keterangan resminya, Sabtu (13/4).
Baca juga : Yuk, Kenali Jenis Pangan Lokal yang Sehat dan Mendunia
Resto yang telah memiliki sejumlah outlet dari Jakarta hingga Pekanbaru ini, telah merancang menu spesial ini yang hanya akan tersedia dalam rentang waktu Mei hingga Juni 2024. Selama periode ini, konsumen akan dapat menikmati makanan-makanan Thailand favorit, seperti Tom Yum dan Khao Soi, dengan versi rendah kalori.
Setiap hidangan tersebut dipersiapkan dengan cermat oleh koki berpengalaman sehingga terjaga mutu kelezatannya. Selain itu, setiap hidangan juga telah melalui proses seleksi bahan-bahan berkualitas dan perhitungan nutrisi yang tepat, sehingga tetap mempertahankan esensi rasa aslinya. (M-3)
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Carnivore diet diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat karena tinggi protein dan lemak. Namun, diet ini minim serat dan berisiko bagi kesehatan jantung jika dilakukan jangka panjang.
Kesalahan dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan bisa menyebabkan tubuh terasa lemas karena kekurangan asupan gizi dan cairan.
Tim peneliti dari Cornell Food and Brand Lab menemukan berat badan sebagian besar orang relatif stabil selama musim panas. Tetapi mulai meningkat ketika liburan akhir tahun.
Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh terutama dalam memasok energi ke otak.
Banyak orang yang tengah berdiet memilih menghindari karbohidrat demi menurunkan berat badan lebih cepat. Padahal, langkah ekstrem ini justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Makanan sehat dan sederhana seperti pisang, oatmeal, ikan, dan sayuran hijau terbukti membantu meredakan stres secara alami dan menenangkan pikiran.
Terdapat lima makanan sehat yang dapat melawan stres.
Berbagai makanan kaya serat dan antioksidan dapat membantu menurunkan risiko kanker, bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Ubi jalar tetap bermanfaat bagi penderita diabetes jika dikonsumsi dengan porsi tepat dan cara pengolahan yang sesuai. Simak penjelasan gizinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved