Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM keseharian tak jarang kita menemukan helaian rambut baik milik sendiri ataupun orang lain. Bahkan kadang helaian rambut itu terdapat di makanan dan tidak sengaja tertelan. Meski terkesan sepele, sebenarnya bagaimana dampak dari sesekali tidak sengaja menelan rambut?
Menurut profesor departemen nutrisi, makanan dan pengemasan di Clemson University, Clemson, South Carolinia, Angela M Fraser, sebenarnya ada beberapa jenis bahaya utama yang dapat muncul dalam makanan, antara lain bahaya biologis misalnya bakteri, bahan kimia seperti bahan pembersih yang masuk ke dalam makanan secara tidak sengaja atau sengaja, serta bahaya fisik seperti rambut, tulang, atau sepotong logam dalam makanan.
Bahaya biologis dan kimia, sambung dia seperti disiarkan Livestrong, 9 Juli lalu, mengaktifkan reaksi sistem kekebalan dan dapat menyebabkan penyakit,
Baca juga: Penderita Gangguan Autoimun Harus Hindari Makanan Mengandung Gluten
"Bakteri seperti salmonella pada ayam yang kurang matang, misalnya, bisa membuat seseorang keracunan makanan," ujar Fraser.
Di sisi lain, bahaya fisik seperti rambut tidak menyebabkan seseorang sakit atau terkena penyakit. Namun, sesuatu yang cukup besar seperti pecahan kaca, dapat melukai tubuh saat ditelan atau berisiko tersedak.
Baca juga: Cokelat Hitam Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan dan Mencegah Penuaan Dini
Dengan kata lain, menemukan rambut dalam makanan tidak akan membuat seseorang sakit. Rambut bukanlah sumber alami mikroorganisme patogen. Pengelola restoran yang baik umumnya akan meminta maaf dan bahkan mungkin menyesuaikan tagihan konsumen.
Jika rambut ditemukan pada makanan di rumah, seseorang dapat merasa percaya diri hanya dengan mengambilnya dan melanjutkan kegiatan.
(Ant/Z-9)
Sejumlah studi menunjukkan bahwa sebagian besar kasus rambut rontok justru bermula dari kondisi kulit kepala yang tidak sehat.
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Kerontokan rambut yang dipicu oleh menopause merupakan salah satu kondisi yang paling menantang secara emosional bagi perempuan
Rambut rontok sebenarnya hal normal jika jumlahnya sekitar 50 sampai 100 helai per hari, namun menjadi masalah jika terjadi terus-menerus dan jumlahnya banyak.
Pahami bahaya penumpukan sebum berlebihan di kulit kepala. Ketahui penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.
Rambut rontok bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti stres, kekurangan nutrisi zat besi, protein, vitamin B, ketidakseimbangan hormon, penggunaan alat panas berlebihan, genetik
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Makanan sehat dan sederhana seperti pisang, oatmeal, ikan, dan sayuran hijau terbukti membantu meredakan stres secara alami dan menenangkan pikiran.
Terdapat lima makanan sehat yang dapat melawan stres.
Berbagai makanan kaya serat dan antioksidan dapat membantu menurunkan risiko kanker, bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Ubi jalar tetap bermanfaat bagi penderita diabetes jika dikonsumsi dengan porsi tepat dan cara pengolahan yang sesuai. Simak penjelasan gizinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved