Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP lanjutan dan mengambil sampel makanan serta air mineral dalam kasus penemuan tiga jenazah satu keluarga di Warakas, yang diduga keracunan makanan
Polisi menyebut tiga korban satu keluarga yang ditemukan tewas di kontrakan Warakas, Jakarta Utara, mengeluarkan busa dari mulut. Penyebab kematian masih diselidiki.
Polres Metro Jakarta Utara menyelidiki dugaan keracunan makanan yang menewaskan tiga penghuni kontrakan di Jalan Warakas. Polisi masih melakukan olah TKP.
Polisi mengevakuasi tiga jasad korban yang diduga keracunan makanan dari kontrakan di Jalan Warakas, Jakarta Utara, ke RS Polri Kramat Jati dan menunggu hasil uji penyebab kematian.
Seorang ibu dan dua anak ditemukan tewas di rumah kontrakan Jalan Warakas, Jakarta Utara. Polisi mengamankan bungkus makanan dan menyelidiki penyebab kematian.
Tiga anggota satu keluarga ditemukan tewas di rumah kontrakan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi menduga korban mengalami keracunan makanan dan masih menyelidiki kasus ini.
Makanan yang terlihat atau berbau aneh bisa mengandung racun berbahaya seperti mikotoksin dan bakteri penyebab penyakit.
Mengonsumsi tepung mentah saat hamil bisa berisiko menyebabkan infeksi bakteri seperti E. coli dan Salmonella.
Dokter menyebut kelompok yang berisiko tinggi keracunan makanan adalah orang lanjut usia (lansia), bayi, atau siapapun yang sedang sakit, dan perempuan hamil.
Infeksi yang berulang akan membuat struktur pada dinding usus mengalami perubahan.
hasil pemeriksaan laboratorium menemukan bakteri yang mayoritasnya bakteri Salmonella dan Bacillus cereus pada sampel makanan MBG. Keracunan makanan
Salah satu yang bisa dilakukan guru jika mendapati makanan tidak layak konsumsi adalah segera membuangnya dan mengistirahatkan anak yang mengalami keracunan.
KETUA Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, Dr Yogi Prawira menjelaskan cara mengenali makanan yang tidak layak konsumsi agar terhindar dari keracunan makanan.
KETUA Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak (UKK ETIA) IDAI, Dr Yogi Prawira menjelaskan dampak yang muncul ketika anak mengalami keracunan makanan berbeda-beda.
Sangat penting bagi orangtua memahami gejala dan penyebab keracunan makanan, sehingga antisipasi dan penanganan bisa dilakukan dengan cepat.
KETUA Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak (UKK ETIA) IDAI, Dr Yogi Prawira menjelaskan terdapat perbedaan antara alergi dan keracunan makanan.
Keracunan makanan pada anak menjadi keresahan besar bagi orang tua. Gejala seperti muntah, diare, sakit perut, hingga demam sering muncul setelah mengonsumsi makanan yang tercemar.
Menurut Tjandra Yoga Aditama, terdapat sedikitnya tiga kemungkinan titik kritis yang dapat menjadi penyebab keracunan dan harus dianalisis secara mendalam.
Sepulang acara syukuran, warga kemudian dibekali bingkisan berisi makanan.
Anak bisa mengalami dehidrasi saat keracunan makanan karena muntah dan diare yang tidak kunjung henti. Untuk mengatasinya bisa dengan memberikan air putih dengan jumlah sedikit namun sering
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved