Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT membahas makanan yang dihindari selama kehamilan, tepung mentah mungkin bukan hal pertama yang terlintas di pikiran. Namun kenyataannya, mengonsumsi tepung mentah, termasuk berbagai makanan yang mengandung tepung mentah. Seperti adonan kue, campuran cake, pancake, dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi ibu hamil.
Berdasarkan catatan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), beberapa tahun terakhir, beberapa penyakit yang terkait dengan makanan ditemukan berasal dari tepung mentah. Salah satunya terjadi pada 2019, ketika bakteri E. coli membuat lebih dari 20 orang jatuh sakit. Sehingga hampir 10 jenis tepung dan campuran kue harus ditarik dari pasaran untuk mencegah risiko lebih lanjut.
Tepung, yang berasal dari biji-bijian langsung dari ladang, tidak melalui proses yang dirancang untuk membunuh bakteri sebelum dikemas. Artinya, kuman yang ada pada biji-bijian dapat bertahan hingga tepung tersebut digunakan di dapur.
Hal ini berbeda dengan langkah-langkah memasak pada umumnya. Seperti memanggang, merebus, menggoreng, atau memanaskan bahan makanan, yang mampu membunuh patogen. Selain itu, beberapa makanan yang mengandung tepung mentah biasanya juga dilengkapi dengan telur mentah, berpotensi membawa bakteri Salmonella.
Bakteri tersebut menimbulkan keracunan makanan. Oleh sebab itu, mengonsumsi adonan dalam keadaan mentah sangat tidak disarankan bagi ibu hamil. Karena dapat memicu risiko kesehatan yang tidak bisa diremehkan.
Mengonsumsi tepung mentah dapat memicu keracunan makanan. Gejalanya bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya. Menurut CDC, gejala yang mungkin timbul akibat konsumsi tepung mentah, baik pada ibu hamil maupun orang dewasa pada umumnya. Meliputi nyeri perut yang cukup hebat, diare yang terkadang disertai darah, muntah, dan demam.
Kondisi ini memiliki risiko lebih besar pada ibu hamil. Karena selama kehamilan, sistem pertahanan tubuh mengalami perubahan dan beberapa mekanisme perlindungan alami menjadi lebih lemah.
Hal ini berarti, janin yang dikandung juga berpotensi terpengaruh akibat paparan bakteri berbahaya. Menurut penelitian, jenis E. coli yang ditemukan pada tepung mentah diketahui memiliki kecenderungan lebih tinggi menyebabkan rawat inap dibandingkan patogen lain. Sehingga kewaspadaan ekstra perlu dilakukan.
Untuk mengurangi risiko, tepung mentah sebaiknya ditangani dengan cara yang sama seperti saat menangani daging mentah. Tepung harus dijauhkan dari makanan siap saji atau makanan yang tidak akan dimasak lebih lanjut.
Setelah menyentuh tepung, pastikan tangan dicuci dengan sabun hingga bersih. Permukaan meja atau dapur yang digunakan juga dibersihkan atau disanitasi. Produk berbahan tepung baru sebaiknya dikonsumsi setelah benar-benar matang. (CDC/what to expect/Z-2)
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Anemia bukan sekadar masalah kekurangan darah biasa, melainkan pemicu berbagai komplikasi serius.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
Darah implantasi adalah flek ringan tanda awal kehamilan. Ketahui ciri, penyebab, waktu muncul, dan cara membedakannya dari haid.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved