Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Donny Damara yang memerankan tokoh Haji Rasul (Ayah Buya Hamka) dalam film biopik Buya Hamka memiliki pandangan dan kesan tentang sosok Buya Hamka sebagai seorang ulama besar kharismatik yang disegani umat Islam Indonesia dan Asia Tenggara.
“Saya menganggap Buya Hamka sosok ulama yang kharismatik, ceramah-ceramah beliau mengedepankan nilai-nilai moderat dan begitu humanis serta mengedepankan toleransi yang tinggi,” kata Donny saat ditemui Media Indonesia di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (12/4).
Aktor berusia 56 tahun itu menjelaskan ketertarikan dengan gaya ceramah sang ulama asal Minangkabau itu karena mampu menjelaskan berbagai ajaran Islam dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami pendengar.
“Ceramah Buyamembuat saya lebih mudah memahami konteks syariat Islam, jadi terasa lebih mudah. Gaya khasnya itu beliau bisa menyederhanakan ajaran yang disampaikan tetapi tidak melanggar kaidah-kaidah atau syariat-syariat Islam," tutur pemeran ayah Minke di film Bumi Manusia.
Saat memulai proyek Buya Hamka sejak lima tahun lalu, Donny sudah banyak mempelajari sosok ulama mantan ketua MUI pertama itu. Bagi Donny, Buya Hamka bukan hanya pejuang tapi juga pemersatu bangsa serta ulama pembawa kebenaran.
“Buya Hamka bukan hanya pejuang tapi juga pemersatu juga ulama yang rahmatan lil alamin. Buya Hamka bukan hanya putih tapi ada abu-abunya, yang dia bisa memutihkan. Dalam hal ini Buya bukan yang putih aja tapi Buya berantem juga, pencak silat juga, belajar pantun,” ucap pria berdarah Sunda itu.
Baca juga: Donny Damara Ungkap Cara Menyelami Peran Sebagai Ayah Buya Hamka
Donny pun banyak mengambil pelajaran dari sosok Buya Hamka, bagaimana seorang pejuang yang menyuarakan pemikirannya akan kerukunan toleransi.
“Rasa toleransi beliau tinggi sekali, tapi tidak mencampur adukkan dengan akidah,” imbuhnya.
Donny melihat Hamka merupakan manusia seperti umumnya yaitu memiliki sifat masa kecil yang nakal, bahkan Buya kecil disebut lebih suka berpantun dan bela diri silat daripada mengaji.
Sementara itu, terkait sosok ayah Buya, Haji Rasul, hanya sedikit literatur yang mengungkapnya. Akhirnya, dalam mendalami peran sebagai Haji Rasul, Donny perlu bekerja lebih keras mendalami karakter tersebut.
“Sosok Haji Rasul harus saya bilang, literatur, referensi atau artikel beliau amat sedikit, lebih banyak tentang Buya Hamka. Atas dasar itu saya harus berbincang dan melakukan observasi pada keluarga Haji Rasul, sampai berdiskusi dengan Vino yang pernah mendengar tentang beliau. Seperti apa tokoh Haji Rasul yang ternyata juga ilmunya amat sangat dalam, dari situ saya menerjemahkan sosok Haji Rasul,” tukasnya.
Selain observasi langsung ke keluarga, Donny bersama rekan-rekan juga berusaha mempelajari bahasa Minangkabau bersama aktor lainnya selama tiga bulan. Dia menyadari bahasa Minangkabau tak mudah karena memiliki aksen yang beragam.
“Bahasa Minangkabau itu banyak banget jenisnya dan berbeda-beda. Ada aksen di daerah Payakumbuh, Maninjau, Pariaman, Padang Panjang, jadi yang kami ambil adalah di mana Buya dibesarkan bersama Sitti Raham (istri Buya Hamka),” pungkasnya.(M-4)
Megan Domani mengungkapkan bahwa peran Annisa memberikan tantangan tersendiri, terutama dari sisi pendalaman karakter yang memiliki latar belakang keluarga yang kompleks.
Revalina S Temat membagikan pengalamannya menghadapi tuntutan peran yang menguras energi di film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
Bukan sekadar drama rumah tangga biasa, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dirancang sebagai sebuah eksplorasi spiritual dan perjalanan batin seorang perempuan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Ustadz Yazid dimakamkan di Pemakaman Wakaf Los, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Selain penceramah, Ustadz Yazid ini adalah penulis buku-buku keagaam Islam.
PITI sebagai bagian dari unsur organisasi Islam di Indonesia menyesalkan dengan apa yang dilakukan oleh pendeta tersebut.
GUS Miftah saat ceramah di Bangsri, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa hari lalu, berbicara soal larangan menggunakan speaker saat tadarus Al-Quran di bulan Ramadan.
Ustazah asal 'Negeri Paman Sam' Shuaib berbagi kebijaksanaan tentang pentingnya memaafkan, meraih ketenangan hati, dan berserah diri kepada kehendak Allah SWT.
Berikut contoh teks ceramah Isra Miraj yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Tsunami Aceh Seret PLTD Apung Seberat 2.600 Ton ke Darat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved