Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Ilmuwan dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan pemandangan unik di permukaan Planet Mars, berbentuk wajah seekor beruang yang tengah tersenyum dan menggemaskan. Foto tersebut diabadikan menggunakan kamera HiRISE di Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) di angkasa.
Meski gambar tersebut sebenarnya menunjukkan formasi yang terbuat dari berbagai batuan, visualnya begitu jelas bagaikan dua mata seperti manik-manik kancing dan mulut yang menghadap ke atas. Foto tersebut diambil saat MRO melaju sekitar 251 kilometer di atas Planet Merah.
Seperti dilansir dari CNN pada Senin (30/1), sebuah kamera di Mars Reconnaissance Orbiter, yang disebut Eksperimen Pencitraan Resolusi Tinggi, atau HiRISE tersebut berhasil menangkap gambar fitur geologis yang tidak biasa pada bulan bulan Desember.
University of Arizona, yang mengembangkan kamera dengan Ball Aerospace membagikan gambar tersebut pada 25 Januari lalu. Akan tetapi hal ini bukan pertama kalinya, pada Maret tahun lalu, penjelajah Curiosity juga melihat formasi batuan yang menyerupai gambar bunga cantik di permukaan Mars.
Foto beruang itu huga mengingatkan pada "wajah" langit lain yang pernah diabadikan oleh observatorium luar angkasa NASA pada Oktober 2022, ketika matahari tampak tersenyum karena bintik hitam yang disebut lubang koronal.
Saat pengorbit NASA mengarahkan kameranya ke permukaan Mars, wajah beruang tampak menoleh ke belakang. Wajah beruang tampak tergambar dari dua kawah yang menciptakan bentuk mata, pada sisi lain pola patahan melingkar di permukaan Mars membentuk kepala dan wajah, sedangkan struktur keruntuhan berbentuk V menciptakan ilusi hidung beruang.
Ilmuwan NASA mengatakan bahwa patahan melingkar tersebut mungkin disebabkan oleh pengendapan sebuah tanah di atas kawah tubrukan yang terkubur yang telah terisi lava atau lumpur. Sedangkan fitur yang mirip hidung, mungkin merupakan lubang vulkanik atau lubang lumpur.
Gambar beruang Mars yang baru ditemukan dicitrakan oleh HiRISE merupakan salah satu dari enam instrumen sains di dalam MRO. HiRISE telah memotret Planet Merah dari orbit sejak 2006 dan merupakan kamera paling kuat yang pernah dikirim ke planet lain. Kamera canggih ini dirancang untuk menangkap gambar detail permukaan Mars, termasuk fitur sekecil 3 kaki (1 meter).
Pengorbit mengelilingi Mars setiap 112 menit dan terbang dari sekitar 160 mil (255 kilometer) di atas kutub selatan hingga 200 mil (320 kilometer) di atas kutub utara. Baru-baru ini, tim pengorbit kembali menunjukkan gambar yang menakjubkan seperti apa musim dingin di Mars.
Selain temuan gambar unik, pesawat ruang angkasa dan rangkaian instrumen telah membantu para ilmuwan NASA mempelajari atmosfer, cuaca, dan iklim Mars, dan bagaimana perubahannya seiring waktu. Pengorbit juga terus mencari bukti bagaimana sistem air, es, dan medan yang kompleks tersebut serta berbagai potensi kehidupan di luar angkasa bisa menjadi pilihan bagi manusia di masa depan. (CNN/M-2)
Astronom berhasil mengungkap pemicu ledakan dahsyat di Matahari melalui misi Solar Orbiter. Ternyata, solar flare dipicu oleh rangkaian gangguan magnetik kecil.
Astronom berhasil abadikan fase 'remaja' sistem planet yang penuh kekacauan menggunakan teleskop ALMA. Temuan ini jelaskan asal-usul Bulan dan Sabuk Kuiper.
Astronom temukan awan gas logam raksasa yang menyelimuti bintang serupa Matahari. Diduga berasal dari tabrakan antarplanet yang dahsyat.
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Pengamatan terbaru teleskop James Webb ungkap permukaan bulan-bulan kecil Uranus yang lebih merah, lebih gelap, dan miskin air dibandingkan satelit besarnya, serta menemukan satu bulan baru.
Melalui proyek baru yang diberi nama HOBI-WAN, ESA tengah menguji kemungkinan memanfaatkan senyawa yang terdapat dalam urine sebagai bahan dasar pembuatan protein untuk pangan antariksa.
Pemetaan semacam ini dipandang sebagai terobosan signifikan karena memungkinkan para ilmuwan untuk memahami kondisi atmosfer di luar tata surya.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para ilmuwan NASA kembali membuat terobosan besar dalam dunia astronomi.
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Lima dekade setelah misi Apollo menapakkan kaki di permukaan Bulan, teka-teki terbesar tentang struktur internal satelit alami Bumi itu akhirnya berhasil dipecahkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved