Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Awan Logam Raksasa Selimuti Bintang J0705+0612, Sisa Tabrakan Planet Dahsyat?

Thalatie K Yani
25/1/2026 06:30
Awan Logam Raksasa Selimuti Bintang J0705+0612, Sisa Tabrakan Planet Dahsyat?
Ilustrasi menunjukkan cakram puing-puing planet dan selubung gas serta debu yang melintas di depan sebuah bintang.(International Gemini Observatory/NOIRLab/NSF/AURA/P. Marenfeld & M. Zamani)

SEBUAH fenomena antariksa langka baru saja mengejutkan komunitas astronom dunia. Sebuah awan raksasa berisi uap logam ditemukan menyelimuti bintang serupa Matahari yang berjarak 3.000 tahun cahaya dari Bumi. Awan misterius ini diduga terikat secara gravitasi pada objek tak dikenal, bisa jadi planet masif atau bintang bermassa rendah.

Peristiwa ini pertama kali terdeteksi pada September 2024, ketika bintang bernama J0705+0612 tiba-tiba meredup hingga 40 kali lipat dari kecerahan normalnya. Fenomena redupnya cahaya bintang ini berlangsung selama sembilan bulan sebelum akhirnya kembali normal pada Mei 2025.

"Bintang seperti Matahari tidak akan berhenti bersinar begitu saja tanpa alasan, jadi peristiwa peredupan dramatis seperti ini sangatlah langka," ujar Nadia Zakamska, astronom dari Johns Hopkins University dalam pernyataan resminya.

Penemuan Awan Logam Tiga Dimensi

Menggunakan bantuan teleskop Gemini South di Cile serta teleskop Magellan, Zakamska dan timnya melakukan analisis mendalam. Hasilnya mengejutkan, bintang tersebut tertutup awan gas dan debu yang bergerak lambat dengan lebar mencapai 200 juta kilometer atau sekitar 15.000 kali diameter Bumi.

Melalui instrumen Gemini High-resolution Optical SpecTrograph (GHOST), tim peneliti berhasil memetakan komposisi kimia awan tersebut. Mereka menemukan kandungan elemen berat yang melimpah, seperti besi dan kalsium yang telah menguap.

"Sensitivitas GHOST memungkinkan kami tidak hanya mendeteksi gas di awan ini, tetapi juga benar-benar mengukur bagaimana gas tersebut bergerak," kata Zakamska. "Itu adalah sesuatu yang belum pernah bisa kami lakukan sebelumnya dalam sistem seperti ini."

Misteri Objek Pendamping

Penelitian yang diterbitkan dalam The Astronomical Journal pada Rabu (21/1/2026) ini menunjukkan awan tersebut tidak bergerak sendiri, melainkan terikat pada suatu objek yang mengorbit bintang induknya. Objek misterius ini diperkirakan memiliki massa beberapa kali lipat dari Jupiter.

Jika objek tersebut adalah bintang, maka awan itu merupakan piringan gas yang mengorbit bintang sekunder. Namun, jika objek itu adalah planet, maka fenomena ini adalah penampakan piringan sirkumplanetari yang sangat jarang teramati saat menutupi bintang induknya.

Para peneliti menduga awan logam ini tercipta akibat tabrakan hebat antara dua planet di sistem tersebut. Meski sistem bintang ini tergolong matang dengan usia sekitar 2 miliar tahun, tabrakan destruktif ternyata masih bisa terjadi.

"Peristiwa ini menunjukkan kepada kita bahwa bahkan dalam sistem planet yang sudah matang, tabrakan skala besar yang dramatis masih bisa terjadi," pungkas Zakamska. "Ini adalah pengingat nyata bahwa alam semesta jauh dari kata statis. Ia adalah kisah berkelanjutan tentang penciptaan, kehancuran, dan transformasi." (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya