Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Rahasia Masa Remaja Planet, Teleskop ALMA Potret Tabrakan Antar Planet

Thalatie K Yani
28/1/2026 09:18
Rahasia Masa Remaja Planet, Teleskop ALMA Potret Tabrakan Antar Planet
Astronom berhasil abadikan fase 'remaja' sistem planet yang penuh kekacauan menggunakan teleskop ALMA. Temuan ini jelaskan asal-usul Bulan dan Sabuk Kuiper.(ALMA)

SELAMA bertahun-tahun, para astronom telah berhasil memotret "bayi" planet dalam kandungan gas yang cerah. Namun, bagaimana fase selanjutnya, fase "remaja" yang penuh kekacauan dan benturan, masih menjadi misteri besar. Kini, melalui proyek teleskop radio terbesar di dunia, Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA), para ilmuwan berhasil menangkap potret langka periode turbulensi tersebut.

Temuan ini merupakan bagian dari survei Resolve exoKuiper belt Substructures (ARKS). Melalui survei ini, para astronom mengamati 24 cakram puing berdebu di sekitar bintang-bintang muda, yang merupakan sisa-sisa setelah planet-planet terbentuk.

Menghubungkan Mata Rantai yang Hilang

Pemimpin tim penelitian dari Wesleyan University, Meredith Hughes, menyebut temuan ini sebagai bagian yang hilang dari sejarah evolusi tata surya.

"Kita sering melihat 'foto bayi' planet yang sedang terbentuk, tetapi hingga kini, 'masa remaja' mereka menjadi mata rantai yang hilang," ujar Hughes dalam pernyataannya. "Proyek ini memberi kita lensa baru untuk menafsirkan kawah di bulan, dinamika Sabuk Kuiper, dan pertumbuhan planet besar maupun kecil. Ini seperti menambahkan halaman yang hilang ke dalam album keluarga Tata Surya."

Fase Tabrakan yang Brutal

Fase remaja sebuah sistem planet didominasi oleh tabrakan hebat antar benda langit dengan berbagai ukuran. Di tata surya kita sendiri, periode ini ditandai dengan tabrakan masif yang membentuk Bulan serta migrasi planet yang menciptakan Sabuk Kuiper di luar orbit Neptunus.

Berbeda dengan cakram protoplanet yang terang karena kaya gas, cakram puing (debris disks) yang diamati ALMA ribuan kali lebih redup. Namun, berkat teknologi interferometri radio dari 66 antena ALMA di gurun Atacama, Chile, tim peneliti berhasil menangkap struktur kompleks yang tak terduga.

"Kami melihat keragaman yang nyata, bukan hanya cincin sederhana, tetapi sabuk multi-cincin, halo, serta busur dan gumpalan yang tidak terduga," ungkap Sebastián Marino, peneliti dari University of Exeter.

Memahami Masa Lalu Bumi

Detail yang ditangkap ALMA mengonfirmasi bahwa fase remaja adalah masa pergolakan besar. Struktur cakram yang asimetris menunjukkan adanya tarikan gravitasi dari planet-planet muda yang sedang berpindah orbit.

"Cakram-cakram ini mencatat periode ketika orbit planet sedang diacak dan dampak besar, seperti yang menempa Bulan di Bumi, sedang membentuk sistem surya muda," tambah Luca Matrà dari Trinity College Dublin.

Penelitian monumental ini telah diterbitkan pada Selasa (20/1) di jurnal Astronomy & Astrophysics, memberikan fondasi baru bagi ilmuwan untuk memahami bagaimana dunia yang stabil seperti Bumi lahir dari kekacauan kosmis. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya