Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Ilmuwan Temukan 'Jalan Tol Magnetik' di Jantung Tabrakan Galaksi

Thalatie K Yani
01/2/2026 08:00
Ilmuwan Temukan 'Jalan Tol Magnetik' di Jantung Tabrakan Galaksi
Menggunakan teleskop ALMA, ilmuwan berhasil memetakan medan magnet raksasa di galaksi Arp 220 yang memicu badai galaksi dahsyat dan pembentukan bintang ekstrem.(Lopez-Rodriguez, E. (USC; polarization data), Girart, J.M. (ICE-CSIC and IEEC; polarization data); (Barcos-Muñoz, L. (NRAO; 3GHz data))

PARA astronom berhasil memetakan sebuah "jalan tol magnetik" raksasa yang memicu pembentukan bintang secara masif dan angin galaksi dahsyat berkecepatan 1,1 juta mil per jam (sekitar 500 kilometer per detik). Menggunakan teleskop Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA), tim peneliti internasional menghasilkan peta magnetik paling detail yang pernah dibuat dari sistem galaksi yang sedang menyatu, Arp 220.

Arp 220 terletak sekitar 250 juta tahun cahaya dari Bumi. Sistem ini merupakan galaksi inframerah yang sangat terang, bersinar setara dengan seratus galaksi Bimasakti, yang terbentuk dari tabrakan dua galaksi spiral. Karena diselimuti debu tebal, Arp 220 menjadi laboratorium alami bagi para ilmuwan untuk mempelajari proses pembentukan galaksi yang terjadi lebih dari 10 miliar tahun lalu di alam semesta awal.

"Kami menggunakan ALMA untuk memetakan orientasi dan kekuatan medan magnet di galaksi kembar tersebut," kata pemimpin tim, Enrique Lopez-Rodriguez dari University of South Carolina.

Magnetisme Sebagai Pendorong Angin Kosmik 

Pengamatan terbaru ini menunjukkan medan magnet memegang peran sentral dalam melontarkan dan membentuk angin kencang yang keluar dari inti kembar Arp 220. Angin ini bergerak 1.500 kali lebih cepat dari kecepatan suara, membawa gas, debu, logam, hingga sinar kosmik jauh ke luar galaksi.

Sebelumnya, kekuatan pendorong di balik aliran keluar (outflow) tersebut dianggap murni berasal dari pembentukan bintang yang intens atau aktivitas lubang hitam. Namun, teknologi resolusi tinggi ALMA berhasil mengungkap struktur magnetik yang sangat terorganisir di sepanjang aliran gas tersebut.

"Ini mengungkap detail yang sebelumnya tidak terlihat tentang inti Arp 220 yang tertutup debu dan aliran keluar molekulernya," jelas Josep Miquel Girart, peneliti dari Institut de Ciencies de l'Espai.

Struktur yang Sangat Kuat

Di bagian inti barat Arp 220, para ilmuwan menemukan struktur magnetik yang memandu dan mempercepat material yang meluncur keluar. Sementara di inti timur, terdapat pola magnetik berbentuk spiral yang tertanam di dalam piringan gas yang berputar.

Penemuan paling menarik adalah adanya "jembatan" debu terpolarisasi yang menghubungkan kedua pusat galaksi tersebut. Jembatan magnetik ini berfungsi menyalurkan material di antara dua inti yang sedang menyatu. Pengukuran menunjukkan bahwa kekuatan medan magnet di area ini mencapai ratusan hingga ribuan kali lebih kuat daripada yang biasanya ditemukan di Bimasakti.

"Saat Arp 220 diamati secara utuh, ini adalah salah satu tempat terbaik di alam semesta bagi para astronom untuk mempelajari bagaimana gravitasi, pembentukan bintang, dan angin kencang bekerja sama dengan medan magnet yang kuat untuk membentuk kembali sebuah galaksi," tambah Lopez-Rodriguez.

Penemuan ini menunjukkan medan magnet yang kuat dan terorganisir kemungkinan besar umum terjadi pada galaksi-galaksi purba di awal terbentuknya alam semesta. Melalui pengaturan angin galaksi, magnetisme berperan besar dalam menentukan kapan sebuah galaksi berhenti membentuk bintang dan bagaimana mereka menyebarkan material ke ruang antargalaksi.

Hasil penelitian ini telah diterbitkan pada 2 Januari dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya