Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DI balik tenangnya rasi bintang Perseus, tersimpan aktivitas kosmik yang luar biasa. Para astronom baru saja merilis gambar paling mendetail dari sebuah "bayi bintang" yang sedang mengalami ledakan energi besar, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah bintang terbentuk dan tumbuh.
Objek yang menjadi fokus penelitian ini adalah NGC 1333, yang dijuluki sebagai "Nebula Embrio". Terletak di Awan Molekul Perseus, wilayah ini merupakan salah satu area pembentukan bintang terdekat dari tata surya kita. Di dalamnya terdapat SVS 13, sebuah sistem bintang muda yang tertangkap kamera sedang menyemburkan materi ke ruang angkasa dalam urutan struktur mirip cincin yang bersarang.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy pada 16 Desember, para peneliti menggunakan teleskop radio Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Cile untuk menangkap tampilan 3D beresolusi tinggi. Hasilnya, ditemukan lebih dari 400 cincin molekul ultra-tipis yang berbentuk seperti busur.
Struktur unik ini bekerja layaknya lingkaran tahun pada batang pohon. Setiap cincin menandai peristiwa ledakan energi (outburst) yang terjadi di masa lalu saat bintang tersebut "memakan" gas di sekitarnya dan kemudian menyemburkan sebagian materinya secara eksplosif.
Menariknya, cincin termuda yang ditemukan sangat sesuai dengan ledakan terang yang teramati pada sistem SVS 13 pada awal 1990-an. Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk menghubungkan secara langsung antara aktivitas lonjakan energi dengan perubahan kecepatan semburan (jet) bintang.
Penemuan ini merupakan bukti observasi langsung pertama yang mengonfirmasi model teoretis tentang bagaimana bintang muda berinteraksi dengan materi di sekelilingnya. Gary Fuller, salah satu penulis studi dan profesor di University of Manchester, menekankan pentingnya temuan ini.
"Gambar-gambar ini memberi kita cara yang benar-benar baru untuk membaca sejarah bintang muda. Setiap kelompok cincin secara efektif merupakan stempel waktu dari letusan masa lalu. Ini memberi kita wawasan baru yang penting tentang bagaimana bintang muda tumbuh dan bagaimana sistem planet yang mereka kembangkan terbentuk," ujar Fuller.
Melalui penemuan ini, astronom kini memiliki alat baru untuk memahami masa lalu sebuah bintang. Semburan jet yang selama ini dianggap acak ternyata menyimpan catatan kronologis yang rapi mengenai bagaimana energi dilepaskan selama puluhan tahun.
Bagi pengamat langit musim dingin, pemandangan luar biasa ini memang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Namun, keberadaan Nebula Embrio di atas rasi bintang Perseus kini telah memberikan jawaban atas salah satu misteri terbesar di alam semesta. Bagaimana sebuah bintang memulai kehidupannya. (Live Science/Z-2)
Pink Moon 2026 akan menghiasi langit awal April dan bisa disaksikan dari Indonesia. Simak jadwal puncak, waktu terbaik melihatnya, serta fakta menarik tentang fenomena bulan purnama ini.
Jelajahi daftar fenomena langit April 2026 di Indonesia, mulai dari Pink Moon, Elongasi Merkurius, hingga puncak Hujan Meteor Lyrid yang memukau.
Studi terbaru NASA Juno mengungkap kekuatan mengerikan petir Jupiter yang mencapai jutaan kali lipat petir Bumi.
Hujan meteor Lyrids akan terjadi 15–29 April 2026. Puncaknya 22 April dini hari, bisa dilihat jelas di langit Indonesia.
Anda tidak memerlukan alat bantu seperti teleskop untuk melihat Pink Moon karena ukurannya yang besar dan cahayanya yang sangat terang.
Penemuan 'Little Red Dots' oleh teleskop James Webb memicu perdebatan astronom. Benarkah itu lubang hitam rakus, atau justru kelahiran gugus bintang purba?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved