Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DI balik tenangnya rasi bintang Perseus, tersimpan aktivitas kosmik yang luar biasa. Para astronom baru saja merilis gambar paling mendetail dari sebuah "bayi bintang" yang sedang mengalami ledakan energi besar, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah bintang terbentuk dan tumbuh.
Objek yang menjadi fokus penelitian ini adalah NGC 1333, yang dijuluki sebagai "Nebula Embrio". Terletak di Awan Molekul Perseus, wilayah ini merupakan salah satu area pembentukan bintang terdekat dari tata surya kita. Di dalamnya terdapat SVS 13, sebuah sistem bintang muda yang tertangkap kamera sedang menyemburkan materi ke ruang angkasa dalam urutan struktur mirip cincin yang bersarang.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy pada 16 Desember, para peneliti menggunakan teleskop radio Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Cile untuk menangkap tampilan 3D beresolusi tinggi. Hasilnya, ditemukan lebih dari 400 cincin molekul ultra-tipis yang berbentuk seperti busur.
Struktur unik ini bekerja layaknya lingkaran tahun pada batang pohon. Setiap cincin menandai peristiwa ledakan energi (outburst) yang terjadi di masa lalu saat bintang tersebut "memakan" gas di sekitarnya dan kemudian menyemburkan sebagian materinya secara eksplosif.
Menariknya, cincin termuda yang ditemukan sangat sesuai dengan ledakan terang yang teramati pada sistem SVS 13 pada awal 1990-an. Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk menghubungkan secara langsung antara aktivitas lonjakan energi dengan perubahan kecepatan semburan (jet) bintang.
Penemuan ini merupakan bukti observasi langsung pertama yang mengonfirmasi model teoretis tentang bagaimana bintang muda berinteraksi dengan materi di sekelilingnya. Gary Fuller, salah satu penulis studi dan profesor di University of Manchester, menekankan pentingnya temuan ini.
"Gambar-gambar ini memberi kita cara yang benar-benar baru untuk membaca sejarah bintang muda. Setiap kelompok cincin secara efektif merupakan stempel waktu dari letusan masa lalu. Ini memberi kita wawasan baru yang penting tentang bagaimana bintang muda tumbuh dan bagaimana sistem planet yang mereka kembangkan terbentuk," ujar Fuller.
Melalui penemuan ini, astronom kini memiliki alat baru untuk memahami masa lalu sebuah bintang. Semburan jet yang selama ini dianggap acak ternyata menyimpan catatan kronologis yang rapi mengenai bagaimana energi dilepaskan selama puluhan tahun.
Bagi pengamat langit musim dingin, pemandangan luar biasa ini memang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Namun, keberadaan Nebula Embrio di atas rasi bintang Perseus kini telah memberikan jawaban atas salah satu misteri terbesar di alam semesta. Bagaimana sebuah bintang memulai kehidupannya. (Live Science/Z-2)
Analisis terbaru data Voyager 2 mengungkap mengapa sabuk radiasi Uranus sangat kuat. Ternyata, ada peristiwa cuaca antariksa langka saat misi berlangsung.
Astronom menggunakan teleskop James Webb untuk mengungkap misteri pembentukan planet raksasa di sistem HR 8799. Temuan ini mengubah cara ilmuwan membedakan planet dan bintang gagal.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Sabuk Orion terdiri dari tiga bintang superraksasa biru yang sangat terang. Alnitak, Alnilam, dan Mintaka bersinar hingga 200.000 kali Matahari.
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved