Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
TELESKOP Luar Angkasa Hubble baru saja menangkap citra spektakuler dari piringan protoplanet terbesar dan paling unik yang pernah diamati di sekitar sebuah bintang tunggal. Objek luar angkasa yang secara resmi diberi nama IRAS 23077+6707 ini dijuluki sebagai "Dracula’s Chivito" karena bentuknya yang menyerupai roti lapis raksasa yang kaya akan debu dan gas.
Piringan protoplanet merupakan tempat lahirnya planet-planet baru, mulai dari dunia berbatu seperti Bumi hingga raksasa gas seperti Jupiter. Penamaan unik objek ini merujuk pada asal usul para penemunya, Transylvania, Rumania (rumah karakter fiksi Dracula) dan Uruguay, di mana hidangan nasionalnya disebut chivito, sebuah roti lapis berisi irisan daging sapi, ham, mozzarella, tomat, dan zaitun yang secara visual menyerupai lapisan gas dan debu pada piringan tersebut.
Dalam penelitian yang diterbitkan di The Astrophysical Journal, para astronom memperkirakan "roti lapis" kosmik ini membentang hampir 400 miliar mil (sekitar 640 miliar kilometer). Ukuran ini luar biasa besar, mencapai lebih dari 100 kali diameter tata surya bagian dalam kita.
Objek ini sebenarnya pertama kali diidentifikasi tahun 2016, namun baru sekarang dikonfirmasi sebagai piringan pembentuk planet yang masif. Dilihat dari Bumi, posisinya tampak miring hampir menyamping (edge-on). Di pusatnya, diduga terdapat sebuah bintang panas bermassa besar atau sepasang bintang yang menjadi jantung dari sistem masif ini.
Berbeda dengan piringan protoplanet pada umumnya yang cenderung simetris, Dracula’s Chivito menunjukkan kondisi yang sangat kacau. Terdapat gumpalan material terang yang terlihat jauh di atas dan di bawah piringan utama.
"Tingkat detail yang kita lihat jarang ditemukan dalam pencitraan piringan protoplanet," kata Kristina Monsch, astronom dari Harvard and Smithsonian Center for Astrophysics (CfA) sekaligus penulis utama makalah tersebut. "Gambar-gambar Hubble yang baru ini menunjukkan bahwa 'pembibitan' planet bisa jauh lebih aktif dan kacau daripada yang kita duga."
Sistem ini memiliki filamen gas terang yang merenggang secara vertikal hanya di satu sisi, sementara sisi berlawanannya memiliki tepi yang tajam. Ketidakteraturan ini menjadi teka-teki tersendiri bagi para ilmuwan.
"Kami terpana melihat betapa asimetrisnya piringan ini," ujar Joshua Bennett Lovell, astronom di CfA. "Hubble telah memberi kita kursi barisan depan untuk melihat proses kacau yang membentuk piringan saat mereka membangun planet-planet baru—proses yang belum sepenuhnya kita pahami tetapi sekarang dapat kita pelajari dengan cara yang benar-benar baru."
Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam memahami bagaimana sistem planet yang luas terbentuk dan membuktikan bahwa lingkungan di sekitar bintang muda bisa jauh lebih dinamis daripada model-model astronomi sebelumnya. (Live Science/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved