Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Spektrum Infrared Ungkap Keanehan Baru di Bulan-Bulan Kecil Uranus

Thalatie K Yani
09/12/2025 07:52
Spektrum Infrared Ungkap Keanehan Baru di Bulan-Bulan Kecil Uranus
Bulan-bulan dari Planet Uranus(Chris Vaughan/Starry Night)

PENGAMATAN terbaru menggunakan teleskop luar angkasa James Webb (JWST) menunjukkan bulan-bulan kecil di bagian dalam sistem Uranus memiliki karakteristik yang jauh berbeda dari satelit-satelit besarnya. Temuan ini akan dipresentasikan pada AGU Annual Meeting 2025 di New Orleans, membuka wawasan baru tentang komposisi dan dinamika planet paling “aneh” di tata surya tersebut.

Matt Hedman, ilmuwan planet dari University of Idaho sekaligus salah satu peneliti, mengatakan  selama ini informasi mengenai spektrum bulan-bulan kecil Uranus sangat terbatas. Keterbatasan itu karena sulit diamati. “Kami mencoba melihat bagaimana sifat-sifat ini bervariasi di seluruh cincin dan bulan,” ujarnya.

Bulan Kecil: Merah, Gelap, dan Minim Air

Sejak kunjungan Voyager 2 pada 1986 informasi tentang satelit-satelit kecilnya sangat minim. Banyak di antara bulan tersebut berukuran hanya 10-150 kilometer dan berada dekat dengan sistem cincin, membuatnya sulit dibedakan dari cahaya planet yang jauh lebih terang.

JWST memberikan keunggulan karena Uranus tampak lebih redup dalam spektrum inframerah, sehingga objek kecil di sekelilingnya lebih mudah terlihat. Pengamatan yang dilakukan pada Februari lalu menghasilkan data spektral pertama untuk banyak bulan kecil tersebut, sekaligus menemukan satu bulan baru sementara, S/2025 U1, yang berada tepat di luar cincin epsilon.

Sebagian besar bulan kecil itu terlihat jauh lebih merah, lebih gelap, dan lebih miskin air dibandingkan lima bulan besar. Lima bulan Uranus yang diketahui ialah Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Namun ada pengecualian menarik, Mab.

“Mab berbeda,” kata Hedman. Spektrumnya menunjukkan permukaan yang lebih biru dan lebih kaya air, mirip dengan Miranda, bulan besar yang paling dekat dengan cincin. Hal ini memunculkan dugaan adanya interaksi masa lalu antara Mab dan Miranda, sekaligus hubungannya dengan cincin mu Uranus, yang diyakini terbentuk dari material yang terlepas dari Mab.

Posisi Bulan Tidak Sesuai Prediksi

Selain komposisi permukaan, JWST juga mengungkap kejanggalan posisi beberapa bulan kecil dibandingkan dengan data Voyager 2. “Perdita cukup meleset,” ujar Jacob Herman, penulis utama penelitian. Cupid juga ditemukan tidak berada di posisi yang diprediksi. Sementara Cordelia, Ophelia, Cressida, dan Desdemona tampak sedikit bergeser, meski tidak signifikan.

Matija Cuk dari SETI Institute, yang tidak terlibat dalam penelitian, menilai temuan ini wajar mengingat banyak bulan di Uranus memiliki orbit yang kacau dan saling memengaruhi. Namun ia menekankan data baru ini sangat berguna untuk memahami dinamika sistem tersebut.

Masih Banyak Misteri Tersisa

Para peneliti berencana melanjutkan pengamatan dengan JWST dan menggali arsip gambar lama untuk memantau perubahan orbit dalam jangka panjang. Tujuannya adalah memahami interaksi antarbulan, memperkirakan massa, serta mencari petunjuk asal-usul sesungguhnya dari satelit-satelit kecil ini.

“Ini adalah sistem yang sangat dinamis dan saling terhubung,” kata Herman. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya