Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMATAN terbaru menggunakan teleskop luar angkasa James Webb (JWST) menunjukkan bulan-bulan kecil di bagian dalam sistem Uranus memiliki karakteristik yang jauh berbeda dari satelit-satelit besarnya. Temuan ini akan dipresentasikan pada AGU Annual Meeting 2025 di New Orleans, membuka wawasan baru tentang komposisi dan dinamika planet paling “aneh” di tata surya tersebut.
Matt Hedman, ilmuwan planet dari University of Idaho sekaligus salah satu peneliti, mengatakan selama ini informasi mengenai spektrum bulan-bulan kecil Uranus sangat terbatas. Keterbatasan itu karena sulit diamati. “Kami mencoba melihat bagaimana sifat-sifat ini bervariasi di seluruh cincin dan bulan,” ujarnya.
Sejak kunjungan Voyager 2 pada 1986 informasi tentang satelit-satelit kecilnya sangat minim. Banyak di antara bulan tersebut berukuran hanya 10-150 kilometer dan berada dekat dengan sistem cincin, membuatnya sulit dibedakan dari cahaya planet yang jauh lebih terang.
JWST memberikan keunggulan karena Uranus tampak lebih redup dalam spektrum inframerah, sehingga objek kecil di sekelilingnya lebih mudah terlihat. Pengamatan yang dilakukan pada Februari lalu menghasilkan data spektral pertama untuk banyak bulan kecil tersebut, sekaligus menemukan satu bulan baru sementara, S/2025 U1, yang berada tepat di luar cincin epsilon.
Sebagian besar bulan kecil itu terlihat jauh lebih merah, lebih gelap, dan lebih miskin air dibandingkan lima bulan besar. Lima bulan Uranus yang diketahui ialah Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. Namun ada pengecualian menarik, Mab.
“Mab berbeda,” kata Hedman. Spektrumnya menunjukkan permukaan yang lebih biru dan lebih kaya air, mirip dengan Miranda, bulan besar yang paling dekat dengan cincin. Hal ini memunculkan dugaan adanya interaksi masa lalu antara Mab dan Miranda, sekaligus hubungannya dengan cincin mu Uranus, yang diyakini terbentuk dari material yang terlepas dari Mab.
Selain komposisi permukaan, JWST juga mengungkap kejanggalan posisi beberapa bulan kecil dibandingkan dengan data Voyager 2. “Perdita cukup meleset,” ujar Jacob Herman, penulis utama penelitian. Cupid juga ditemukan tidak berada di posisi yang diprediksi. Sementara Cordelia, Ophelia, Cressida, dan Desdemona tampak sedikit bergeser, meski tidak signifikan.
Matija Cuk dari SETI Institute, yang tidak terlibat dalam penelitian, menilai temuan ini wajar mengingat banyak bulan di Uranus memiliki orbit yang kacau dan saling memengaruhi. Namun ia menekankan data baru ini sangat berguna untuk memahami dinamika sistem tersebut.
Para peneliti berencana melanjutkan pengamatan dengan JWST dan menggali arsip gambar lama untuk memantau perubahan orbit dalam jangka panjang. Tujuannya adalah memahami interaksi antarbulan, memperkirakan massa, serta mencari petunjuk asal-usul sesungguhnya dari satelit-satelit kecil ini.
“Ini adalah sistem yang sangat dinamis dan saling terhubung,” kata Herman. (Space/Z-2)
Pandora, teleskop luar angkasa terbaru NASA, resmi memasuki fase operasional usai diluncurkan pada Januari 2026.
Teleskop James Webb menampilkan detail baru Nebula Helix, memperlihatkan struktur gas, debu, dan akhir kehidupan bintang dengan resolusi inframerah tinggi.
Peneliti temukan fenomena 'faint-end suppression' di mana jumlah galaksi kecil menyusut drastis. Simak bagaimana radiasi bintang purba menghambat pertumbuhan mereka.
Teleskop James Webb menangkap cahaya supernova tertua yang pernah terdeteksi, berasal dari 13 miliar tahun lalu.
Teleskop James Webb menangkap detail menakjubkan tabrakan dua galaksi kerdil NGC 4490 dan NGC 4485, termasuk jembatan gas bercahaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved