Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMUAN dari University of Michigan, Amerika Serikat, menunjukkan dampak dari memelihara hewan peliharaan dapat melindungi lebih dari sekedar kesehatan usus dan hati kita. Melainkan, memiliki hewan peliharaan juga bisa berperan dalam otak kita yang menua.
Studi yang dilakukan terhadap orang dewasa Amerika Serikat yang berusia di atas 50 tahun itu menemukan bahwa orang yang memiliki hewan peliharaan, memiliki kognitif yang lebih baik. Hewan peliharaan itu telah mereka miliki selama lebih dari lima tahun.
Melansir dari situs Science Alert, Senin (9/1), hasil dari studi yang dipublikasikan dalam Journal of Aging and Health ini didasarkan pada survei perwakilan nasional dari tahun 2010 hingga 2016, yang antara lain menanyakan kepada lebih dari 20 ribu orang dewasa. Mereka dipantau selama enam tahun.
Jika seseorang dalam kelompok usia tersebut telah memiliki hewan peliharaan selama lebih dari lima tahun, tim peneliti menemukan bahwa ingatan jangka pendek dan jangka panjang mereka untuk kata-kata jauh lebih baik daripada mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan tetapi memiliki usia yang sama.
Setiap kali peserta diuji selama periode enam tahun, kelompok pemilik hewan peliharaan menunjukkan skor yang lebih baik, bahkan saat individu bertambah tua. Memiliki seekor anjing, misalnya, bisa berarti pemilik hewan peliharaan dipaksa untuk bangun dan bergerak lebih banyak, dan gerakan sehari-hari terkait erat dengan kesehatan otak dan umur panjang fungsional.
Hewan juga membawa bakteri baru ke dalam sirkulasi rumah tangga, yang dapat meningkatkan kesehatan usus kita menjadi lebih baik. Kebetulan, koneksi usus-otak adalah salah satu yang baru-baru ini disadari oleh para ilmuwan jauh lebih penting daripada yang pernah kita pikirkan.
Peneliti juga menemukan potensi hewan peliharaan membuat kita bahagia. Studi menunjukkan kehadiran hewan dalam hidup kita dapat menghilangkan rasa kesepian dan mengurangi stres kronis. Di usia tua, itu bisa menjadi lebih penting dari sebelumnya. Bukti menunjukkan isolasi dapat mengubah struktur dan fungsi otak kita.
Semua teori ini ada kemungkinan setidaknya sebagian benar. Faktor risiko umum untuk demensia termasuk aktivitas fisik, isolasi, penyakit kardiovaskular, depresi/kecemasan, dan stres kronis. Memiliki seseorang untuk diajak bicara sepanjang hari, meskipun mereka bukan sesama manusia, dapat melatih jaringan verbal di otak kita. (M-1)
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Psikologi menyebut orang yang memasak sambil membersihkan dapur memiliki 8 kepribadian kuat, mulai dari disiplin, mindfulness, hingga manajemen waktu yang baik.
Studi terbaru mengungkap teknik "meta-cognitive doubt". Meragukan pikiran negatif ternyata lebih efektif untuk kembali berkomitmen pada tujuan jangka panjang.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved