Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI Gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Pertagi) Rita R membagikan kiat mengonsumsi gula yang tepat agar bisa melancarkan metabolisme dan meningkatkan imunitas tubuh.
Agar tubuh bisa bekerja dengan efisien disarankan masyarakat, khususnya yang sudah dewasa, mengonsumsi gula hanya sebanyak dua sendok makan sehari.
"Memang dalam anjuran Kemenkes pembatasan gula itu empat sendok makan per hari. Namun, untuk membuat metabolisme lebih efisien kerjanya, sebenarnya lebih dianjurkan mengonsumsi sebanyak 26 gram gula atau dua sendok makan," kata Rita, dikutip Selasa (3/1).
Baca juga: Ilmuwan Temukan Teknologi untuk Kurangi Kadar Gula dan Lemak pada Cokelat
Konsumsi gula yang dimaksud merujuk pada penambahan gula pada makanan atau minuman setelah disajikan.
Gula yang dimaksud juga tidak terbatas pada gula pasir dan gula merah tapi termasuk juga madu, susu kental manis, gula batu, dan sirup.
Biasanya rutinitas menambah gula pada makanan dan minuman terjadi saat akan mengonsumsi kudapan ringan atau camilan.
Maka dari itu, ketika membeli produk camilan, Rita juga menyarankan agar masyarakat bisa mengecek terlebih dahulu fakta nutrisi.
"Jika sudah lebih dari 50 gram, artinya makanannya tinggi gula dan itu jelas tidak baik," ujarnya.
Apabila sangat menginginkan camilan yang bercita rasa manis, Rita menyarankan agar masyarakat bisa memilih opsi untuk mengurangi gula atau less sugar.
Gula memang menjadi salah satu bahan makanan yang dikenal mengandung karbohidrat sederhana.
Fungsinya dalam tubuh mampu dengan cepat memproduksi hormon insulin serta meningkatkan kadar gula dalam darah.
Jika dikonsumsi dengan tepat akan membantu tubuh mendapatkan energi yang digunakan sehari-hari beraktivitas.
Namun, ketika produksi insulin tidak terkontrol dan menyebabkan gula darah di dalam tubuh tidak terserap dengan baik, tentunya akan ada banyak dampak buruk yang diterima tubuh salah satunya adalah penyakit diabetes.
International Diabetes Federation (IDF) pada 2021 mencatat Indonesia masuk dalam jajaran lima besar negara dengan angka penyakit diabetes tertinggi di dunia.
Jumlah pengidap diabetes di Indonesia berdasarkan laporan yang sama mencapai 19,47 juta orang.
Penyakit ini pun tergolong berbahaya karena dalam laporan IDF Indonesia masuk dalam jajaran sepuluh besar negara yang memiliki kasus kematian tinggi akibat diabetes.
Dalam laporan itu ada sebanyak 236 ribu kasus kematian yang terjadi akibat diabetes di 2021.
Jika tidak ada perubahan gaya hidup mengurangi konsumsi gula, bukan tidak mungkin proyeksi kasus diabetes di 2045 mencapai 28,57 juta kasus dapat terjadi. (Ant/OL-1)
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Kesiapan fisik dan mental adalah fondasi utama agar perjalanan mudik berlangsung aman.
SETELAH 10 tahun menjalin hubungan asmara, pasangan bintang Korea Selatan Kim Woo-bin dan Shin Min Ah akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan
Teknik yang bisa dilakukan dalam membantu mengendalikan diri agar tidak implusif dalam pengambilan keputusan finansial, yaitu dengan teknik S-T-O-P.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memastikan pasokan gula konsumsi berada pada level aman.
Gula dapat ditemukan secara alami pada makanan seperti buah, sayur, dan susu, maupun ditambahkan ke berbagai produk olahan sebagai gula tambahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved