Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis lulusan Universitas Indonesia Olphi Disya Arinda, M.Psi., Psikolog membagikan tips yang bisa dilakukan dalam membantu mengendalikan diri agar tidak implusif dalam pengambilan keputusan finansial, yaitu dengan teknik S-T-O-P.
"Teknik ini sebenarnya diturunkan dari teknik Dialectical Behavior Therapy (DBT) namanya. Jadi ini untuk membantu orang-orang yang punya kondisi emosi yang disregulasi atau yang sulit untuk mengelola emosi secara mandiri, diperkenalkan teknik S-T-O-P singkatan ya," kata Disya, dikutip Rabu (3/12).
Disya menjelaskan singkatan teknik S-T-O-P untuk membantu mengendalikan diri agar tidak bertindak impulsif termasuk saat membuat keputusan finansial, dimulai dengan langkah Stop atau berhenti melakukan apapun yang sedang dilakukan di saat itu, seperti contohnya saat muncul keinginan untuk berbelanja.
"Misalkan, hentikan proses scroll atau langkah menuju pembayaran. Jadi kayak setop dulu atau boleh handphone-nya diletakkan dulu secara terbalik, itu juga sebagai bentuk setop," ujar dia.
Setelah menghentikan aktivitas, lanjut Disya, langkah kedua yang bisa dilakukan adalaj Take a breath yaitu menarik dan mengatur napas tiga hingga lima kali untuk menurunkan impuls emosional.
Kemudian melakukan langkah Observe yaitu mengamati emosi dan pikiran yang muncul, misalkan saat inginmembeli barang apakah benar-benar membutuhkannya atau hanya terpengaruh ikut-ikutan.
Langkah terakhir adalah Proceed yakni melanjutkan pembelian hanya bila keputusan tersebut berasal dari kebutuhan bukan dari emosi.
"Tapi at least kita jadi tahu dulu mana sih yang sebenarnya kita butuhkan dan mana yang mungkin cuman keinginan sesaat atau emosi," tutur dia.
Psikolog yang juga berpraktik di Mayapada Medical Center Kuningan Jakarta itu menjelaskan bahwa menerapkan Jeda 24 Jam juga bisa menjadi langkah pengendalian diri supaya tidak implusif dalam pengambilan keputusan finansial.
Menurut Disya, menerapkan langkah dengan menunggu selama 24 jam sebelum membeli sesuatu di luar kategori kebutuhan dasar dalam hal ini guna mengevaluasi apakah barang tersebut diperlukan atau hanya dorongan sesaat.
"Strategi ini juga sangat efektif sebenarnya untuk menekan impulsive spending karena ini dalam rangka memutus siklus emosi, belanja, nyesel. Menyesal itu kan juga emosi ya, enggak harus sedih, marah, kecewa, cemas. Tapi juga tadi emosi yang senang, emosi excited yang bikin terdorong untuk membelanjakan sesuatu di luar kebutuhan kita," papar Disya. (Ant/Z-1)
Panduan lengkap materi logika matematika semester 1 untuk mahasiswa teknik dan informatika. Pelajari proposisi, tabel kebenaran, hingga silogisme di sini.
JANGAN buru-buru menghakimi musik yang terdengar mirip. Bisa jadi bukan plagiat, melainkan sebuah teknik resmi bernama interpolasi lagu. Apa itu interpolasi lagu?
SAINS tidak harus rumit, teknologi tidak harus mahal, dan matematika tidak harus menakutkan. Justru sebaliknya, semua itu bisa dekat, terjangkau, relevan, dan menyenangkan.
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Stres akibat tekanan ekonomi dan ketidakamanan pangan berpotensi mempercepat penuaan jantung, bahkan setara atau lebih besar dibandingkan faktor risiko penyakit jantung.
Harga emas sempat terkoreksi tipis pada Selasa (27/1) ke level Rp2.916.000 per gram.
Perencanaan yang matang merupakan kunci untuk menyeimbangkan antara kebutuhan saat ini dan impian di masa depan.
Teknologi dapat memfasilitasi keterlibatan publik secara bermakna untuk memahami pentingnya literasi keuangan bagi pahlawan devisa.
Kondisi stres dapat mengubah persepsi terhadap risiko dan membuatnya lebih rentan mengambil keputusan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved