Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR berita mengenai penyebaran virus korona beserta ketidakpastian perihal pengobatan dan bilamana berakhir, tak urung menimbulkan kecemasan bagi beberapa orang. Di sisi lain, karantina wilayah berkepanjangan yang diberlakukan banyak kota dan negara menyebabkan guncangan ekonomi pada masyarakat pencari upah. Tapi, untuk bekerja normal, situasinya terlalu membahayakan kesehatan.
Kondisi di luar rumah pun tidak selalu lebih baik untuk kondisi mental Anda. Mal, toko-toko, restoran dan pusat kebugaran mulai membatasi jam operasi atau malah tutup sementara. Supermarket dan pujasera pun telah menerapkan langkah-langkah pengamanan yang ketat.
Dr Lim Boon Leng, seorang psikiater dari Rumah Sakit Gleneagles mengatakan kondisi mental seseorang berisiko memburuk karena mereka merasa sulit untuk mengatasi isolasi, ketakutan akan infeksi, dan tekanan dari kejatuhan ekonomi. Beberapa ahli mengulas cara-cara untuk meredam kecemasan itu.
"Hiduplah normal. Rasa khawatir tidak akan membantu situasi. Alih-alih, habiskan waktu dan energi untuk hal-hal yang penting bagi Anda, seperti keluarga Anda dan mengamati kebersihan yang tepat untuk menjaga semua orang aman,” kata Dr Lim.
Cara lain adalah fokus pada tugas yang Anda lakukan, bahkan jika itu hanya tugas rumah tangga, kata Jennifer Wickham, psikoterapis dari Mayo Clinic Health System yang berbasis di AS.
“Ini efektif untuk memberikan sesuatu kepada pikiranmu untuk dilakukan selain khawatir. Ini akan membantu mengurangi pengalaman Anda dari kecemasan dan stres yang dirasakan tubuh Anda dari kecemasan, ”kata Wickham.
Jangan memonitor berita terkait terus menerus. Wickham merekomendasikan untuk membatasi paparan Anda pada informasi negatif. Dedikasikan waktu tertentu dalam sehari atau jumlah waktu tertentu untuk membaca berita. Ini juga membantu untuk berlangganan ke sumber resmi pemerintah untuk pembaruan penting dan akurat.
Cobalah menjadi netral. Misalnya, peningkatan tajam kasus COVID-19 baru-baru ini dapat mengkhawatirkan. Tetapi alih-alih merasa putus asa karena takut tertular virus, kata Dr Lim, Anda bisa menyalurkan energi itu ke dalam tindakan, seperti menjaga jarak antarpribadi saat keluar.
Hiruplah udara segar, nikmati matahari, jika Anda masih bisa terhubung dengan alam terbuka. Habiskan lebih banyak waktu di balkon, teras atau halaman untuk memiliki perasaan berada di luar ruangan. (CNA/M-2)
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved