Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
Infertilitas atau kondisi ketidaksuburan kerap menjadi masalah utama pada sebuah rumah tangga yang ingin memiliki anak. Infertilitas dapat terjadi bahkan pada pasangan yang memiliki fisik dan gaya hidup sehat sehat serta masih berusia produktif.
Ketidaksuburan bisa terjadi pada pria maupun wanita. Dilansir dari Medical News Today, Jumat, (25/11), sulitnya mendapatkan anak dapat disebabkan oleh tiga hal. Pertama masalah kesuburan pada wanita, masalah kesuburan pada pria, serta faktor eksternal yang terjadi pada kehidupan masing-masing pasangan seperti kesibukan dan kondisi kesehatan.
Bagi pasangan yang ingin atau tengah bersiap menjalankan program memiliki anak, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diwaspadai sebagai tanpa infertilitas pada wanita.
1. Sakit saat berhubungan seksual
Rasa sakit yang muncul pada area kewanitaan saat berhubungan seksual dapat berkaitan dengan masalah infertilitas. Biasanya rasa sakit muncul akibat adanya infeksi hingga masalah lain yang lebih serius seperti endometriosis dan fibroid.
2. Masalah menstruasi
Menstruasi yang lancar setiap bulannya merupakan salah satu tanda kondisi kesuburan seorang wanita dalam kondisi baik. Setiap wanita harus waspada jika silkus menstruasinya tidak teratur. Misalnya jarak antar masa menstruasi hingga berbulan-bulan, periode datangnya menstruasi yang panjang, rasa sakit tak tertahankan setiap kali menstruasi, hingga munculnya gejala lain yang mengganggu secara berlebihan seperti sakit kepala berat dan sakit punggung.
3. Warna darah menstruasi berbeda
Warna darah menstruasi juga dapat menjadi penanda kondisi infertilitas. Dalam kondisi normal, darah menstruasi akan berwarna merah terang di awal menstruasi dan menjadi gelap menjelang berhenti. Setiap wanita harus waspada jika melihat kondisi darah menstruasi yang lebih pucat atau merah muda sejak awal hingga akhir masa menstruasi. Begitupun sebaliknya, warnanya terlalu gelap atau kehitaman sejak awal masa menstruasi.
4. Masalah hormon
Masalah hormon dapat menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan tubuh, termasuk dalam hal kesuburan. Seseorang yang mengalami gejala akibat perubahan hormon tubuh berpotensi mengalami infertilitas. Biasanya perubahan hormon akan menunjukkan beberapa gejala. Di antaranya kemunculan jerawat yang parah dan sulit disembuhkan, hilangnya gairah seksual secara drastis dan tiba-tiba, hingga kemunculan rambut-rambut halus di wajah.
5. Obesitas
Obesitas memiliki berbagai dampak negatif pada tubuh. Seorang wanita dengan berat badan berlebih apalagi hingga mencapai kondisi obesitas akan lebih sulit pula untuk hamil. Selain itu, jika berhasil hamil, mereka akan mengalami kehamilan yang beresiko.
(M-4)
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Peneliti ciptakan replika lapisan rahim untuk pelajari proses implantasi embrio. Terobosan ini diharapkan mampu menekan angka keguguran dan meningkatkan sukses IVF.
Studi terbaru HUJI mengungkap embrio dan rahim melakukan dialog molekuler intens melalui vesikel ekstraseluler hanya dalam satu jam setelah pertemuan.
Data Sensus Penduduk 2020 mencatat angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara kematian bayi berada di angka 17 per 1.000 kelahiran hidup.
Studi menemukan ketidakseimbangan hormon tiroid yang berlangsung selama beberapa trimester kehamilan dapat meningkatkan risiko autisme pada anak.
Koleksi ini menampilkan deretan drama Korea populer yang menempatkan perempuan sebagai pusat narasi, mulai dari perjuangan karier, penyembuhan luka batin, hingga dinamika romansa.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya memperluas partisipasi perempuan di bidang STEM sebagai strategi meningkatkan inovasi, daya saing, dan pembangunan SDM Indonesia.
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
DI setiap situasi konflik dan bencana, perempuan kini dipersepsikan dominan sebagai aktivis pendorong keadilan dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved