Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Skateboard di usia paruh baya membantu seseorang menavigasi depresi, memberikan ikatan dengan anak-anak mereka, dan membantu orang mengatasi kesulitan hidupnya. Itulah temuan studi oleh peneliti dari University of Exeter.
Dr Paul O'Connor, seorang peneliti di University of Exeter, telah mewawancarai pemain skateboard di dalam dan luar negeri, dan menganalisis artikel media untuk studi barunya. Dia menemukan, selain manfaat fisik, mengambil bagian dalam skateboard dapat meredakan masalah kesehatan mental dan membantu mengatasi kesengsaraan dalam hidupnya.
Skateboard semakin diminati saat masuk ke dalam daftar olahraga di Olimpiade 2020 di Tokyo, yang berlangsung tahun lalu setelah tertunda 12 bulan karena pandemi.
Salah satu alasan di balik popularitas olahraga ini bisa jadi karena ukuran keberhasilan dalam skateboard lebih tinggi dibandingkan dengan olahraga lain, dan kegagalan dipandang sebagai bagian dari aktivitas tersebut, menurut para ahli.
"Dalam skateboard ada pemahaman yang jauh lebih baik tentang kesuksesan, dan pemahaman yang terbuka terhadap kegagalan sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas, baik pembelajaran maupun kemajuan," kata Dr O'Connor, seperti dikutip dari dailymail.co.uk, Selasa (4/1).
Untuk analisis dalam studi yang telah dirinci lebih lanjut sebagai bab dalam buku baru berjudul "Olahraga dan Identitas Gaya Hidup" ini, Dr O'Connor melakukan 30 wawancara dengan pemain skateboard paruh baya dengan kisaran usia antara 40 dan 60 tahun, sebagian besar di AS dan Kanada, dan mengamati skateboard di Hong Kong dan Inggris.
"Bagi mereka yang saya ajak bicara, bermain skateboard lebih dari sekadar menjaga kesehatan fisik. Setidaknya pada dua kesempatan ketika saya meminta informan untuk mencoba menjelaskan apa arti skateboard bagi mereka, saya dihadapkan dengan pria dewasa yang menahan air mata, benar-benar kehilangan kata-kata untuk mengomunikasikan pentingnya dan gravitasi dari hobi mereka," katanya.
Dr O'Connor, yang memiliki minat pribadi dalam olahraga dan sosiologi skateboard ini kerap melakukan penelitian sendiri sebagai bagian dari penelitian. Dari percakapannya bersama mereka, dia menemukan bahwa skateboard mengurangi gejala depresi dan masalah kesehatan mental lainnya, memberikan kesempatan untuk berhubungan kembali dengan anak-anak mereka dan membantu orang mengatasi kesengsaraan dan cobaan dalam hidupnya, termasuk penyalahgunaan zat.
"Pemain skateboard paruh baya tampaknya mengakui manfaat kesehatan dari aktif dan berolahraga melalui skateboard. Namun, fokus utama mereka tampaknya adalah kesenangan," kata Dr O'Connor.
"Pemain skateboard yang lebih tua mungkin tertarik untuk menurunkan berat badan dan menjaga kebugaran, tetapi ini sering dilaporkan sebagai efek lain dari kesejahteraan yang dicapai melalui aktivitas tersebut," lanjutnya. (DailyMail/M-2)
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Studi JAMA 2026 ungkap 32% kasus demensia terkait gangguan pendengaran. Simak tanda awal dan cara alat bantu dengar cegah penurunan kognitif hingga 50%.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Simak tips aman bagi lansia saat menjalani puasa Ramadan 1447 H, termasuk menu sahur bergizi, hidrasi cukup, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup agar tetap sehat.
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan nutrisi ikut berubah. Pada lansia, massa otot dan kepadatan tulang cenderung menurun, sementara daya tahan tubuh bisa melemah
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Rudal dan drone Iran telah berulang kali menargetkan Doha, Dubai, Abu Dhabi, Manama, dan berbagai wilayah Arab Saudi.
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved