Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
Merasa lelah sepanjang waktu bisa disebarkan oleh berbagai macam faktor, di antaranya masalah gangguan tidur seperti sleep apnea atau kebisingan di malam hari.
Salah satu penyebab kelelahan yang tak terduga ialah tidak banyak bergerak. Penelitian menunjukkan bahwa berjalan-jalan saja dapat meningkatkan energi seseorang sebesar 20%.
Ada banyak penyebab timbulnya rasa lelah sepanjang waktu bahkan jika sudah cukup tidur. Jika Anda sering merasa lelah, penting untuk mengetahui penyebabnya.
Berikut beberapa penyebab kelelahan, seperti dikutip dari psychologytoday.com, Jumat (10/9).
1. Makan Terlalu Sedikit.
Beberapa orang melakukan diet ketat atau melewatkan makan karena sibuk. Tetapi penting untuk disadari jika kurangnya makanan bisa membuat Anda lelah karena makanan merupakan sumber energi.
2. Makan Terlalu Sedikit Karbohidrat atau Terlalu Banyak
Jika sering melewatkan sarapan atau waktu makan lainnya, maka Anda akan mudah merasa lelah sepanjang waktu. Sama halnya dengan kelebihan karbohidrat, beberapa orang kelebihan karbohidrat seperti terlalu banyak mengonsumsi keripik kentang atau roti, yang juga dapat menyebabkan kelelahan karena tubuh dengan cepat mengubah makanan tersebut menjadi gula.
3. Berolahraga Tanpa Makan
Jika Anda melewatkan sarapan pagi atau waktu makan lainnya sebelum berolahraga, Anda tentu saja juga dapat mudah lelah setelahnya.
4. Dehidrasi
Bukti terbaru menunjukkan bahwa kafein dalam jumlah sedang tidak menyebabkan dehidrasi, tetapi jika berlebihan akan menyebabkan diare atau berkeringat serius. Dehidrasi juga menyebabkan tubuh mudah lelah.
5. Zat Besi Rendah
Terlalu sedikit zat besi dalam makanan dapat menyebabkan kelelahan, terutama jika berkaitan dengan penyakit anemia, suatu kondisi ketika tubuh memiliki terlalu sedikit hemoglobin atau tidak cukup sel darah merah. Dengan anemia, sel-sel tubuh menjadi kekurangan oksigen. Kondisi ini ditandai dengan kulit pucat, sakit kepala, sesak napas, atau pusing.
6. Kualitas Tidur Buruk
Tubuh juga mudah lelah jika memiliki kualitas tidur yang buruk. Cara terbaik untuk merasa istirahat adalah pergi tidur pada waktu yang hampir sama setiap malam dan bangun pada waktu yang sama. Jika Anda memiliki jam sibuk dan mengandalkan mengejar ketinggalan di akhir pekan, Anda cenderung sering merasa lelah.
Kondisi lain yang memperburuk kualitas tidur ialah sleep apnea, suatu kondisi ditandai dengan tidur mendengkur. Kebisingan juga menjadi penyebab kualitas tidur buruk. Orang yang terpapar kebisingan lalu lintas malam lebih cenderung memiliki penyakit jantung dan minum obat tidur, yang tidak mengembalikan kualitas tidur mereka sepenuhnya.
Hal ini dikarenakan kebisingan membuat tubuh berada di bagian yang lebih dangkal dari siklus tidur dan mempersingkat periode selanjutnya ketika denyut nadi dan laju pernapasan melambat dan bermimpi.
Selain itu, penting juga untuk mengonsultasikan ke dokter jika Anda mengalami kelelahan terus menerus karena itu mungkin dikarenakan penyakit lain seperti penyakit jantung, hipotiroidisme, diabetes, hepatitis, dan sindrom kelelahan kronis semuanya dapat menyebabkan kelelahan yang berkelanjutan.
Kelelahan juga dapat merupakan efek samping dari obat tekanan darah, statin, dan fibrat, obat refluks asam, obat anti kecemasan, antihistamin, antidepresan, antipsikotik, antibiotik, dan diuretik. Obat juga bisa memicu depresi, yang bisa membuat Anda merasa lelah sepanjang waktu. (M-2)
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Pemerintah ajak masyarakat hemat energi demi stabilitas nasional. Simak 7 tips praktis dari IEA mulai dari transportasi hingga penggunaan AC dan lampu LED.
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
Chef Gun menilai pola memasak masyarakat Indonesia masih cenderung tidak efisien, terutama kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved