Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Masih tingginya kasus covid-19 hingga saat ini membuat kita lebih perlu intensif untuk menjaga diri. Ketika pandemi berlanjut di tahun ini, beberapa negara, seperti Inggris dan Amerika Serikat, telah melonggarkan sebagian pembatasan mereka dalam upaya untuk meningkatkan ekonomi lokal dan moral warga.
Namun, negara-negara lain, seperti Australia dan Singapura, juga Indonesia, memberlakukan kembali penguncian lokal atau memperketat pembatasan aktivitas sosial di tengah meningkatnya jumlah kasus varian covid-19 baru.
Saat ini, berinvestasi untuk merawat diri sendiri mungkin lebih penting dari sebelumnya, baik untuk kesejahteraan individu maupun demi kesehatan sosial.
Dilansir dari medicalnewstoday.com, Sabtu (24/7), praktisi pemrograman neurolinguistik bisnis dan pelatih kesehatan mental Tania Diggory, pendiri dan direktur Calmer, dan psikolog lingkungan dan konsultan kesejahteraan Lee Chambers, pendiri Essentialise merekomendasikan lima tips merawat diri selama pandemi.
1. Tetapkan batasan yang jelas antara 'kantor' dan 'rumah'
Meskipun pembatasan telah dilonggarkan di beberapa negara, banyak orang terus bekerja dari rumah dalam upaya untuk tetap aman dan menjaga orang lain tetap aman.
Hal ini memungkinkan lebih banyak fleksibilitas dalam menjadwalkan tugas yang berhubungan dengan pekerjaan dan rumah ke dalam satu hari, itu juga berarti bahwa batas antara waktu kerja dan waktu pribadi menjadi kabur.
Ini dapat dengan mudah menyebabkan kelelahan, pengalaman stres kronis dan kelelahan yang dapat memiliki efek jangka panjang pada kesejahteraan dan produktivitas. Ini juga bisa mengakibatkan fenomena yang disebut "penundaan waktu tidur," di mana seseorang menunda waktu tidur mereka bahkan ketika mereka sangat lelah.
Jika memungkinkan, orang harus memisahkan ruang bekerja dan tempat tidur atau istirahat agar pikiran seseorang lebih terfokus. Selain itu, menyisihkan beberapa menit di awal dan di akhir hari kerja untuk melakukan sesuatu yang berbeda, seperti berlari atau berjalan-jalan, dapat membantu mensimulasikan perjalanan kerja.
2. Terapkan pola pikir yang benar untuk hari depan
Menurut Tania Diggory, salah satu cara untuk memprioritaskan perawatan diri di masa yang tidak pasti ini adalah dengan menetapkan niat untuk melakukan hal-hal yang kita sukai di awal setiap hari.
"Perawatan diri datang dalam berbagai bentuk, tidak hanya dalam hal-hal yang kita lakukan dan luangkan waktu seperti membaca, memasak, meditasi, atau olahraga tetapi juga tentang pola pikir," kata Diggory.
"Bagaimana kita memulai hari dapat memiliki dampak yang berarti pada perasaan kita, sehingga Anda dapat memulai setiap hari dengan niat yang Anda tetapkan untuk diri sendiri," lanjutnya.
Beberapa peneliti juga menyarankan agar kita mengenakan pakaian khusus kerja untuk mendapatkan pola pikir yang benar untuk bekerja. Ini adalah konsep yang dikenal sebagai "kognisi terselubung".
3. Batasi konsumsi berita dan media sosial
Terus-menerus terhubung ke perangkat kita dan dibombardir dengan berita terutama berita buruk atau tidak pasti dapat berdampak serius pada kesehatan mental, hubungan, dan aspek kesejahteraan fisik kita.
Mendapatkan kelebihan informasi juga dapat menyebabkan kecemasan terkait berita dan berkontribusi pada kekhawatiran terkait pandemi.
Beberapa cara untuk menghindari berita dan waktu layar yang berlebihan ini termasuk secara sadar menjatah jumlah berita yang Anda baca dalam sehari, serta beristirahat dari memeriksa media sosial.
Mengganti sebagian konsumsi berita dan media sosial dengan kegiatan lain, seperti membaca, berolahraga, atau bermeditasi, juga dapat membantu mengurangi tingkat stres dan mengurangi kecemasan.
4. Pastikan tidur nyenyak
Seperti yang ditunjukkan oleh banyak penelitian, berulang kali, tidur yang nyenyak sangat penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Orang dewasa umumnya mendapat manfaat dari setidaknya 7 jam tidur tanpa gangguan, tanpanya mereka cenderung mengalami kelelahan, perubahan suasana hati, dan penurunan fokus, di antara efek lainnya.
Beberapa cara untuk membuat Anda dapat tertidur lebih mudah dengan menetapkan rutinitas tidur yang melibatkan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, menghindari waktu menatap layar sebelum tidur, berlatih mindfulness atau meditasi sebelum tidur, dan memastikan ruangan berada pada suhu yang tepat. National Sleep Foundation merekomendasikan suhu kamar tidur 60–67°F (16–19ºC).
5. Terlibat dalam aktivitas yang Anda sukai dan ketahui batasan Anda
"Hal lain yang saya rasa bermanfaat adalah mengingat hal-hal yang telah kita nikmati dari (sebelum) pandemi dan tidak berhenti melakukannya ketika kita mulai dapat mengakses ritual yang terbuka," saran Chambers.
Dia juga menyebutkan bahwa menulis jurnal dapat membantu meningkatkan kondisi mental dan emosional kita. (MedicalNews/M-2)
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved