Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK berencana untuk meluncurkan wahananya sendiri ke Mars pada akhir bulan ini.
Wahana bernama Tianwen-1 Mars diagendakan meluncur ke luar angkasa dari Hainan, pulau yang ada di selatan Tiongkok. Berdasarkan keterangan Xichang Satellite Launch Centre, waktu peluncuran antara 20-25 Juli.
Wacana itu merupakan misi perjalanan antarplanet pertama yang akan dilakukan oleh Tiongkok yang tak ingin kalah dari Amerika Serikat yang lebih dulu mendominasi di luar angkasa.
Xichang Satellite Launch Centre mengatakan Tianwen-1 akan mengumpulkan beberapa sampel materi yang ada di permukaan Mars jika tiba di planet tersebut sesuai rencana pada Februari 2021.
Baca juga: Astaga, di Planet Mars Ternyata Ada Gunung Api Aktif
Adapun Tianwen-1 bukan wahana pertama yang dibuat oleh Tiongkok. Sebelumnya ada Yutu-2 yang memiliki misi mendarat di sisi paling belakang Bulan pada 2019.
Kemudian juga ada Chang'e yang juga direncanakan meluncur ke Bulan tahun ini. Tiongkok juga tengah membangun stasiun ruang angkasa yang diperkirakan rampung pada 2022. (AFP/R-3)
MISI rover Perseverance milik NASA kembali menghadirkan temuan penting terkait sejarah planet Mars. Kali ini, rover tersebut berhasil menemukan jejak sistem sungai purba dan delta purba
NASA mengumumkan bahwa mereka akan mengembangkan Skyfall untuk peluncuran tahun 2028.
Robot Perseverance NASA temukan bukti sungai purba di Mars. Penemuan ini memperkuat teori Mars dulu hangat dan berair.
Penasaran berapa lama waktu berjalan kaki mengelilingi Mars? Simak hitungan matematis, tantangan gravitasi, hingga medan ekstrem di Planet Merah.
Chronova Engineering menciptakan jam antarplanet unik yang menampilkan waktu relatif di Bumi, Mars, Jupiter, dan Saturnus menggunakan piringan rotasi planet.
Tardigrada adalah makhluk mikroskopis yang terlihat seperti beruang gemuk sehingga kerap dijuluki sebagai “beruang air.”
Jelajahi lorong waktu "From Past to Fast" di COMPASS 3.0. Simak wujud nyata inovasi teknologi Kurikulum Merdeka
Komet bernama 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dilaporkan mengalami perlambatan rotasi ekstrem hingga diduga berhenti total, sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati Matahari.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Studi terbaru mengungkap makalah ilmiah karya perempuan membutuhkan waktu lebih lama untuk terbit dibanding laki-laki.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved