Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Inovasi Sains dan Digital di COMPASS 3.0: Wujud Nyata Teknologi Berbasis Kurikulum Merdeka

Akmal Fauzi
06/3/2026 21:49
Inovasi Sains dan Digital di COMPASS 3.0: Wujud Nyata Teknologi Berbasis Kurikulum Merdeka
Inovasi Sains dan Digital di COMPASS 3.0: Wujud Nyata Teknologi Berbasis Kurikulum Merdeka(Istimewa)

SMA Budi Luhur sukses menyelenggarakan pameran pendidikan kolaboratif tahunan bertajuk COMPASS 3.0 (Collaboration of Meaningful Project of Social, Science, and Art 3.0) pada Kamis (12/2). Mengusung tema “From Past to Fast”, acara ini menjadi panggung kreativitas bagi siswa kelas X untuk mengintegrasikan ilmu sosial, sains, seni, dan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) secara aplikatif.

Sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka, COMPASS 3.0 menekankan pada Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning). Berbeda dari tahun sebelumnya, pengunjung kali ini diajak melakukan perjalanan waktu secara kronologis, mulai dari terbentuknya bumi hingga percepatan teknologi digital sebagai refleksi kesinambungan sejarah.

"Kegiatan ini bukan sekadar pameran hasil karya, melainkan laboratorium karakter bagi siswa. Melalui COMPASS 3.0, kami ingin membuktikan bahwa pemahaman mendalam tentang ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi masa depan dapat berjalan beriringan melalui kolaborasi lintas ilmu," ujar Kepala SMAS Budi Lubur, Drs. I Nyoman Jiwa, M.M dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3).

Dalam kegiatan ini pengunjung disuguhkan sejumlah zona yang imersif yang edukatif dengan dimulai dari mengeksplorasi proses pembentukan bumi hingga ke Zaman Neozokium melalui simulasi teori Big Bang, sistem pergerakan benua, evolusi hewan, miniatur perubahan iklim, perkembangan pakaian dan artefak prasejarah, hingga simulasi ekskavasi paleontologi. 

Setelah itu pengunjung disuguhkan era peradaban kuno melalui eksplorasi peradaban Mesopotamia, Yunani, Mesir dan Romawi melalui miniatur Greek Temple dengan tuas pintu otomatis, miniatur Colosseum dan Sphinx hingga eksperimen sains yang diaplikasikan dalam penulisan aksara kuno Sumero-Akkadian Cuneiform.

Pengunjung juga dibawa ke era peradaban modern awal melalui zona perang dunia dan revolusi industri melalui diorama Hiroshima, miniatur kapal perang, pesawat, miniatur persenjataan, hingga merasakan sumber pangan bersejarah sebagai simbol logistic masa perang yang dipadukan dengan pengembangan inovasi bioteknologi pangan yang massif dilakukan pada era revolusi industri dengan produk seperti wewangian dari lilin aromatherapy dan sabun handmade serta berbagai kreasi daur ulang.

Guna memperluas dampak edukasi, SMA Budi Luhur turut mengundang perwakilan dari lima sekolah tingkat SMP untuk berpartisipasi dalam demonstrasi produk dan permainan edukatif. Selain itu, untuk memastikan standar kualitas, SMA Budi Luhur berkolaborasi dengan Universitas Budi Luhur yang menghadirkan asesor dari bidang Desain Komunikasi Visual (DKV) untuk memvalidasi akurasi konsep dan estetika karya siswa.

Melalui COMPASS 3.0, SMA Budi Luhur menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif dan relevan. Proyek ini membuktikan bahwa Kurikulum Merdeka mampu membentuk karakter dan menguatkan literasi siswa dalam menjawab tantangan zaman yang serba cepat. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya