Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN berlemak mungkin telah menjadi 'teman' di hari besar seperti Idul Fitri, atau di masa-masa karantina pandemi korona (covid-19) belakangan ini. Namun, siapa sangka jika sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh ternyata juga dapat menghambat kemampuan orang untuk berkonsentrasi.
Studi itu melibatkan 51 perempuan dalam sebuah tes perbandingan. Adapun perbandingan yang dimaksud berhubungan dengan jenis makanan yakni tinggi dan rendah lemak jenuh.
Hasil tes kemudian menunjukan kemampuan konsentrasi peserta setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh ternyata lebih buruk, atau menunjukan adanya korelasi antara makanan berlemak dengan kinerja otak.
Sebagaimana dilansir Science Daily, penulis studi ini, Annelise Madison mengatakan bahwa ia juga mencoba mencari hubungan tersebut pada seseorang yang diduga mengalami kasus usus bocor. Hasil amatan menunjukan bahwa konsentrasi mereka lebih buruk, tak peduli jenis makanan apa yang dikonsumsi.
Studi konsentrasi ini dianggap telah membuka mata para peneliti. "Sebagian besar pekerjaan sebelumnya melihat efek kausatif dari pola makan dalam periode waktu tertentu. Tapi ini terjadi hanya dalam satu kali makan. Sangat luar biasa bahwa kita telah melihat adanya perbedaan," tutur ahli Psikologi Klinis, dari The Ohio State University itu.
Hasil studi ini telah dipublikasikan melalui American Journal of Clinical Nutrition. Dalam amatan ini, Madison juga melakukan analisis sekunder dari data studi Kiecolt-Glaser, yang mencari hubungan antara makanan tinggi lemak, stamina, dan peradangan di antara penderita kanker. Sementara makanan tinggi lemak yang ia maksud, misalnya, telur, biskuit, sosis, dan berbagai macam saus yang mengandung 60 gram lemak.
Menurut Madison, seluruh partisipan rata-rata 11% lebih sedikit dapat berkonsentrasi setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak. Waktu respon partisipan yang diduga mengalami kebocoran usus bahkan lebih tidak menentu, dimana mereka tidak mampu mempertahankan perhatian selama jalannya tes yang memakan waktu 10 menit.
"Jika para wanita memiliki tingkat endotoksemia yang tinggi, itu juga menghapus perbedaan antara waktu makan. Mereka berkinerja buruk tidak peduli apa pun jenis lemak yang mereka makan," imbuhnya. (M-4)
Hikiniku to Come secara literal berarti daging giling dan nasi, merefleksikan konsep freshly grilled hamburg yang dinikmati dengan nasi hangat yang mengepul.
Secara historis, sate bulayak merupakan makanan khas dari Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Bukan sekadar nasi kari biasa, menu ini dikenal dengan porsi melimpah, rasa kuah kari yang khas, dan harga yang ramah di kantong.
Spesial tahun ini, hidangan-hidangan Turki dapat dinikmati di Jakarta, tepatnya di DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro melalui program “Taste of Turkiye”.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved