Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAMA dangdut menguar dari pemutar musik di sudut ruangan. Penggemar dangdut tidaklah asing, tetapi orang yang tidak terlalu akrab dengan musik dangdut pun serasa pernah mendengar.
Jaran Goyang, begitu judul lagu yang mengiring goyang para perempuan dalam ruangan itu. Aroma musik dangdut terus menggoda untuk berturut goyang mengikuti gerak instruktur.
Namun, pentas goyang tersebut bukanlah acara musik dangdut, melainkan sebuah kelas zumba. Jika zumba sebelumnya identik dengan musik Latin, justru di situ zumba mendapati bentuk baru dengan mencampur dangdut.
Para peserta pun penuh antusias mengikuti gerakan instruktur. Tampak ada beberapa gerakan yang meleset, tapi itu tidak jadi soal, mereka segera kembali ke jalur gerak yang diinstruksikan.
Baca juga: Olahraga dan Latihan Fisik untuk Kecilkan Perut
Gerakan mereka energik dengan tempo lumayan cepat. Seluruh anggota tubuh bergerak, terutama di bagian pinggul dan pinggang. Posisi Liza Natalia, 42, paling depan. Siang itu ia menjadi instruktur untuk kelas zumba di sebuah studio di bilangan Kebayoran Baru.
Dua bulan lalu, Liza baru saja didapuk sebagai duta zumba untuk Indonesia. Sebagai duta, ia pun berinovasi dengan memasukkan lagu dangdut sebagai musik pengiring.
“Kan ceritanya jadi zumba ambassador, baru dua bulan. Jadi setiap negara dipilih satu orang. Dua bulan lalu Zumba Home Office Amerika memilih satu zumba ambassador dari Indonesia. Yang terpilih aku,” jelas Liza, pekan lalu.
Upaya memadukan dangdut dan zumba, lanjutnya, telah berlangsung lama. Sebelum aktif di dunia zumba, Liza terlebih dahulu malang melintang di jalur dangdut. Saat terjun ke zumba, Liza langsung terpikir untuk memadukan zumba dan dangdut. “Kalau dibilang sejak kapan, ya sejak aku buka studio zumba tujuh tahun lalu. Itu 2011,” tambahnya.
Zumba adalah gerakan senam yang fokus pada pembakaran lemak. Berbeda dengan olahraga senam pada umumnya yang fokus pada pembentukan otot. Zumba punya elemen utama, yakni musik, sehingga ketika seorang sedang berzumba, ia lebih mirip sedang berdansa atau menari. Itulah pula yang menjadikan Liza jatuh hati pada zumba.
“Karena menurutku olahraga zumba ini kok asyik banget ya. Enggak beban gitu. Kita rasa seperti olahraga, tapi banyak item-item lagu di dalam. Ada salsa, marengge, umbia, hip-hop, belly dance, bollywood. Semua komplet. Otomatis enggak bikin orang jadi bosen,” lanjutnya.
Sejak dipilih menjadi duta zumba, Liza mengaku semakin fokus untuk memadukan zumba dengan dangdut. Alasannya, mayoritas masyarakat Indonesia sudah familier dengan dangdut sehingga akan lebih mudah untuk memperkenalkan zumba.
Baca juga: Zumba untuk Pria
Gerakan yang disajikan dalam zumba dangdut memang mirip dengan zumba pada umumnya, yakni ada pembagian pola lagu dalam zumba. Sekitar 70% lagu latin, sisanya bisa dicampur lagu lain, 70% lagu Latin tersebut, ternyata mempunyai pola gerak yang mirip dengan goyang dangdut. Keduanya sama-sama didominasi dengan gerakan pinggul.
“Sejumlah 70% itu memang kita lihat ada umbia, regetto, salsa, yang mana memang didominasi dengan goyang pinggul juga sebenarnya. Kita kan kalau goyang dangdut fokusnya ke pinggul juga. Nah ada sedikit kemiripan di dangdut kita dengan di zumba,” terangnya.
Sebagai contoh, lanjut Liza, lagu Kopi Dangdut bisa dibuat versi Latin. Dari musik lagu itulah lalu masuk salsa ataupun zumba. Hampir semua lagu dangdut bisa dipadukan dengan zumba.
Syaratnya, hanya lagu yang bisa membuat semua orang senang. Yang lebih penting, lagu bisa memancing orang untuk turut bergerak. “Lagu boleh saya pilih bebas. Pokoknya yang bikin orang happy, yang buat orang bergerak, keringatan,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut, Liza menjelaskan terdapat urutan lagu yang dimainkan sesuai dengan pola gerak. Lagu pertama dikhususkan untuk pemanasan, sedangkan lagu berikutnya baru bisa dimainkan dangdut. Seperti saat Media Indonesia berkunjung, terdapat beberapa lagu yang dimainkan. Salah satunya Jaran Goyang.
“Lagu gabungan zumba dan dangdut itu harus saya buat playlist yang benar. Jadi saya harus bikin lagu zumba untuk pemanasan 10 menit, baru lagu kedua, ketiga dan seterusnya saya kombinasi, ada hip-hop-nya, ada lagu Indonesia, ada lagu dangdut,” ujarnya.
Liza mengatakan ia mendapat beberapa tantangan dalam memadukan zumba dan dangdut. Kesulitan terbesar ialah menyelaraskan beat (tempo), dan hitungan gerakan.
“Pernah dapat lagu susah. Karena kalau senam dangdut itu beat-nya harus pas, hitungannya juga harus pas. Tidak bisa sembarang. Semisal ada lagu yang hitung gerakannya 5, atau 7, gerakan pun harus segera diubah. Jadi hitungan tetap 1 sampai 4 atau 8. Jadi harus pas hitungan ketukannya itu,” tambahnya.
Baca juga: 8 Cara Diet Kurus Instan, Jangan Dicoba!
Ternyata, gerak zumba ala Liza diminati para peserta. Beberapa peserta mengaku senang dengan pola gerak itu. “Zumba, itu kan Latin ya. Yang lebih penting itu dangdutnya. Kalau sudah dangdut, keren banget, rame banget,” terang Denawati, 40.
Pernyataan Dena diamini Fransiska Oktaviani Tarigan, 38. Menurutnya, bagian yang paling disukai ketika zumba dangdut ialah goyang pinggul. Dangdut jugalah yang membuat Siska betah untuk mengikuti kelas zumba.
Selain semangat ketika berolah raga, zumba dangdut membuat kalori terbakar. Selain itu, efektif menurunkan berat badan. “Sekali ikut Zumba di sini kayaknya 2 kg keluar deh,” ujar Dena sembari tertawa. “Saya sudah turun 15 kg manfaatnya,” sambung Siska.
Selain berat badan berkurang, tambah Dena, ada manfaat lebih besar, yakni tubuh semakin sehat dan bugar. “Kalau saya kesehariannya lebih fit. Jarang ada keluhan deh pokoknya,” pungkasnya. (X-7)
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Poltekes Bhakti Kencana menawarkan tiga program studi strategis yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja
KITA semua mengikuti dengan waspada perkembangan eskalasi konflik dan perang di kawasan Timur Tengah.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
TANTANGAN dalam upaya menurunkan berat badan menjadi ideal saat ini disebut semakin kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor di lingkungan.
Berat badan tak kunjung turun meski rutin olahraga? Terlalu banyak kardio, kurang istirahat, hingga pola makan bisa jadi penyebabnya. Simak penjelasannya.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
MENINGKATNYA prevalensi obesitas di Indonesia mendorong perlunya pendekatan pengendalian yang semakin adaptif terhadap perilaku dan preferensi masyarakat.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved