Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGARA di Asis seperti Singapura, Thailand, Jepang, atau Korea Selatan pasti sudah familiar menjadi tujuan wisata. Namun, bagaimana dengan Kazakhstan. Negara di Asia Tengah itu bisa juga jadi pilihan Anda lho.
Kazakhstan adalah salah satu negara yang ada di kawasan Asia Tengah dan juga berlokasi di Eropa bagian Timur.
Dulunya, Kazakhstan merupakan bagian dari Uni Soviet sebelum mendeklarasikan kemerdekaan pada 16 Desember 1991. Kazakhstan juga termasuk salah satu negara terluas ke-9 di dunia.
Baca juga : Ini Rekomendasi Tempat Wisata di Singapura yang Sering Dikunjungi Wisatawan Indonesia
Kazakhstan terkenal dengan pemandangan alamnya yang luar biasa indah. Dari Pegunungan Altai yang menawan di timur, Danau Kabanbay yang berkilauan di tenggara, hingga Gurun Pasir Aktau yang terbentang luas di barat, Kazakhstan punya segalanya untuk memuaskan mata dan jiwa kamu.
Bagi pecinta alam, Kazakhstan adalah surga. Di sini, kamu bisa trekking, hiking, panjat tebing, bersepeda, dan berkemah di tengah alam yang masih alami dan asri.
Kazakhstan sendiri termasuk negara dengan 4 musim. Ada baiknya kamu berkunjung pada Mei-Agustus karena cuaca tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Karena saat musim dingin, suhu di sana bisa mencapai -30 derajat celcius.
Baca juga : Ini Tips untuk Menghindar dari Penipuan Daring di Musim Liburan
Kazakhstan memiliki budaya yang kaya dan unik. Kamu bisa merasakan keramahan penduduk lokal, mengenal tradisi dan adat istiadat yang masih dilestarikan, dan belajar tentang sejarah Kazakhstan yang panjang dan menarik. Pasalnya, Kazakhstan adalah tempat kebudayaan Eropa dan Asia bertemu.
Cita rasa orang Kazakhstan mirip dengan masyarakat Asia lainnya. Jadi, kamu tidak akan kesulitan mengonsumsi kuliner khas Kazakhstan. Perpaduan rasa asam, manis, pedas, dan gurih dalam hidangan seperti besbarmak, shashlik, dan baursak dijamin bakal bikin kamu ketagihan.
Melakukan perjalanan ke Kazakhstan dari Indonesia tidak sulit. Bahkan, ada promo terbang ke Kazakhstan dari AirAsia AirAsia Indonesia lagi ada promo rute penerbangan dari Indonesia ke Almaty tanpa transit, lho.
Anda bisa melakukan perjalanan ke Kazhakstan dari berbagai kota besar di Indonesia. Ada rute Jakarta-Almaty (Rp3,6 Juta), Medan-Almaty Almaty (Rp3,5 Juta), Surabaya-Almaty (Rp3,5 Juta), dan Bali-Almaty (Rp3.9 Juta).
Promo dari AirAsia itu berlaku untuk pemesanan tiket dari 13-19 Mei 2024 dan untuk periode penerbangan 20 Mei 2024 hingga 31 Maret 2025. (RO/Z-1)
Musim sakura selalu menjadi salah satu periode perjalanan yang paling ditunggu wisatawan asal Indonesia.
Liburan 2026 tanpa bikin tabungan jebol? Simak tips perencanaan finansial ala HSBC agar traveling tetap nyaman tanpa mengganggu stabilitas keuangan
MENINGKATNYA mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan, mendorong perubahan pola kebutuhan perlindungan perjalanan.
Nicole Kidman merayakan status barunya dengan petualangan ke Antartika bersama anak-anaknya.
Perbedaan paling mencolok dari burnout dan post holiday blues terletak pada dampak emosional dan sikap individu terhadap tanggung jawabnya.
Keterlibatan orangtua sangat krusial dalam membangun kepercayaan diri anak saat harus beradaptasi kembali dengan lingkungan pendidikan usai periode liburan.
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
Industri pariwisata Bali bersiap menghadapi lonjakan permintaan akomodasi pada Maret 2026 seiring berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Ia menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved