Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
ILMUWAN Tiongkok mulai memetakan waktu terbaik bagi manusia untuk beraktivitas di Bulan. Mereka tidak sedang mencari zona aman dalam arti tempat yang sepenuhnya terlindungi, tetapi menentukan kapan kondisi lingkungan paling memungkinkan untuk bekerja, bergerak, dan bertahan hidup.
Penelitian dari Purple Mountain Observatory dan University of Science and Technology of China menyoroti waktu di Bulan tidak bisa disamakan dengan waktu di Bumi. Mereka mengembangkan sistem waktu khusus berbasis perhitungan relativitas, karena waktu di Bulan berjalan lebih cepat sekitar 56 mikrodetik per hari dibandingkan di Bumi.
Ilmuwan menyebut bahwa sistem ini penting untuk menjaga sinkronisasi aktivitas, mulai dari pergerakan rover hingga jadwal kerja astronot.
Ilmuwan menjelaskan tidak ada zona aman permanen di Bulan, tetapi ada waktu-waktu tertentu yang lebih aman untuk beraktivitas. Mereka menegaskan kondisi lingkungan di Bulan berubah drastis tergantung posisi Matahari.
Satu hari di Bulan berlangsung sekitar 29,5 hari di Bumi. Kondisi ini membuat perbedaan suhu menjadi ekstrem. Siang hari bisa mencapai lebih dari 100 derajat Celsius, sementara malam hari bisa turun hingga minus 170 derajat Celsius.
Ilmuwan menegaskan penentuan waktu aktivitas menjadi krusial. Pasalnya paparan radiasi dan suhu ekstrem dapat langsung berdampak pada kesehatan manusia.
Ilmuwan menyatakan radiasi di Bulan jauh lebih tinggi dibandingkan di Bumi karena tidak adanya atmosfer pelindung. Mereka menekankan paparan radiasi dalam waktu yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kerusakan sel hingga gangguan kesehatan serius.
Para ilmuan juga menjelaskan aktivitas di waktu yang salah bisa menyebabkan stres termal pada tubuh. Kondisi ini dapat memicu dehidrasi, gangguan fungsi organ, hingga risiko kematian jika tidak dikendalikan. Karena itu, ilmuwan menegaskan pengaturan waktu bukan sekadar soal efisiensi, tetapi soal keselamatan hidup manusia.
Ilmuwan menyimpulkan sistem waktu Bulan akan menjadi fondasi penting untuk misi jangka panjang, termasuk pembangunan basis manusia di sana. Mereka menyatakan bahwa tanpa standar waktu yang akurat, koordinasi antar misi dan perangkat akan berisiko kacau.
Mereka juga menegaskan penelitian ini bukan solusi instan untuk tinggal di Bulan. Tetapi langkah awal yang wajib dilakukan sebelum manusia benar-benar bisa hidup di luar Bumi.
Singkatnya, ilmuwan menegaskan bahwa bertahan di Bulan bukan soal menemukan tempat aman, tetapi soal memilih waktu yang tepat untuk hidup. (Live Science/Z-2)
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Anda tidak memerlukan alat bantu seperti teleskop untuk melihat Pink Moon karena ukurannya yang besar dan cahayanya yang sangat terang.
Amerika Serikat berkomitmen membangun pangkalan permanen di kutub selatan Bulan dengan investasi sebesar US$20 miliar (sekitar Rp338 triliun) selama tujuh tahun ke depan.
NASA resmi mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan setidaknya satu kali pendaratan di Bulan setiap tahun, yang akan dimulai pada 2027.
Ilmuwan temukan potensi kacang arab sebagai sumber pangan masa depan utama di Bulan. Cek hasil penelitian NASA terkait ketahanan legum di tanah ekstrem luar angkasa.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan peluang bagi Indonesia untuk terlibat dalam kolaborasi misi observatorium astronomi di bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved