Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Ilmuwan Tiongkok Petakan Waktu Aman di Bulan, Kunci Aktivitas Manusia di Masa Depan

Intan Safitri
27/3/2026 11:05
Ilmuwan Tiongkok Petakan Waktu Aman di Bulan, Kunci Aktivitas Manusia di Masa Depan
Ilustrasi(NASA)

ILMUWAN Tiongkok mulai memetakan waktu terbaik bagi manusia untuk beraktivitas di Bulan. Mereka tidak sedang mencari zona aman dalam arti tempat yang sepenuhnya terlindungi, tetapi menentukan kapan kondisi lingkungan paling memungkinkan untuk bekerja, bergerak, dan bertahan hidup.

Penelitian dari Purple Mountain Observatory dan University of Science and Technology of China menyoroti waktu di Bulan tidak bisa disamakan dengan waktu di Bumi. Mereka mengembangkan sistem waktu khusus berbasis perhitungan relativitas, karena waktu di Bulan berjalan lebih cepat sekitar 56 mikrodetik per hari dibandingkan di Bumi.

Ilmuwan menyebut bahwa sistem ini penting untuk menjaga sinkronisasi aktivitas, mulai dari pergerakan rover hingga jadwal kerja astronot.

Bukan Zona Aman, Tapi Waktu yang Paling Masuk Akal

Ilmuwan menjelaskan tidak ada zona aman permanen di Bulan, tetapi ada waktu-waktu tertentu yang lebih aman untuk beraktivitas. Mereka menegaskan kondisi lingkungan di Bulan berubah drastis tergantung posisi Matahari.

Satu hari di Bulan berlangsung sekitar 29,5 hari di Bumi. Kondisi ini membuat perbedaan suhu menjadi ekstrem. Siang hari bisa mencapai lebih dari 100 derajat Celsius, sementara malam hari bisa turun hingga minus 170 derajat Celsius.

Ilmuwan menegaskan penentuan waktu aktivitas menjadi krusial. Pasalnya paparan radiasi dan suhu ekstrem dapat langsung berdampak pada kesehatan manusia.

Dampak Langsung ke Kesehatan dan Keselamatan

Ilmuwan menyatakan radiasi di Bulan jauh lebih tinggi dibandingkan di Bumi karena tidak adanya atmosfer pelindung. Mereka menekankan paparan radiasi dalam waktu yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kerusakan sel hingga gangguan kesehatan serius.

Para ilmuan juga menjelaskan aktivitas di waktu yang salah bisa menyebabkan stres termal pada tubuh. Kondisi ini dapat memicu dehidrasi, gangguan fungsi organ, hingga risiko kematian jika tidak dikendalikan. Karena itu, ilmuwan menegaskan pengaturan waktu bukan sekadar soal efisiensi, tetapi soal keselamatan hidup manusia.

Langkah Awal Menuju Kehidupan di Bulan

Ilmuwan menyimpulkan sistem waktu Bulan akan menjadi fondasi penting untuk misi jangka panjang, termasuk pembangunan basis manusia di sana. Mereka menyatakan bahwa tanpa standar waktu yang akurat, koordinasi antar misi dan perangkat akan berisiko kacau.

Mereka juga menegaskan penelitian ini bukan solusi instan untuk tinggal di Bulan. Tetapi langkah awal yang wajib dilakukan sebelum manusia benar-benar bisa hidup di luar Bumi.

Singkatnya, ilmuwan menegaskan bahwa bertahan di Bulan bukan soal menemukan tempat aman, tetapi soal memilih waktu yang tepat untuk hidup. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya