Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Fokus di Permukaan Bulan, NASA Hentikan Proyek Gateway dan Kucurkan Rp338 Triliun

Nadhira Izzati A
25/3/2026 09:07
Fokus di Permukaan Bulan, NASA Hentikan Proyek Gateway dan Kucurkan Rp338 Triliun
Administrator NASA Jared Isaacman memaparkan rencana percepatan misi kembali ke Bulan di Markas Besar NASA, Washington, Selasa (24/3/2026).(Dok NASA)

ADMINISTRATOR NASA, Jared Isaacman, mengumumkan peta jalan baru yang ambisius untuk mempercepat kehadiran manusia di Bulan. Dalam paparan di Markas Besar NASA, Selasa (24/3), Isaacman menegaskan komitmen Amerika Serikat (AS) untuk membangun pangkalan permanen di kutub selatan Bulan dengan investasi sebesar US$20 miliar (sekitar Rp338 triliun) selama tujuh tahun ke depan.

Perubahan Strategi: Prioritas di Permukaan, bukan Orbit

Salah satu poin paling krusial dalam kebijakan baru ini adalah keputusan NASA untuk menghentikan sementara pembangunan stasiun luar angkasa Gateway, yang sedianya berada di orbit Bulan. 

Komponen-komponen Gateway akan dialihkan fungsinya guna memperkuat infrastruktur di daratan Bulan.

Langkah ini diambil untuk menyelaraskan sumber daya dengan kebijakan ruang angkasa nasional yang kini mengutamakan operasi berkelanjutan langsung di permukaan.

"Seharusnya tidak mengejutkan siapa pun bahwa kami menghentikan sementara Gateway dalam bentuknya yang sekarang dan berfokus pada infrastruktur yang mendukung operasi berkelanjutan di permukaan bulan," ujar Isaacman.

Meski mengakui adanya tantangan teknis dalam pengalihan perangkat keras tersebut, Isaacman optimis dukungan dari mitra internasional dapat dialihkan untuk menyukseskan tujuan baru ini.

Tiga Fase Pembangunan Pangkalan Bulan

NASA TV--Tiga tahap NASA pembangunan pangkalan di Bulan.

Rencana pembangunan infrastruktur permanen ini akan dibagi menjadi tiga tahap utama:

  1. Fase Pertama (Eksperimen & Mobilitas): NASA akan melakukan pendaratan besar-besaran untuk mengirimkan berbagai rover, instrumen teknologi, dan muatan sains. Fokusnya adalah menguji sistem navigasi, komunikasi, dan mobilitas di medan Bulan.
  2. Fase Kedua (Habitat & Operasional): Pengembangan habitat dan infrastruktur pendukung guna memungkinkan astronot menjalankan misi rutin secara aman.
  3. Fase Ketiga (Keberadaan Permanen): Mewujudkan infrastruktur mandiri yang mendukung eksistensi manusia secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Teknologi Nuklir dan Misi Skyfall Mars

Selain fokus di Bulan, NASA memperkenalkan misi Skyfall ke Mars pada 2028. Misi ini akan menguji reaktor fisi nuklir SR-1 untuk menggerakkan helikopter penelitian di atmosfer Mars. 

Teknologi nuklir yang sama nantinya akan diadaptasi sebagai sumber energi utama bagi pangkalan di Bulan.

Persaingan Global

Isaacman menegaskan bahwa percepatan ini merupakan respons terhadap persaingan ruang angkasa global, khususnya dengan Tiongkok. Dengan target pendaratan berawak setiap enam bulan, NASA bertekad menjadikan Bulan sebagai pijakan sebelum menuju Mars.

"Kali ini, tujuannya bukan bendera dan jejak kaki. Kali ini, tujuannya adalah untuk menetap. Amerika tidak akan pernah lagi melepaskan Bulan," pungkasnya. (Spaceflight Now, ABS-CBN/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya