Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan setidaknya satu kali pendaratan di Bulan setiap tahun, yang akan dimulai pada 2027.
Langkah ini merupakan bagian dari pembaruan program Artemis yang mencakup standardisasi konfigurasi roket Space Launch System (SLS) serta penambahan misi baru.
“Pengumuman ini memperkuat pembaruan program Artemis, termasuk standarisasi konfigurasi roket SLS (Space Launch System), penambahan satu misi pada 2027, serta pelaksanaan pendaratan di permukaan Bulan setiap tahun setelahnya,” tulis pernyataan resmi NASA, Selasa.
Seiring dengan target baru tersebut, NASA melakukan perubahan strategi besar dalam eksplorasi antariksa mereka.
Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan bahwa lembaga tersebut membatalkan rencana pembangunan stasiun luar angkasa Lunar Gateway di orbit Bulan.
Kini, fokus utama program dialihkan sepenuhnya pada pembangunan infrastruktur langsung di permukaan Bulan.
Sebelumnya, proyek Gateway dirancang sebagai stasiun luar angkasa pertama di orbit Bulan melalui kerja sama internasional.
Fasilitas tersebut sedianya diproyeksikan menjadi pusat uji coba teknologi bagi keberlangsungan hidup manusia jangka panjang di luar angkasa sekaligus pendukung misi masa depan menuju Mars. (Ant/Z-1)
Ilmuwan temukan potensi kacang arab sebagai sumber pangan masa depan utama di Bulan. Cek hasil penelitian NASA terkait ketahanan legum di tanah ekstrem luar angkasa.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan peluang bagi Indonesia untuk terlibat dalam kolaborasi misi observatorium astronomi di bulan.
Tiongkok melirik kawasan Rimae Bode sebagai lokasi pendaratan misi berawak pertamanya ke Bulan. Wilayah ini disebut menyimpan 'emas ilmiah' dari inti Bulan.
Terobosan baru NASA Artemis! Peneliti gunakan laser 3D printing untuk menyulap debu regolith menjadi bangunan kokoh di Bulan.
BMKG memastikan akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia.
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
Astronom berhasil mengungkap pemicu ledakan dahsyat di Matahari melalui misi Solar Orbiter. Ternyata, solar flare dipicu oleh rangkaian gangguan magnetik kecil.
Astronom berhasil abadikan fase 'remaja' sistem planet yang penuh kekacauan menggunakan teleskop ALMA. Temuan ini jelaskan asal-usul Bulan dan Sabuk Kuiper.
Astronom temukan awan gas logam raksasa yang menyelimuti bintang serupa Matahari. Diduga berasal dari tabrakan antarplanet yang dahsyat.
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved