Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DI saat Amerika Serikat (AS) ambisius membangun pangkalan permanen di Bulan, eksistensi mereka di orbit yang lebih dekat dengan rumah justru terancam. Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang telah menjadi rumah bagi hampir 300 astronaut selama 25 tahun, dijadwalkan pensiun pada 2030. Namun, hingga kini, penggantinya belum juga siap meluncur.
Kesenjangan kehadiran manusia di orbit rendah Bumi (Low-Earth Orbit/LEO) bukan sekadar masalah sains. Para ahli memperingatkan adanya risiko keamanan nasional yang serius jika AS kehilangan pijakan di sana.
Saat ini, Tiongkok telah mengoperasikan stasiun luar angkasa baru yang canggih bernama Tiangong. Jika ISS berhenti beroperasi tanpa pengganti dari AS, Tiangong akan menjadi satu-satunya laboratorium di LEO. Hal ini dikhawatirkan akan memaksa teknologi ruang angkasa global berevolusi mengikuti standar Tiongkok.
"Ini adalah ekspresi nilai-nilai kita, saya menyebutnya soft power," ujar Dylan Taylor, CEO Voyager Technologies. "China memiliki stasiun baru yang canggih... sangat penting bagi kita untuk mempertahankan kehadiran manusia secara berkelanjutan di orbit."
Rencana NASA untuk menyerahkan pengelolaan LEO kepada sektor swasta (komersialisasi) menghadapi banyak kendala. Sepanjang tahun 2025, proses penunjukan Administrator NASA yang baru, Jared Isaacman, sempat tersendat. Selain itu, penutupan pemerintah (government shutdown) terlama dalam sejarah AS pada tahun yang sama turut menunda pengajuan proposal dari perusahaan swasta.
Menanggapi situasi ini, Senat AS bahkan mengusulkan untuk memperpanjang pendanaan ISS hingga 2032. Langkah ini diambil karena belum ada kepastian kapan stasiun komersial siap beroperasi.
Di tengah ketidakpastian, beberapa perusahaan swasta mulai mempercepat langkah mereka:
Meski demikian, banyak pihak meragukan perusahaan-perusahaan ini dapat bertahan tanpa kontrak besar dari NASA, mengingat pemerintah tetap akan menjadi pelanggan utama di orbit.
Kondisi fisik ISS yang mulai menua, ditandai dengan kebocoran dan hantaman mikrometeoroid, membuat pemeliharaan semakin mahal. Namun, membiarkan orbit kosong tanpa kehadiran AS dianggap sebagai bencana ekonomi dan politik.
"Banyak orang berpikir keamanan nasional hanya bertumpu pada militer, tapi sejujurnya, keamanan nasional dan kemakmuran ekonomi berjalan beriringan," tegas Dr. Heather Pringle, CEO Space Foundation.
Tanpa stasiun pengganti yang siap pada waktunya, astronaut Amerika terancam "terdampar" di Bumi untuk waktu yang lama, memutus rekor kehadiran manusia di luar angkasa yang telah terjaga selama 26 tahun terakhir. (CNN/Z-2)
Ilmuwan teliti jamur Cladosporium sphaerospermum dari Chernobyl di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sebagai potensi perisai radiasi mandiri bagi astronot.
Dalam misi ini, wahana antariksa Cygnus XL milik Northrop Grumman akan diangkut menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX melalui Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral, Florida.
Awak Ekspedisi 74 di ISS fokus pada studi CIPHER untuk kesehatan jangka panjang astronaut serta peluncuran CubeSat karya pelajar dari lima negara.
Penasaran bagaimana cara menjadi astronot NASA? Simak syarat ketat, proses seleksi dari 18.000 pelamar, hingga tantangan pelatihan menuju Bulan dan Mars.
NASA memberi lampu hijau misi Axiom Mission 5 ke ISS pada 2027. Misi ini menandai peralihan eksplorasi orbit Bumi ke sektor komersial.
NASA di bawah Jared Isaacman siapkan pangkalan di Bulan dengan investasi US$20 miliar. Targetkan hunian astronot dan misi ke Mars.
NASA mengumumkan bahwa mereka akan mengembangkan Skyfall untuk peluncuran tahun 2028.
Robot Perseverance NASA temukan bukti sungai purba di Mars. Penemuan ini memperkuat teori Mars dulu hangat dan berair.
Perubahan definisi sains umumnya memerlukan perdebatan panjang dan pemungutan suara oleh para ilmuwan dari seluruh dunia, bukan melalui perintah eksekutif.
Amerika Serikat berkomitmen membangun pangkalan permanen di kutub selatan Bulan dengan investasi sebesar US$20 miliar (sekitar Rp338 triliun) selama tujuh tahun ke depan.
NASA resmi mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan setidaknya satu kali pendaratan di Bulan setiap tahun, yang akan dimulai pada 2027.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved