Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA perusahaan sedang berupaya menyediakan penjelajah Bulan berikutnya milik NASA untuk misi berawak yang direncanakan pada akhir dekade ini. Demikian dikatakan badan antariksa tersebut pada Rabu (3/4).
Intuitive Machines berbasis di Texas yang mendaratkan robot di dekat kutub selatan Bulan pada Februari, Lunar Outpost di Colorado, dan Venturi Astrolab di California telah ditugaskan untuk mengembangkan desain berdasarkan kontrak dengan nilai potensi maksimum gabungan sebesar US$4,6 miliar.
Badan antariksa AS mengantisipasi pemberian perintah tugas demonstrasi kepada salah satu dari tiga perusahaan. Ini berarti uji coba Lunar Terrain Vehicle (LTV) mereka di permukaan Bulan sebelum kedatangan kru untuk misi Artemis 5 yang sekarang ditetapkan untuk 2030. Hal tersebut diputuskan berdasarkan permintaan anggaran terbaru NASA.
Baca juga : Amerika Serikat Minta NASA Ciptakan Standar Waktu Bulan, Apa Tujuannya?
"Kami sedang membangun kemampuan yang diperlukan untuk melakukan eksplorasi jangka panjang dan kehadiran Bulan," kata Jacob Bleacher, kepala ilmuwan eksplorasi NASA kepada wartawan. "Saya suka membayangkan pemandangan yang LTV bisa kita lihat dari permukaan Bulan."
Meskipun kontrak tersebut diberikan kepada perusahaan yang relatif baru, mereka telah bermitra dengan pemain yang lebih mapan di industri kedirgantaraan. Intuitive Machines mengatakan pihaknya telah diberi dana awal sebesar US$30 juta untuk mengembangkan prototipenya--disebut Reusable Autonomous Crewed Exploration Rover (RACER)--dengan rekan satu tim termasuk AVL, Boeing, Michelin, dan Northrop Grumman.
Astrolab mengatakan kontraknya bisa bernilai hingga US$1,9 miliar--meski tidak menyebutkan jumlah yang diberikan pada awalnya--untuk penjelajah Fleksibel Logistik dan Eksplorasi (FLEX). Ini dibangun bersama dengan Axiom Space dan Odyssey Space Research. Desain awal penjelajahnya dipamerkan pada 2022.
Baca juga : Ratusan Ribu Warga Florida Siap Saksikan Peluncurkan Roket NASA ke Bulan
"Penjelajah FLEX dirancang untuk membawa dua astronot yang cocok, mendukung eksplorasi ilmiah dengan lengan robot, melakukan logistik kargo, dan tahan terhadap suhu ekstrem di Kutub Selatan bulan," kata perusahaan itu dalam suatu pernyataan.
Lunar Outpost bekerja sama dengan Lockheed Martin, General Motors, Goodyear dan MDA Space, dengan tim yang secara kolektif disebut Lunar Dawn pada Lunar Dawn LTV. "Kami memanfaatkan teknologi mutakhir dan kekuatan industri otomotif untuk menyediakan kendaraan off-road sejati yang memungkinkan kita hidup dan bekerja di permukaan Bulan," kata CEO perusahaan Justin Cyrus.
Lunar Outpost berencana untuk menempatkan penjelajah mini tanpa awak di Bulan akhir tahun ini. Ini sebagai bagian dari misi pendarat Intuitive Machines berikutnya.
Baca juga : NASA Tunda Pendaratan Berawak di Bulan Hingga 2025
NASA mengatakan pihaknya akan membeli layanan dari perusahaan-perusahaan tersebut dibandingkan membeli perangkat keras mereka. Ini model kontrak yang semakin disukai untuk mengurangi biaya dan merangsang ekonomi ruang angkasa yang lebih luas. Pada akhirnya, perusahaan yang dipilih juga dapat memiliki klien dari sektor swasta.
AS berencana mengembalikan astronaut ke Bulan dan membangun kehadiran berkelanjutan di sana di bawah program Artemis. Artemis ialah nama saudara perempuan Apollo dalam mitologi Yunani.
Misi berawak pertama, Artemis 3, direncanakan mendarat pada 2026, meskipun secara luas diasumsikan bahwa jangka waktunya terlalu optimis. Tiongkok juga berencana mengirim awak ke Bulan pada 2030 seiring dengan semakin memanasnya perlombaan antariksa. (AFP/Z-2)
Fenomena astronomi langka akan kembali terjadi: Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026.
NASA berupaya menghubungi kembali pengorbit Mars MAVEN yang mendadak diam sejak Desember lalu. Peluang pemulihan menipis setelah kegagalan deteksi terbaru.
BADAN Antariksa Amerika Serikat, NASA, memasuki tahap akhir persiapan misi Artemis II, yang menandai dimulainya kembalinya manusia ke sekitar Bulan setelah lebih dari setengah abad
NASA menyebut durasi totalitas gerhana matahari pada 2 Agustus 2027 diperkirakan mencapai sekitar 6 menit 23 detik.
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi sains nasional di Amerika Serikat untuk memahami apakah kita sendirian di alam semesta.
Seiring mendekati jadwal peluncuran, NASA bersiap memindahkan roket Space Launch System (SLS) dan wahana Orion ke landasan peluncuran Launch Pad 39B di Kennedy Space Center
China berhasil meluncurkan Chang’e 6 pada 3 Mei 2024 dengan tujuan mengambil sampel batuan di sisi terjauh bulan atau sisi bulan yang tidak terlihat dari bumi
Jepang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa SLIM yang dijuluki "Moon Sniper" di permukaan Bulan pada Januari lalu.
Jika berhasil, ini merupakan pendaratan pertama Amerika di permukaan bulan sejak akhir era Apollo lima dekade lalu, dan yang pertama oleh industri swasta.
BADAN Antariksa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) berhasil melakukan pendaratan pesawat luar angkasa "Moon Sniper" di bulan pada Sabtu, (20/1).
Dengan misi Smart Lander for Investigating Moon (SLIM), Jepang ingin menjadi negara kelima yang melakukan pendaratan lunak (soft landing) yang sangat rumit di permukaan berbatu Bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved