Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Doomscrolling: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

 Gana Buana
20/11/2025 16:57
Doomscrolling: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Pengertian Doomscrolling, penyebab dan dampak buruknya.(Freepik)

DOOMSCROLLING adalah istilah yang menggambarkan kebiasaan terus-menerus membaca berita atau konten negatif di internet, terutama melalui media sosial. Fenomena ini semakin sering terjadi di era digital, ketika informasi dapat diakses tanpa batas selama 24 jam.

Meski terlihat sepele, doomscrolling dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang.

Apa Itu Doomscrolling?

Doomscrolling berasal dari dua kata bahasa Inggris: doom yang berarti sesuatu yang buruk atau mengancam, dan scrolling yang berarti menggulir layar. Kombinasi keduanya merujuk pada kebiasaan seseorang terus membaca berita buruk meskipun membuat perasaan menjadi semakin cemas, sedih, atau tidak nyaman.

Perilaku ini biasanya terjadi tanpa sadar, terutama ketika seseorang ingin tetap mendapatkan informasi terbaru, namun justru terjebak dalam arus konten negatif.

Mengapa Doomscrolling Terjadi?

Ada beberapa faktor yang membuat doomscrolling sulit dihentikan:

1. Dorongan Rasa Ingin Tahu

Otak manusia secara alami tertarik pada informasi yang dianggap penting atau mengancam. Ini merupakan respons evolusi untuk bertahan hidup.

2. Algoritma Media Sosial

Platform digital menampilkan konten yang memicu emosi kuat agar pengguna terus menggulir. Konten negatif sering kali lebih menarik perhatian.

3. Kecemasan dan Ketidakpastian

Saat menghadapi situasi tidak pasti, seperti pandemi atau krisis ekonomi, orang cenderung mencari berita terus-menerus untuk merasa aman.

4. Fear of Missing Out (FOMO)

Takut ketinggalan informasi penting membuat seseorang semakin sulit berhenti.

Dampak Buruk Doomscrolling

Doomscrolling memiliki berbagai dampak negatif, terutama pada kesehatan mental:

1. Meningkatkan Stres dan Kecemasan

Membaca berita negatif berulang kali dapat memicu stres emosional.

2. Gangguan Tidur

Waktu tidur bisa terganggu karena kebiasaan scrolling di malam hari.

3. Overthinking dan Burnout

Konsumsi informasi negatif secara terus-menerus membuat otak lelah dan sulit fokus.

4. Persepsi Dunia yang Lebih Kelam

Orang yang sering doomscrolling cenderung melihat dunia sebagai tempat yang lebih negatif dari kenyataan.

Cara Mengatasi Doomscrolling

Berikut beberapa langkah efektif untuk mengendalikan kebiasaan doomscrolling:

1. Tetapkan Batas Waktu Media Sosial

Gunakan fitur app timer atau digital wellbeing untuk membatasi durasi harian.

2. Kurasi Sumber Berita

Pilih media yang kredibel dan hindari konten sensasional.

3. Isi Waktu Luang dengan Aktivitas Positif

Ganti kebiasaan scrolling dengan membaca buku, olahraga ringan, berkebun, atau aktivitas santai lainnya.

4. Terapkan Digital Detox

Istirahat dari gadget secara berkala untuk menyegarkan pikiran.

5. Gunakan Mode Fokus di Ponsel

Fitur ini membantu mengurangi distraksi saat bekerja atau beristirahat.

Kesimpulan

Doomscrolling adalah fenomena digital yang semakin umum terjadi di era media sosial. Meskipun sering tak disadari, kebiasaan ini dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Dengan memahami apa itu doomscrolling serta cara mengatasinya, kita bisa lebih bijak dalam mengonsumsi informasi dan menjaga keseimbangan hidup. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik