Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOOMSCROLLING adalah istilah yang menggambarkan kebiasaan terus-menerus membaca berita atau konten negatif di internet, terutama melalui media sosial. Fenomena ini semakin sering terjadi di era digital, ketika informasi dapat diakses tanpa batas selama 24 jam.
Meski terlihat sepele, doomscrolling dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang.
Doomscrolling berasal dari dua kata bahasa Inggris: doom yang berarti sesuatu yang buruk atau mengancam, dan scrolling yang berarti menggulir layar. Kombinasi keduanya merujuk pada kebiasaan seseorang terus membaca berita buruk meskipun membuat perasaan menjadi semakin cemas, sedih, atau tidak nyaman.
Perilaku ini biasanya terjadi tanpa sadar, terutama ketika seseorang ingin tetap mendapatkan informasi terbaru, namun justru terjebak dalam arus konten negatif.
Ada beberapa faktor yang membuat doomscrolling sulit dihentikan:
Otak manusia secara alami tertarik pada informasi yang dianggap penting atau mengancam. Ini merupakan respons evolusi untuk bertahan hidup.
Platform digital menampilkan konten yang memicu emosi kuat agar pengguna terus menggulir. Konten negatif sering kali lebih menarik perhatian.
Saat menghadapi situasi tidak pasti, seperti pandemi atau krisis ekonomi, orang cenderung mencari berita terus-menerus untuk merasa aman.
Takut ketinggalan informasi penting membuat seseorang semakin sulit berhenti.
Doomscrolling memiliki berbagai dampak negatif, terutama pada kesehatan mental:
Membaca berita negatif berulang kali dapat memicu stres emosional.
Waktu tidur bisa terganggu karena kebiasaan scrolling di malam hari.
Konsumsi informasi negatif secara terus-menerus membuat otak lelah dan sulit fokus.
Orang yang sering doomscrolling cenderung melihat dunia sebagai tempat yang lebih negatif dari kenyataan.
Berikut beberapa langkah efektif untuk mengendalikan kebiasaan doomscrolling:
Gunakan fitur app timer atau digital wellbeing untuk membatasi durasi harian.
Pilih media yang kredibel dan hindari konten sensasional.
Ganti kebiasaan scrolling dengan membaca buku, olahraga ringan, berkebun, atau aktivitas santai lainnya.
Istirahat dari gadget secara berkala untuk menyegarkan pikiran.
Fitur ini membantu mengurangi distraksi saat bekerja atau beristirahat.
Doomscrolling adalah fenomena digital yang semakin umum terjadi di era media sosial. Meskipun sering tak disadari, kebiasaan ini dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Dengan memahami apa itu doomscrolling serta cara mengatasinya, kita bisa lebih bijak dalam mengonsumsi informasi dan menjaga keseimbangan hidup. (Z-10)
Konten di media sosial bisa berupa teks, foto, video, suara, atau siaran langsung, dan interaksi dilakukan melalui like, komentar, share, atau pesan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Kemkomdigi bergerak cepat merespons keresahan publik terkait isu dugaan kebocoran data pengguna Instagram dan keamanan fitur reset kata sandi.
Sedang mencari kata kata gamon yang mewakili perasaanmu? Temukan kumpulan caption gagal move on paling menyentuh dan aesthetic untuk media sosial di sini.
DENSUS 88 Antiteror mengidentifikasi sekitar 70 anak di Indonesia terpapar ideologi kekerasan ekstrem.
Densus 88 Antiteror Polri merilis daftar 27 grup media sosial yang menyebarkan ideologi ekstrem seperti Neo Nazi kepada anak-anak. Simak daftarnya.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
DJKI Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, kembali menggaungkan pentingnya pembentukan regulasi internasional yang mengatur distribusi royalti hak cipta di era digital.
Menurut dia, era digital tidak boleh menggeser nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
Ratusan guru dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti rangkaian pelatihan pendidikan yang menekankan pentingnya kreativitas dan refleksi dalam pembelajaran.
ANAK-ANAK Indonesia hari ini bukan hanya sebagai pewaris bangsa, melainkan juga arsitek utama masa depannya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved