Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Fenomena langit yang menakjubkan, Supermoon, diperkirakan kembali menghiasi langit malam pada Rabu, 5 November 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Planetarium Jakarta telah merilis jadwal dan informasi lengkap untuk menyaksikan peristiwa langka ini.
Menurut keterangan dari akun resmi Tanda Waktu BMKG (@tandawaktubmkg), fase Purnama Perigee, atau yang dikenal sebagai Supermoon akan berlangsung pada pukul 20.19 WIB atau 21.19 Wita. Saat itu, jarak antara Bumi dan Bulan mencapai sekitar 356.980 kilometer. Kondisi ini membuat ukuran Bulan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibandingkan purnama biasa, dengan semi-diameter mencapai 16' 43,87".
BMKG juga mencatat bahwa Bulan akan mencapai titik Perigee, yaitu posisi terdekatnya dengan Bumi, pada Kamis, 6 November 2025, pukul 05.28 WIB atau 06.28 Wita. Pada waktu tersebut, jarak antara Bumi dan Bulan menjadi 356.833 kilometer, yang merupakan jarak terpendek sepanjang tahun 2025. Dibandingkan dengan Purnama Apogee (saat Bulan berada di titik terjauh) pada 13 April 2025, Supermoon kali ini akan terlihat sekitar 14 persen lebih besar di langit malam.
Untuk memperoleh pengalaman terbaik, BMKG menyarankan masyarakat menyaksikan Supermoon secara langsung tanpa alat bantu dari lokasi dengan langit cerah dan minim polusi cahaya. Waktu pengamatan ideal dimulai sejak Bulan terbit hingga mencapai puncak kecerahan, sekitar pukul 20.00 WIB atau 21.00 Wita.
Tempat terbuka seperti pantai, perbukitan, atau halaman luas direkomendasikan agar pandangan ke langit tidak terhalang. Bagi yang ingin melihat lebih detail, penggunaan teleskop atau kamera dengan lensa panjang sangat dianjurkan untuk menangkap permukaan Bulan dengan lebih jelas.
Sementara itu, warga Jakarta dan sekitarnya dapat menikmati Supermoon melalui kegiatan khusus yang digelar Planetarium dan Observatorium Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM). Acara bertajuk “Piknik Malam Bersama Supermoon” ini akan berlangsung pada Rabu, 5 November 2025, pukul 17.00-21.00 WIB.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis, meliputi pertunjukan planetarium mini, talkshow serta diskusi astronomi, dan sesi pengamatan langsung Supermoon serta Planet Saturnus menggunakan teleskop pandu. Sesi pengamatan Supermoon dan Planet Saturnus dijadwalkan berlangsung antara pukul 20.00-21.00 WIB, menyesuaikan dengan kondisi cuaca di lokasi pengamatan. (Instagram @infobmkg, @tandawaktubmkg, @planetariumjkt/Z-10)
Bagi para pemburu gerhana dan pengamat langit, tentunya rangkaian langka yang belum terjadi sejak 2008-2010 menawarkan banyak kesempatan untuk menyaksikan fenomena
Panduan Aman Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026
FENOMENA astronomi fenomena langit malam Snow Moon pada 1 Februari 2026 yakni okultasi bulan
Aurora dikenal sebagai salah satu fenomena alam paling indah di dunia. Cahaya berwarna hijau, ungu, hingga merah muda yang menari di langit malam ini kerap terlihat di negara-negara dekat kutub.
Mulai 2026 hingga 2028 akan terjadi enam gerhana Matahari beruntun, terdiri dari gerhana total dan cincin api. Simak jadwal, lokasi, dan fakta menariknya di sini.
Sebuah meteor terekam melintas di langit malam di atas Gunung Fuji, Jepang, pada 26 Desember 2025. Video viral ini memicu diskusi dan kekaguman warganet di media sosial.
IKN untuk pertama kalinya menjadi lokasi rukyatul hilal penentuan 1 Ramadan 1447 H. BMKG Kaltim menyebut hilal belum terlihat karena masih di bawah ufuk.
BMKG merilis prakiraan cuaca Jakarta hari ini, 18 Februari 2026. Waspada potensi hujan petir di pagi dan siang hari serta hujan merata di seluruh wilayah.
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG Palembang peringatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Sumsel & Banyuasin pada 18-21 Februari 2026. Simak risiko pelayarannya.
BMKG peringatkan gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sumatera Utara 18–20 Feb 2026. Nelayan diminta waspada terhadap keselamatan pelayaran.
Tim pemantau hilal dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang melaporkan bahwa fenomena hilal tidak terlihat di wilayah Malang, Jawa Timur, pada sore hari, Selasa (17/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved