Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH tim astronom dari Taiwan, Kanada, Amerika Serikat (AS), dan Prancis menemukan 128 bulan baru pada 2023 menggunakan Teleskop Hawaii Kanada Prancis (CFHT). Namun, bulan-bulan itu tidak diakui secara resmi oleh Persatuan Astronomi Internasional, badan pengatur untuk urusan semacam itu, sampai Selasa (11/3).
Sebagian besar bulan tidak beraturan dan kecil, hanya beberapa mil. Sebagai perbandingan, bulan kita memiliki diameter 2.159 mil (3.475 kilometer). Tetapi mereka telah membuktikan orbit di sekitar Saturnus, yang merupakan elemen kunci dari pencalonan bulan resmi
"Bulan-bulan ini berukuran beberapa kilometer dan kemungkinan semua fragmen dari sejumlah kecil bulan yang awalnya ditangkap yang hancur karena tabrakan hebat, baik dengan bulan Saturnus lainnya atau dengan komet yang lewat," kata Brett Gladman, profesor di departemen fisika dan astronomi Universitas British Columbia.
Mungkin yang paling mengesankan, penemuan 128 bulan baru ini bukan pertama kalinya tim ini menambah jumlah bulan Saturnus. Antara 2019 dan 2021, pengamatan tim dengan CFHT menghasilkan penambahan 62 bulan ke dalam hitungan Saturnus.
“Dengan pengetahuan bahwa ini mungkin bulan, dan kemungkinan ada lebih banyak lagi yang menunggu untuk ditemukan, kami mengunjungi kembali bidang langit yang sama selama tiga bulan berturut-turut pada tahun 2023. Tentu saja, kami menemukan 128 bulan baru,” kata pemimpin peneliti Edward Ashton, rekan pascadoktoral di Institut Astronomi dan Astrofisika di Academia Sinica.
Bulan pertama Saturnus, Titan, ditemukan pada 1655 oleh Christiaan Huygens dan dalam dekade berikutnya, Jean-Dominique Cassini menemukan Iapetus, Rhea, Dione dan Tethys. Butuh satu abad lagi atau lebih untuk bulan-bulan berikutnya ditemukan: William Herschel melihat Mimas dan Enceladus pada 1789.
Selama 200 tahun berikutnya, peningkatan teknologi yaitu penemuan fotografi, pengembangan teleskop besar, dan peluncuran wahana luar angkasa seperti Voyager 1, Voyager 2 dan Cassini, memungkinkan kita untuk melihat lebih banyak bulan Saturnus. (space.com/Z-1)
Pada 28 Februari, enam planet akan muncul sesaat setelah matahari terbenam. Enam planet tersebut, yaitu Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter.
Melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan menemukan bahwa planet raksasa gas ternyata memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh melampaui teori-teori sebelumnya.
Pemetaan semacam ini dipandang sebagai terobosan signifikan karena memungkinkan para ilmuwan untuk memahami kondisi atmosfer di luar tata surya.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para ilmuwan NASA kembali membuat terobosan besar dalam dunia astronomi.
Berbeda dengan Bumi yang memiliki lempeng tektonik yang saling bertabrakan atau menjauh, Bulan hanya memiliki satu kerak yang utuh dan berkesinambungan.
NASA izinkan astronaut bawa iPhone ke Bulan dalam misi Artemis 2026. Simak aturan berat, tantangan radiasi, dan suhu ekstrem di permukaan lunar.
Elon Musk berencana membangun pabrik satelit AI di Bulan menggunakan sumber daya lunar. Ia mengusulkan penggunaan "ketapel" elektromagnetik untuk meluncurkan satelit.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved