Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG anak perempuan berusia 10 tahun dari Inggris membuat penemuan yang mengejutkan. Tegan secara tak terduga menemukan jejak kaki dinosaurus di sebuah pantai di wilayah selatan Wales, negara di barat laut Eropa; bagian dari Britania Raya.
Penemuan ini terjadi saat Tegan sedang berjalan-jalan bersama ibunya, Claire, di sekitar pantai yang tidak jauh dari rumah lama ibunya.
"Kami hanya keluar untuk mencari-cari apa yang bisa kami temukan, tanpa harapan akan menemukan sesuatu yang signifikan," ujar Tegan dalam wawancara dengan BBC.
Baca juga : Taylor Swift Terkejut Dengar Serangan Pisau di Southport Menewaskan Tiga Anak
"Kami menemukan lubang-lubang besar yang bentuknya menyerupai jejak kaki dinosaurus. Ibu saya kemudian mengambil beberapa foto, dan setelah itu mengirimkannya ke museum. Ternyata, jejak tersebut memang milik dinosaurus berleher panjang," tambahnya dengan penuh antusias.
Claire mengatakan penemuan tersebut merupakan sesuatu yang benar-benar luar biasa dan tidak terduga. Pantai tersebut, yang sebelumnya dikenal pernah dihuni hewan-hewan prasejarah, kini kembali menarik perhatian para ilmuwan dengan temuan baru ini.
Setelah menyadari apa yang mereka temukan mungkin sesuatu yang penting, Claire segera mengirim email kepada Cindy Howells, seorang ahli dinosaurus dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di wilayah Wales, untuk meminta konfirmasi.
Baca juga : Protes Sayap Kanan di Southport Berujung Kekerasan Setelah Serangan Pisau Mematikan
Jejak kaki yang ditemukan Tegan ternyata memiliki panjang sekitar 75 sentimeter, ukuran yang cukup besar untuk menandai keberadaan dinosaurus di tempat tersebut. Berdasarkan analisis awal, jejak ini diyakini berasal dari dinosaurus jenis Camelotia, yang hidup sekitar 200 juta tahun lalu selama periode Triasik akhir.
Camelotia dikenal sebagai dinosaurus herbivora yang memiliki leher panjang dan berjalan dengan kedua kaki belakangnya, meskipun ia juga bisa menggunakan keempat kakinya saat mencari makanan.
Menurut laporan dari WION, Camelotia adalah salah satu jenis dinosaurus yang cukup jarang ditemukan jejak kakinya di wilayah tersebut. Temuan ini kemudian menarik perhatian para ahli paleontologi, termasuk Cindy Howells, yang juga merupakan kurator paleontologi di Museum Nasional Wales. Howells segera bekerja sama dengan timnya untuk memverifikasi keaslian jejak kaki tersebut.
Baca juga : Jumlah Anak Tewas dalam Serangan Pisau di Southport, Inggris Bertambah
"Jejak ini diklaim asli karena pola langkahnya yang konsisten. Jika itu hanya lubang acak, kami akan lebih skeptis. Namun, jejak ini menunjukkan pola yang jelas dengan kaki kiri dan kaki kanan bergantian, yang menegaskan bahwa ini adalah jejak kaki asli dari dinosaurus," jelas Howells.
Howells menjelaskan Camelotia adalah salah satu dinosaurus dari keluarga sauropoda, yang memiliki tubuh besar dan berat, serta leher dan ekor yang sangat panjang. Mereka adalah pemakan tumbuhan yang hidup di daratan Eropa sekitar 208,5 hingga 201,3 juta tahun lalu, pada periode Triasik akhir.
Fosil-fosil Camelotia telah ditemukan di berbagai lokasi, termasuk di Inggris, dan menurut Howells, spesies ini memiliki tinggi sekitar 3 meter dan panjang antara 4 hingga 5 meter. Camelotia biasanya berjalan dengan kedua kaki belakangnya, tetapi juga mampu berjalan dengan keempat kakinya saat mencari makanan di tanah.
Baca juga : 2 Anak Tewas dan 9 Terluka Saat Serangan Pisau di Workshop Tari
Penemuan ini tidak hanya menjadi peristiwa penting bagi Tegan dan keluarganya, tetapi juga membuka peluang baru bagi penelitian ilmiah di wilayah tersebut.
Pantai di Wales yang selama ini dianggap sebagai lokasi wisata biasa, kini menjadi pusat perhatian para ahli paleontologi yang ingin mempelajari lebih dalam tentang kehidupan dan lingkungan hewan prasejarah seperti Camelotia.
Temuan jejak kaki ini memungkinkan para ilmuwan untuk merekonstruksi perilaku dan pola migrasi dinosaurus di masa lalu, serta memahami lebih baik bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan yang ada pada waktu itu.
Selain itu, penemuan ini juga menginspirasi minat yang lebih besar di kalangan masyarakat umum, terutama di kalangan anak-anak, untuk belajar lebih banyak tentang dinosaurus dan sejarah bumi.
Kisah Tegan menjadi contoh nyata bagaimana penemuan yang signifikan bisa terjadi kapan saja dan oleh siapa saja, termasuk oleh seorang anak yang hanya bermaksud menikmati waktu di alam bersama keluarganya.
Temuan jejak kaki ini telah memicu minat dari berbagai institusi ilmiah dan museum di seluruh dunia, yang kini tertarik untuk melihat lebih dekat temuan ini dan potensi adanya jejak kaki dinosaurus lainnya di kawasan tersebut. Pemerintah daerah juga berencana untuk melindungi situs ini dan menjadikannya sebagai tempat penelitian dan pendidikan bagi generasi mendatang. (BBC/Z-3)
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Salah satu indikator utama seorang anak telah mencapai tahap adiksi adalah kehilangan kontrol diri yang akut.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
KABAR bohong atau hoaks mengenai pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Kent, Inggris, mulai Mei 2026 akibat wabah meningitis, beredar luas di media sosial.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved