Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
TAYLOR Swift mengatakan “benar-benar terkejut” setelah serangan pisau di sebuah kelas tari yang merayakan musik penyanyi AS tersebut di Southport, Inggris, menyebabkan tiga anak tewas dan lainnya terluka.
Penyanyi tersebut menulis di Instagram “teror serangan kemarin di Southport terus menghantui saya, dan saya benar-benar terkejut.”
“Kehilangan nyawa dan kepolosan, serta trauma mengerikan yang ditimbulkan kepada semua orang yang ada di sana, keluarga, dan petugas darurat,” tambahnya. “Ini hanyalah anak-anak kecil di kelas tari.”
Baca juga : Protes Sayap Kanan di Southport Berujung Kekerasan Setelah Serangan Pisau Mematikan
Kekacauan ini telah mengejutkan Inggris dan membuat polisi dengan cepat mencoba memahami mengapa insiden yang sangat menghancurkan terjadi di negara yang memiliki pembatasan ketat terhadap kepemilikan senjata api, tetapi kejahatan pisau digambarkan sebagai “krisis nasional.”
Seorang remaja berusia 17 tahun ditangkap di lokasi dengan “dugaan pembunuhan dan percobaan pembunuhan.”
“Saya benar-benar bingung bagaimana mengungkapkan simpati saya kepada keluarga-keluarga ini,” tulis Swift dalam postingannya di Instagram.
Baca juga : Jumlah Anak Tewas dalam Serangan Pisau di Southport, Inggris Bertambah

Dua anak meninggal pada hari Senin, dan pada hari berikutnya, Kepolisian Merseyside mengatakan seorang anak ketiga telah meninggal.
Pernyataan polisi mengatakan: “Gadis berusia sembilan tahun meninggal di rumah sakit pada dini hari pagi ini, Selasa, 30 Juli. Kami dapat mengonfirmasi anak-anak yang meninggal kemarin adalah gadis berusia enam dan tujuh tahun.”
“Delapan anak lainnya mengalami luka tusukan akibat serangan tersebut, dan lima di antaranya dalam kondisi kritis. Dua orang dewasa juga dalam kondisi kritis setelah terluka selama insiden.”
Baca juga : 2 Anak Tewas dan 9 Terluka Saat Serangan Pisau di Workshop Tari
Kepala Kepolisian Merseyside Serena Kennedy mengatakan polisi memahami pelaku masuk ke lokasi dengan membawa pisau dan mulai menyerang anak-anak.
“Kami percaya orang dewasa yang terluka berani mencoba melindungi anak-anak yang sedang diserang,” katanya dalam konferensi pers pada Senin malam.
Raja Charles III dan istrinya, Ratu Camilla juga mengatakan mereka “sangat terkejut” dengan insiden tersebut pada hari Senin.
“Istri saya dan saya sangat terkejut mendengar tentang insiden yang benar-benar mengerikan di Southport,” kata Raja Charles dalam pernyataan yang dibagikan di saluran media sosial resmi keluarga kerajaan, Senin.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menanggapi kejadian tersebut, mengatakan dalam klip yang dibagikan kepada penyiar “seluruh negara” telah merasa “sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat” di Southport. (CNN/Z-3)
Polda Metro Jaya ungkap motif cemburu di balik penusukan dua pemuda di Cililitan. Satu korban tewas, pelaku RS berhasil ditangkap
Dua remaja menjadi korban penusukan di Condet, Jakarta Timur. Satu tewas, satu luka berat. Polisi menangkap pelaku dan mengungkap kronologi kejadian.
Tim Buser Presisi kemudian melakukan pemantauan dan berhasil menangkap pelaku saat sedang mengendarai sepeda motor.
Ayah tiga anak itu menyatakan bertanggung jawab atas kematian Anggi Anggara, 27, dalam sebuah pertengkaran Kamis pagi (1/5) di Pasar Angso Duo, Kota Jambi.
Insiden penusukan tragis terjadi di Sekolah Notre-Dame-de-Toutes-Aides di Nantes, Prancis barat, yang menewaskan seorang remaja perempuan dan melukai tiga siswa lainnya.
POLISI menangkap MNA, 19, dan FF, 20, pelaku penusukan seorang wanita berinisial S, 19, di sebuah mall kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi menyebut MNA membuang pisau usai beraksi.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved