Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (AS), NOAA mengungkapkan badai matahari dahsyat melanda Bumi, Senin (12/8).
NOAA mengatakan dalam pernyataannya pihaknya mengamati kondisi badai geomagnetik pada level 4 skala 5 pada pukul 15:00 GMT. Situasi ini mungkin berlangsung selama beberapa jam, namun diperkirakan tidak akan bertambah parah.
“Badai geomagnetik besar mencakup potensi aurora yang terlihat samar hingga selatan Alabama dan California utara,” kata NOAA.
Baca juga : Apakah Matahari Semakin Menjauhi Bumi? Berikut Fakta dan Penjelasan Ilmiahnya
Badai matahari baru ini tercipta akibat coronal mass ejection (CME), yaitu ledakan partikel yang meninggalkan Matahari. Ketika partikel-partikel ini mencapai Bumi, maka mereka mengganggu medan magnetnya.
Berdasarkan hasilnya, fenomena ini dapat membawa aurora atau northern lights lebih jauh ke selatan dari sebelumnya, sehingga dapat dilihat di daratan Eropa Tengah.
Pada Mei, dunia menyaksikan badai geomagnetik terkuat yang pernah tercatat dalam 20 tahun terakhir. Badai ini membuat aurora menyinari langit malam di AS, Eropa, dan Australia.
Baca juga : Ketika Bumi Berhenti Mengitari Matahari, Apa yang Akan terjadi ?
Kondisi seperti itu semakin meningkat saat matahari mendekati puncaknya. Ini setara dengan siklus pusat tata surya selama 11 tahun.
Badai matahari merupakan fenomena ledakan besar dari permukaan matahari yang mengeluarkan radiasi elektromagnetik secara intens. Kekuatan ledakan ini menentukan klasifikasi badai matahari, dilansir dari Space.
Badai matahari terjadi disebabkan karena penumpukan medan magnet di atmosfer Matahari yang kemudian dilepaskan secara tiba-tiba. Sifat medan magnet yang tidak beraturan di permukaan Matahari menjadi asal muasal badai matahari.
Baca juga : Ini yang Dicari Ilmuwan saat Gerhana Matahari Total di AS
Badai matahari dapat melakukan ionisasi terhadap atmosfer bagian atas dan mengganggu sinyal radio dan satelit. Emisi energi yang intens dari badai matahari dapat mengganggu koneksi Bumi ke satelit dan juga mematikan sistem GPS dan radio untuk sementara waktu.
Badai geomagnetik dari Matahari juga dapat berdampak pada Bumi. Misalnya, migrasi paus abu-abu dan hewan lain yang bergantung pada garis medan magnet bumi dapat terganggu. Selain paus, hewan seperti penyu dan beberapa jenis burung juga terancam dampaknya.
Badai matahari yang kuat dapat menghasilkan arus listrik di permukaan bumi. Hal ini dapat merusak struktur logam, termasuk saluran listrik yang lebih tua dan rel kereta api.
Selama badai matahari, penumpang luar angkasa mungkin terkena radiasi tingkat tinggi. Meski dampaknya terhadap kesehatan belum diketahui, peningkatan radiasi ini dapat berdampak pada astronot yang berada di dalam pesawat ruang angkasa. (Z-3)
Presiden Ferdinand Marcos menyatakan seluruh instansi pemerintah dalam kondisi siaga penuh untuk menyalurkan bantuan kapan pun diperlukan.
Fosil bayi pterosaurus 150 juta tahun lalu ditemukan di Jerman. Keduanya tewas akibat badai tropis di era Jurassic.
HONG Kong ditaksir menelan kerugian 2-3 miliar dolar Hong Kong (sekitar Rp4,15 triliun-Rp6,23 triliun) akibat diterjang Topan Wipha.
TOPAN Wipha melanda wilayah selatan Tiongkok pada Senin (21/7) dengan membawa angin kencang dan hujan deras.
Ketika terjadi badai matahari, geomagnet, dan ionosfer dalam intensitas kecil, sedang, atau besar, salah satu dampaknya dapat menurunkan akurasi posisi GPS.
Foto-foto baru menunjukkan sepasang badai putih raksasa yang mengamuk di Sabuk Khatulistiwa Selatan (SEB) Jupiter.
Komet C/2026 A1 (MAPS), anggota Kreutz sungrazer yang langka, diprediksi dapat bersinar terang di langit Bumi pada April 2026, seterang Venus, jika bertahan dari panas Matahari.
Sebuah komet baru yang melesat menuju Matahari disebut berpotensi menjadi “Komet Besar” pada April mendatang. Komet itu bernama C/2026 A1 (MAPS).
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved