Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GOOGLE mengganti nama kecerdasan buatan eksperimentalnya dari Studio Bot menjadi Gemini di Android Studio pada hari Selasa (9/4). Pergantian nama ini dilakukan sebagai upaya untuk menyatukan semua kecerdasan buatan dalam satu payung.
Studio Bot yang berbentuk Chatbot ini pertama kali diluncurkan tahun lalu sebagai alat bagi para pengembang aplikasi Android untuk membantu dalam pengkodean dan menjawab berbagai pertanyaan. Hingga kini Google telah mengupgrade chatbotnya dengan menambahkan dukungan Gemini 1.0 Pro.
Serupa dengan Studio Bot, Google menjelaskan bahwa Gemini juga menggunakan Integrated Development Environment (IDE). Raksasa teknologi ini mengklaim Gemini sangat membantu dalam mengembangkan aplikasi Android berkualitas tinggi dengan menghasilkan kode untuk aplikasi, menyediakan penyelesaian kode yang kompleks, menjawab pertanyaan, menemukan sumber yang relevan, dan menambahkan komentar kode.
Baca juga : Google Angkat Bicara soal OpenAI Kembangkan Kecerdasan Buatan dengan Video Youtube
Gemini di Android Studio merupakan kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu pengembang dalam menyelesaikan pertanyaan spesifik dalam bahasa alami. Namun Gemini juga dapat melakukan lebih banyak hal. Chatbot ini dapat menulis kode, menyelesaikan beberapa baris kode, dan menawarkan saran untuk para pengembang yang memakainya.
Dengan tambahan Gemini 1.0 Pro, kini chatbot dapat mengingat konteks percakapan. Hal ini memungkinkan pengembang untuk mengajukan pertanyaan lanjutan tanpa harus mengulang kata kunci awal. Membuat percakapan lebih mengalir dan natural.
Selain mempercepat kerja pengembang dalam pengkodean dan membuat percakapan yang lebih natural, Gemini Pro juga bisa membantu menemukan dan memperbaiki bug dalam coding yang telah dilakukan.
Hingga kini, Gemini di Android Studio sudah disediakan Google di lebih dari 180 negara untuk versi Android Studio Jellyfish. Gemini Pro merupakan bentuk komitmen Google dalam menyediakan alat terbaik untuk para pengembang.
Google sadar betul mereka sedang berada dalam persaingan dengan para kompetitor seperti GitHub Copilot yang memiliki fitur yang sama. Maka dari itu menghadirkan AI Gemini Pro di Android Studio adalah langkah yang signifikan dalam pengembangan aplikasi. Dengan fitur-fitur yang canggih, Gemini Pro dapat membuat pekerjaan pengembang lebih efisien. (Z-7)
GOOGLE dikabarkan tengah mengembangkan fitur ‘Tap To Edit’ untuk sistem balasan otomatis pada aplikasi pesan instan Google Massages, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna mengedit pesan.
Google memperkenalkan Veo 3.1, model AI terbaru yang mampu mengubah gambar menjadi video hingga resolusi 4K, lengkap dengan format vertikal dan dialog.
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, platform milik Google ini merilis dan menguji berbagai fitur menarik.
Gmail berubah total di 2026 dengan AI Gemini. Simak cara baru menulis email di Gmail, fitur Help Me Write, AI Inbox, dan ringkasan email otomatis.
Google menambah rangkaian fitur berbasis Gemini di Gmail, termasuk tab baru “AI Inbox” yang membaca email pengguna lalu menyarankan daftar tugas (to-dos) serta topik penting
Google kembali meluncurkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang semakin mempermudah penggunaannya.
Berlatar tahun 2029, MERCY mengisahkan Detektif Los Angeles bernama Chris Raven yang terbangun dalam sebuah kursi persidangan berteknologi tinggi bernama Mercy Chair.
Ashley St. Clair, ibu dari anak Elon Musk, menggugat xAI setelah chatbot Grok diduga menghasilkan citra seksual eksplisit dirinya tanpa izin.
Fitur AI Google Photos kini mampu menghapus objek, mengedit foto dengan teks, dan mengganti latar, menjadikannya alternatif Photoshop yang praktis.
Teknologi AI baru bernama CytoDiffusion mampu mendeteksi tanda halus leukemia pada sel darah dengan akurasi tinggi, bahkan melampaui kemampuan dokter spesialis.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved