Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DAYA Selaras Group dan Ecoxyztem Venture Builder berkolaborasi untuk meluncurkan ‘Climate Tech Hub’ sebuah pusat jaringan kolaborasi untuk inovasi iklim yang pertama di Indonesia,.
Kegiatan soft launching Climate Tech Hub’ dilaksanakan bertempat di ECO-S Coworking & Office Space Sahid Sudirman Residence, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta.
Acara dilaksanakan bertepatan dengan waktu berbuka puasa yang dikemas dengan skema perkenalan mengenai Climate-Tech Hub dan jejaring yang diikuti oleh para pelaku di bidang lingkungan dan startup.
Baca juga: Co Founder Aruna Sabet Penghargaan dari JP Morgan
Bertajuk Speed Mixing for Sustainability (SMS).,para peserta yang berasal dari climate-tech startups, venture capital, perusahaan multinasional, perwakilan kedutaan asing, hingga Non-Government Organization (NGO) diajak untuk saling berkenalan dan membuka peluang kerjasama satu dengan yang lain.
Wadah Bagi Seluruh Pelaku Climate-Tech
Dalam sambutannya, VP Business Development dan Investor Relations Daya Selaras Group, Cynthia Wijaya menuturkan tujuan dari Climate Tech Hub adalah untuk menjadi wadah bagi seluruh pelaku climate-tech agar mereka dapat terfasilitasi secara lingkungan kerja, jaringan kerja sama, dukungan media dan piranti digital sehingga para ecopreneur dapat semakin produktif.
Baca juga: Manfaatkan Inovasi Digital Atasi Dampak Perubahan Iklim
Misi dari Climate Tech Hub ini sendiri berakar dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 17 yaitu ‘Kemitraan untuk mencapai tujuan’.
Area Climate Tech Hub yang berada di ECO-S Coworking & Office Space terdiri atas private office rooms, area terbuka coworking, ruang meeting dan ke depannya akan didirikan ruang podcast untuk produksi audio dan video seputar kampanye #BridgingEcopreneurs.
Total luas dari seluruh ECO-S adalah sekitar 2,200 meter persegi dengan sekitar 300 meter persegi area outdoor. Dengan terjalinnya kolaborasi ini, ke depan akan ada lebih banyak kegiatan kolaborasi lintas institusi yang akan terpusat di tempat ini.
Ecoxyztem Dorong Pertumbuhan Inovasi iklim
Ecoxyztem yang merupakan sebuah venture builder di sektor climate-tech memperlihatkan komitmen lanjutannya untuk mendorong pertumbuhan inovasi iklim dengan terwujudnya Climate-Tech Hub sebagai wadah pertemuan segala bentuk kerja sama.
Baca juga: Lomba Atasi Sampah di Kepulaun Seribu Diikuti Delapan Startup
“Sudah menjadi mimpi kami sejak awal untuk dapat mengumpulkan seluruh startup hijau atau biasa kita sebut ecopreneurs dan mempertemukannya dengan segenap pemangku kepentingan yang dapat mempercepat pertumbuhan bisnis mereka di Indonesia," ujar Bijaksana Junerosano Co Founder dari Ecoxyztem dalam keterangan pers, Rabu (29/3).
"Semakin cepatnya laju kerusakan lingkungan akan menjadi mustahil untuk dihadapi bilamana kita berjalan sendirian," ujar Bijaksana.
"Oleh karena itu kami merasa sangat beruntung dapat bertemu dan bersinergi dengan Daya Selaras Group dan bersama kita akan terus tumbuhkan Climate-Tech Hub ini demi mencapat target Enhanced National Determined Contribution (ENDC) di tahun 2030.” paparnya.
Jaringan Climate-Tech Telah Terjalin Sebanyak 60 startups
Dengan jaringan climate-tech yang sudah terjalin sebanyak 60 startups di seluruh Indonesia oleh Ecoxyztem, kolaborasi yang dibangun dengan Daya Selaras Group menjadi semakin terelengkapi terutama dari sisi jejaring perusahaan, dan venture capital.
Daya Selaras Group merupakan pelaku usaha yang cukup lama mengembangkan bisnisnya di bidang industri daur ulang, terutama untuk bahan baku kertas hingga menjadi kemasan karton sehingga membentuk rantai pasokan sirkular yang berdampak baik bagi lingkungan, hal ini menjadi tambahan nilai dan pengalaman yang sangat berharga.
Baca juga: Waste4Change Targetkan RPM 2.0 Mampu Olah Sampah 10 Ribu Ton per Hari
Lokasi Climate-Tech Hub yang berada di pusat kota Jakarta diharapkan benar-benar mampu menjadi sebuah episentrum untuk mempercepat perubahan serta pertemuan antara inovasi startup dengan pelaku industri besar di Indonesia.
“Besar harapan kami dengan dukungan program aktivasi, pembinaan dan fasilitas tempat, Climate Tech Hub benar-benar akan menjadikan ‘bridging ecoprenuers’ kepada target nasional pemerintah semakin nyata.” ujar VP Business Development dan Investor relations Daya Selaras Group, Cynthia Wijaya. (RO/S-4)
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Deretan startup atau perusahaan rintisan yang didirikan dan dikembangkan oleh para perempuan Indonesia diharapkan mampu memadukan inovasi dengan manfaat bagi masyarakat.
Founding partner Intudo Ventures, Patrick Yip menjelaskan tahun lalu memang penuh tantangan, karena merupakan periode koreksi bagi industri.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) melalui anak usahanya, BNI Venture, memperkenalkan 10 startup peserta pitching demo day dari program akselerator Axel Arc di acara Tech in Asia Conference 2024.
Pendanaan katalis berperan penting dalam membantu perusahaan rintisan yang berada pada tahap awal dalam berinovasi.
Dalam dunia e-commerce yang semakin kompetitif, keberhasilan suatu perusahaan tidak hanya ditentukan oleh produk yang ditawarkan, tetapi juga oleh kualitas tim yang mengelolanya.
Penyedia teknologi seperti berperan membantu organisasi memperkuat monitoring, analitik, dan visibilitas operasional.
Dewan Pers menyoroti perjanjian dagang RI-AS yang berpotensi membuka kepemilikan asing 100% di sektor media dan melemahkan aturan platform digital bagi pers.
Direktur Festival Balinale, Deborah Gabinetti, ditunjuk sebagai juri kompetisi internasional kategori film panjang pada LeFIFA ke-44 pada 12–22 Maret 2026 di Montreal.
Menkomdigi tetapkan 8 platform (TikTok, Instagram, Roblox, dll) dilarang bagi anak di bawah 16 tahun per 2026. Simak alasan darurat digital selengkapnya.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi melarang anak di bawah 16 tahun punya akun TikTok, Roblox, hingga YouTube mulai 28 Maret 2026. Simak aturan lengkap PP Tunas di sini!
Penandatanganan perjanjian perdagangan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan media nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved