Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSEN perangkat keamanan, i-PRO menghadirkan sejumlah produk kamera pengawas (CCTV) baru yang terdiri dari CCTV S series, U series dan Advidia. Khusus CCTV S series telah dilengkapi teknologi mutakhir kecerdasan buatan/Artificial Intelligent (AI) milik i-PRO.
Produk baru itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas kegiatan pengawasan melalui produk berteknologi AI yang disematkan pada prosesor kamera di CCTV S series, yang merupakan seri mid-range dari seri terbaru lainnya.
Product Marketing Panasonic Gobel Indonesia Idi Putranto mengatakan, dengan menggunakan prosesor artificial intelligent, membuat kamera bertransformasi menjadi sebuah perangkat pintar yang dapat memiliki kemampuan komputing sehingga meningkatkan kualitas kegiatan pengawasan.
"Dengan teknologi AI, CCTV ini bukan hanya bisa memggunakan fitur yang sudah ada, seperti analisa objek gerak dan detektor panas, tapi juga bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga, agar CCTV semakin pintar." kata Idi di Jakarta, Kamis (21/7).
Idi optimistis, CCTV terbaru i-PRO itu akan mendapat sambutan hangat pasar, mengingat permintaan yang terus tumbuh, salah satunya dari industri pusat data yang makin dibutuhkan di era transformasi digital.
Lini produk CCTV terbaru i-PRO pun terentang dari entry level atau kelas bawah dengan harga jutaan hingga kelas atas di kisaran harga puluhan juta.
Produk terbaru CCTV i-PRO diantaranya, WV-S8544L yang diklaim paling tipis di kelasnya dan memiliki 4 lensa didalamnya. Kamera CCTV itu juga sudah dilengkapi dengan fitur Artificial Intelligent, dan dapat di install sampai dengan 4 aplikasi di dalamnya.
"Dengan menggunakan prosesor AI, kamera dapat mengidentifikasi obyek sebagai manusia atau kendaraan, sehingga akan mengurangi kesalahan alarm yang akan ditimbulkan. Kamera ini cocok untuk diaplikasikan pada area yang luas dan membutuhkan cakupan yang menyeluruh," kata Idi.
Berikutnya, WV-S4576L yang lensa fisheye dengan sensor 12MP yang dilengkapi prosesor Artificial Intelligent kamera. CCTV ini dapat mendeteksi pergerakan manusia atau kendaraan, menghitung manusia serta mendeteksi keramaian.
Data yang dihasilkan dapat ditampilkan pada dashboard yang tersedia pada sistem ini, dan dapat digunakan untuk keperluan marketing dan Business Intelligent. Kamera ini juga sudah memiliki ketahanan dengan rating IP66 dan IK10 dan dilengkapi dengan IR LED, sehingga tetap dapat menangkap objek dengan jelas pada lingkungan dengan pencahayaan 0 lux atau gelap total.
Baca juga : Belasan Platform Digital Besar Belum Daftar PSE
Ketiga ada seri WV-S71300-F3 yang juga disebut dengan “i-PRO Mini” karena konsep kamera CCTV yang kompak dan memiliki ukuran yang kecil. Tapi, kamera ini sudah dibekali dengan prosesor Artificial Intelligent, sehingga memungkinkan untuk dikembangkan fungsinya dengan menambahkan aplikasi, baik yang dibuat oleh i-PRO sendiri maupun pihak ketiga.
Produk keenpat, WV-S15700-V2LN yang memiliki kamera berbentuk kotak (box) yang sudah dilengkapi dengan prosesor Artificial Intelligent, sehingga dapat menjalankan aplikasi yang terinstall di dalamnya.
"Kamera ini memiliki resolusi 4K (3840x2160 pixel) dan dapat menghadirkan gambar dengan detail yang tinggi. Selain itu panel depannya sudah memiliki lapisan khusus yang diberi nama “Clear Sight Coating” yang berfungsi untuk mencegah kotoran yang timbul dari tetesan air," jelas Idi
Produk kelima ialah WV-U65302-Z2 yang memiliki kemampuan pan, tilt dan zoom. Walaupun berukuran sangat kompak, namun optical zoomnya dapat mencapai 21x (31x dengan HD Extra Optical Zoom), dan instalasi yang mudah dengan opsi braket yang sangat beragam. Untuk meningkatkan keamanan, kamera PTZ ini sudah terinstall digital sertifikat FIPS 140-2 level 3 di dalamnya, yang dikeluarkan oleh pihak ketiga (GlobalSign).
Dengan menggunakan gear yang berdaya tahan tinggi, CCTV itu dapat melakukan pergerakan pan dan tilt sebanyak 3,7 juta kali. Berpadu dengan failure rate yang rendah, kamera ini dapat mengurangi maintenance cost dengan meminimalisasi maintenance cycle.
Terakhir, ada M-46-FW yang merupakan seri Advidia dan memiliki resolusi 4MP. Walaupun hadir pada kelas entry level, kamera ini sudah mempunyai ketahanan cuaca dengan rating IP67 dan tingkat ketahanan benturan dengan rating IK10.
"Selain itu, telah disematkan teknologi IR LED dengan kemampuan jelajah hingga 30m, sehingga sangat cocok untuk kebutuhan standar IP kamera di berbagai industri," tutur Idi.
President Director PT Panasonic Gobel Indonesia Keisuke nNakagawa menambahkan, melalui berbagai inovasi terbaru, i-PRO mampu memberikan kemudahan dengan menyediakan berbagai variasi solusi keamanan tinggi dalam kegiatan pengawasan, karena menjaga keamanan merupakan prioritas utama dalam sektor bisnis apapun.
“Meskipun merek telah berubah dari Panasonic menjadi i-PRO, untuk pemasaran, distribusi dan hal lain yang terkait dengan produk CCTV i-PRO di wilayah Indonesia, tetap ditangani oleh PT Panasonic Gobel Indonesia, dan diharapkan produk baru dengan teknologi tingkat tinggi ini, dapat menghadirkan standar terbaru dalam sektor keamanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia”, tutup Keisuke Nakagawa. (RO/OL-7
Rikwanto memberikan analogi mengenai fungsi CCTV di lingkungan masyarakat. Menurutnya, di era digital saat ini, rekaman kejadian adalah bukti yang tidak terbantahkan.
kuasa hukum Nabilah O’Brien pertanyakan penetapan tersangka kliennya usai viralkan CCTV pencurian. Simak kejanggalan kasus dan kronologi lengkapnya di sini
Pemilik rumah makan Bibi Kelinci di Kemang, Jakarta Selatan, Nabilah O’Brien, menilai penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) sangat janggal
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Korban mengalami trauma berat setelah pulang sekolah pada Senin (12/1).
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Jejak Jajanan Nusantara tidak hanya menampilkan beragam kuliner tradisional, tetapi juga menghadirkan berbagai inisiatif penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.
Sering kali, perusahaan terjebak di tahap percontohan karena demo terlihat bagus.
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
Melalui Qonnect+ 2026, Qoala Plus memberikan edukasi atas gambaran pertumbuhan industri asuransi umum dengan faktor pendorong pertumbuhan premi dan dinamika perusahaan asuransi.
Ebbot menghadirkan teknologi AI andal, sedangkan Veda Praxis menyediakan fondasi tata kelola yang kuat dan juga tim implementer dengan kapabilitas lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved