Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI pelecehan seksual jalanan atau begal payudara kembali meresahkan warga di kawasan Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Ironisnya, pelaku yang berjumlah dua orang tersebut menyasar pelajar di bawah umur dan diduga telah beraksi lebih dari satu kali di lokasi yang sama.
Kapolsek Kembangan Komisaris Moch Taufik, mengonfirmasi pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Tim Reskrim Polsek Kembangan pun telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan mendalam.
"Sudah ada koordinasi dengan pihak terkait di daerah itu. Akan segera didalami. Sudah ada olah TKP bersama Unit Reskrim Polsek Kembangan, akan segera diselidiki lebih lanjut," ujar Taufik saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/1).
Identitas Pelaku Terekam Jelas
Berdasarkan keterangan Ketua RT 09/RW 03 Meruya Selatan, Pijai Sapudin, aksi bejat pelaku terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman tersebut, pelaku diketahui menggunakan sepeda motor dengan pelat nomor B 4410 BKE.
"Ini kemarin, ada orang yang sama terekam dua kali di CCTV, melakukan begal payudara di depan Mushalla Baitul Ghufron Jalan H. Sodon, Meruya Selatan," ungkap Pijai.
Pijai menambahkan bahwa salah satu korban merupakan anak dari warga yang tinggal di kontrakan wilayahnya. Korban mengalami trauma berat setelah pulang sekolah pada Senin (12/1).
"Pulang sekolah anaknya nangis, tadinya tak mau cerita, mungkin malu. Baru cerita hari ini, pas ditanya orang tuanya. Bahaya ini, pelaku kalau tak ditangkap, bisa bikin mental anak terganggu," tegas Pijai.
Residivis Jalanan
Hasil analisis rekaman CCTV menunjukkan pola serangan yang terencana. Pada aksi Senin sore pukul 14.53 WIB, dua pelaku yang berboncengan awalnya berpura-pura bertanya arah kepada seorang warga. Setelah berputar balik, mereka menyasar pelajar berseragam putih biru yang sedang berjalan kaki. Pelaku yang mengenakan topi dan masker melancarkan aksinya lalu langsung melarikan diri.
Data rekaman lain mengungkap bahwa pelaku yang sama diduga juga beraksi pada Kamis (8/1) pukul 11.14 WIB di Jalan H Sodon RT 04/RW 02. Saat itu, mereka menyasar seorang perempuan yang tengah mengendarai sepeda dengan modus serupa saat mendahului korban.
Warga berharap kepolisian segera menangkap kedua pria tersebut. "Wajahnya juga sudah terlihat jelas, semoga polisi bisa segera menangkap," pungkas Pijai. (Ant/P-2)
Para pelaku telah diserahkan ke otoritas yang lebih tinggi untuk penyidikan mendalam.
Kepala Unit Lalu Lintas (Kanit Lantas) Polsek Kembangan AKP Karta saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, menyebutkan, tidak ada pengalihan lalu lintas selama 10 hari ke depan.
Seorang pria berinisial AS, berusia 32 tahun, ditemukan tewas di dalam kamar mandi di rumah mertuanya, Jalan Siantar, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (14/1).
KAPOLSEK Kembangan Komisaris Taufik Iksan mengatakan bahwa kasus pengendara mobil Pajero melindas siswa SD di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, diselesaikan secara kekeluargaan.
SEORANG siswa SD terlindas mobil Pajero di Jalan Masjid Al-Ikhlas II, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (6/1) siang.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Hingga Minggu sore, 47 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di Jakarta belum terbebas dari genangan akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam.
ENAM orang diduga melakukan pungutan liar atau pungli ditangkap polisi akibat menutup pintu exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Mereka merupakan juru parkir.
HUJAN deras yang mengguyur wilayah Jakarta Barat pada Senin (12/1) kemarin menyebabkan banjir di sejumlah titik di Rawa Buaya, khususnya di RW 01 dan RW 02.
Evaluasi ini akan mencakup berbagai aspek teknis, termasuk penentuan jalur lintasan yang boleh dilalui oleh kendaraan berat agar tidak berbenturan dengan jam sibuk masyarakat.
Para pelaku telah diserahkan ke otoritas yang lebih tinggi untuk penyidikan mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved