Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BELAJAR dari kasus narkoba Bupati Ogan Ilir yang tertangkap pekan lalu, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusulkan dilakukan tes rambut bagi calon kepala daerah yang akan mengikuti Pilkada 2017.
Mengapa rambut dipilih sebagai metode uji laboratorium?
Uji forensik rambut menjadi senjata mendeteksi zat kimia, termasuk narkoba.
Berbeda dengan tes urine yang hanya mampu mendeteksi narkoba kurun waktu tujuh hari, uji laboratorium rambut mampu memeriksa riwayat pemakaian obat hingga 90 hari ke belakang.
Tes darah hanya efektif mendeteksi penggunaan zat narkotika yang terjadi paling lama 5-7 hari.
Secara alamiah, keuntungan itu didapat karena rambut kepala tumbuh cukup lama.
Rambut memanjang hanya 1 cm per bulan.
Jika Anda mengonsumsi obat, bahan-bahan kimia aktif yang terkandung dalam obat masuk ke tubuh.
Zat kimia itu lalu akan terakumulasi di folikel rambut.
Seiring bertambahnya helai rambut, folikel akan menimbun bahan-bahan kimia tersebut di dalamnya.
Zat kimia mampu mengendap secara efektif hingga 3 bulan lamanya.
Karena itu, rekam jejak penggunaan narkoba dapat ditelusuri jauh ke belakang.
Tes umumnya dilakukan dengan pengambilan sampel rambut 1 sentimeter dari ujung pangkal sebanyak tiga helai.
Satu rambut digunakan sebagai sampel, sisanya biasanya disimpan sebagai cadangan.
Sampel rambut dimasukkan ke kaca selanjutkan masuk ke alat pendeteksi dengan bantuan zat kimia.
Hasil bisa didapat 2-3 hari kemudian.
"Tes rambut lebih akurat daripada tes urine. Air dalam tubuh bisa berganti terus. Dalam waktu tiga hari hingga satu minggu itu bisa bersih," kata Direktur Peran Serta Masyarakat BNN Sinta Dame Simanjuntak, Senin (21/3) lalu.
Baca juga: BNN Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Malaysia-Madura
Meskipun sama-sama akurat, tes urine hanya bersifat situasional. Ketika dalam satu minggu seseorang yang dites tidak menggunakan narkoba, hasilnya bisa negatif karena tidak terindikasi zat narkoba apa pun.
Sementara itu, tes rambut mampu mendeteksi zat-zat kimia karena strukturnya tidak berubah meski menyerap zat kimia.
"Ada kisaran waktunya (tes rambut), bisa satu bulan sampai tiga bulan dan itu pun dilihat jenis narkoba apa yang mau diperiksa," tutur Sinta.
Menurut Sinta, alat pendeteksi rambut hanya tersedia di BNN pusat dan belum tersedia di BNN provinsi karena pihaknya ingin tes rambut dilakukan secara tersentralisasi.
Jika tes rambut disetujui KPU untuk Pilkada 2017, ia meminta adanya mekanisme yang jelas dan rapi karena tes rambut memerlukan waktu tiga hari.
"Harus ada mekanisme yang benar-benar rapi, dari daerah mestinya waktu pengiriman barang bisa sehari sampai, mengirim kembali sehari tidak ada masalah, karena prosesnya membutuhkan waktu tiga hari," kata dia.
Menurut catatan, uji sampel rambut untuk mendeteksi zat berhaya sebetulnya sudah dikembangkan pada abad ke-19.
Kasus forensik pertama untuk menguji kandungan zat berbahaya pada rambut dilakukan pada 1850-an.
Kala itu, investigasi forensik terhadap rambut jazad yang sudah berusia 11 tahun membuktikan kandungan arsenik. (Ant/Forensic Magz/L-2)
Baca juga: BNN Usulkan Tes Rambut untuk Calon Kepala Daerah di Pilkada 2017
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika di Jakarta.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang berhasil digagalkan oleh petugas pengamanan.
Anggota parlemen AS menekan pemerintahan Trump agar merilis video serangan “double-tap” 2 September dengan membatasi anggaran perjalanan Menhan Pete Hegseth.
Militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkotika di Pasifik Timur, menewaskan empat orang.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Pada Selasa (6/1), BNN bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Imigrasi berhasil membongkar jaringan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.
BNN meminta masyarakat tidak ragu melaporkan indikasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika usai penggerebekan lab narkotika di Ancol.
BNN masih memburu tiga orang, termasuk dua WNA China, terkait laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol, Jakarta Utara.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol. Empat tersangka jaringan internasional ditangkap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved