Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Putu Rusta Adijaya, mengatakan nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terapresiasi seiring posisi dovish The Fed yang menyatakan tidak akan menaikkan suku bunga acuan.
Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudistira, menyatakan rupiah memiliki peluang bertahan menguat hingga akhir pekan. Dirinya menyatakan, rage ideal rupiah hingga akhir minggu bertahan pada 14.000-14.150 per dolar AS.
Penguatan rupiah dan mata uang Asia lainnya karena tren pelemahan dolar AS akibat kurva imbal surat utang AS yang inverted
Rupiah menguat tipis dibandingkan perdagangan sore sehari sebelumnya.
Pergerakan nilai tukar crupiah terkatrol akibat keptusan The Fed menahan tingkat suku bunga
Untuk dolar AS sendiri, lanjut Ahmad, pada hari ini diperkirakan akan melemah terhadap hampir semua mata uang kuat dunia.
Chatib optimistis rupiah akan menguat pada 2019 ini. Pasalnya, dirinya memproyeksikan The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) hanya akan menaikan suku bunga paling banyak 1 kali 25 basis point.
Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi di Jakarta, Selasa (12/3), mengatakan dolar AS terkoreksi disebabkan penguatan pound sterling seiring meningkatnya harapan pasar akan tercapainya kesepakatan terkait Brexit.
Rupiah Senin (11/3) pagi bergerak melemah tipis satu poin menjadi Rp14.315 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.314 per dolar AS.
Hal itu karena gejolak ekonomi global yang terjadi pada 2018 kini mulai mereda.
Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Selasa (5/3), mengatakan, dolar AS diperkirakan menguat didorong oleh ekspektasi investor bahwa akan tercipta kesepakatan dalam penyelesaian perang dagang antara AS dan Tiongkok.
Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin (4/3), mengatakan pada hari ini rupiah justru diprediksi menguat.
Presiden Direktur Bank BCA Jahja Setiaatmadja melihat kinerja nilai tukar rupiah untuk jangka panjang akan relatif stabil. Namun, dia meminta agar fundamen yang memicu pelemahan nilai tukar yaitu inflasi harus dijaga.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (28/2) sore melemah 39 poin menjadi Rp14.069 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.030 per dolar dipicu alotnya negosiasi dagang antara dua kekuatan ekonomi besar dunia Amerika Serikat dan China.
Dari sisi kebijakan moneter untuk menghadapi ketidakpastian, kata Perry, Bank Indonesia harus memilih antara instrumen suku bunga, stabillitas nilai tukar dan mendorong aliran modal asing.
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis (28/2), mengatakan tingginya risiko perekonomian global seperti perlambatan di Eropa dan Tiongkok, membuat pelaku pasar kembali beralih ke dolar AS.
Selain itu, naiknya harga minyak mentah pada pagi ini juga menjadi sentimen negatif bagi rupiah. Harga minyak mentah jenis Brent naik menjadi US$65,21 per barel.
IHSG dibuka menguat 2,36 poin atau 0,04% ke posisi 6.527,72. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 0,55 poin atau 0,05% menjadi 1.020,6.
Rupiah pada perdagangan Selasa (26/2) dibuka pada level 13.976,5 menguat (0,29%) dari penutupan Senin (25/2) 14.018 per dolar AS.
Naiknya yield US Treasury dan indeks dolar AS dikhawatirkan mendorong kenaikan yield SUN melalui transmisi langsung dari yield US Treasury maupun depresiasi rupiah terhadap dolar AS.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved