Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kepercayaan Investor makin Tinggi

(Ata/E-1)
11/6/2019 04:15
Kepercayaan Investor makin Tinggi
Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Bank Mandiri(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

NILAI tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia naik seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor kepada perekonomian Indonesia.

Rupiah menguat 19 poin atau 0,13% menjadi Rp14.250 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.269 per dolar AS. Adapun IHSG naik 98,49 poin atau 1,3% ke level 6.289,61.

Rendahnya angka inflasi pada Mei lalu dan perbaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard and Poor’s (S&P) menjadikan prospek perekonomian Indonesia makin cerah di mata investor.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan dua hal menonjol yang membuat S&P menaikkan peringkat investment grade Indonesia.

“Satu, ada confidence dari S&P terhadap prospek ekonomi Indonesia. Bahwa prospek ekonomi Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang itu akan baik,” ujar Perry di Gedung BI, Senin (10/6).

Kedua, lanjut Perry, S&P menilai kredibilitas kebijakan Indonesia sangat kuat dalam mendorong ekonomi dan menghadapi berbagai tantangan perekonomian. Baik tantangan ekonomi domestik maupun guncangan ekonomi global.

“Baik dari kebijakan pemerintah terkait fiskal maupun juga koordinasi dengan BI, kebijakan moneter juga di sektor keuangan itu yang sangat erat. Juga kebijakan-kebijakan reformasi struktural di berbagai pihak. Bagaimana mendorong ekspor, bagaimana kemudian mendorong industri dalam negeri, mendatangkan modal asing­, maupun perbaikan iklim investasi,” jelas Perry.

 Di tempat yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menilai pencapaian ini merupakan sinyalemen positif bagi perekonomian Indonesia. Kondisi ini diharapkan mendorong investor gencar menanamkan modalnya di Indonesia.

“Dengan kepercayaan lebih bagus ini dan dengan competitiveness index kita lebih tinggi, risiko kita bisa dipersepsikan lebih rendah,” ungkap dia.

Dengan demikian, pada akhirnya  perekonomian Indonesia ke depan makin cerah. (Ata/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya