Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan menguat tipis di tengah tren pelemahan dalam sepekan ini.
Rupiah Jumat (17/5) sore menguat 2 poin atau 0,01% menjadi Rp14.450 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.452 per dolar AS.
Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat (17/5), mengatakan, ditahannya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia pada Kamis (16/5) lalu menjadi sentimen positif bagi rupiah.
BI mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 6% sekaligus merevisi proyeksinya atas defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) periode 2019. Kini, proyeksi CAD ditetapkan berada di rentang 2,5-3% dari PDB, dari yang sebelumnya 2,5% dari PDB.
"Perlambatan ekonomi global hingga perang dagang menjadi faktor yang memaksa BI merevisi proyeksi CAD untuk tahun 2019," ujar Ibrahim.
Baca juga: Rp11,3 Triliun Modal Asing Melayang Karena Perang Dagang
Dari eksternal, saat ketegangan perdagangan dengan AS meningkat, untuk menstabilkan ekonominya Tiongkok menggunakan strategi melepas kepemilikan obligasi negara AS atau US Treasury dengan laju tercepat dalam dua tahun terakhir pada Maret lalu sebesar US$67,5 miliar, turun 6,5%.
Ini menjadi senjata pamungkas Tiongkok guna menghancurkan ekonomi AS dan memperburuk negosiasi perdagangan.
"Negara pemegang surat utang AS yang terbesar itu memang hanya melepas kepemilikannya senilai US$20,5 miliar sehingga kini Tiongkok memiliki obligasi pemerintah AS senilai US$1,12 triliun. Namun, langkah tersebut menunjukkan pola berlanjut berkurangnya kepemilikan Tiongkok yang terjadi ketika kedua belah pihak masih belum mampu menyepakati perjanjian dagang," kata Ibrahim.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.460 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.450 per dolar AS hingga Rp14.465 per dolar AS.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.469 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.458 per dolar AS. (A-4)
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti ketidaksinkronan pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di tengah pelemahan rupiah.
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Diskoneksi antara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut.
Rupiah hari ini 20 Januari 2026 tertekan ke level Rp16.978 per Dolar AS. Cek kurs JISDOR dan harga jual dollar di BCA, Mandiri, BRI di sini.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (AS)
Rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS lebih tepat dibaca sebagai refleksi tekanan sentimen pasar global ketimbang cerminan pelemahan fundamental ekonomi domestik.
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved