Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih terbilang normal.
Menurutnya, pelemahan tersebut hanya bersifat sementara.
"Kita melihatnya ini sesuatu yang wajar. Karena tekanan globalnya cukup tinggi. Tren ini memang sesuatu yang masih wajar," kata Haryadi kepada Media Indonesia, Jumat (14/6).
Baca juga: Kemendag Raih WTP Delapan Kali Berturut
Ia menilai faktor eksternal yang lebih mendominasi pergerakan pelemahan mata uang garuda dan terkoreksinya IHSG hari ini.
"Masih dominasi faktor eksternal. Seperti perang dagang AS-Tiongkok," katanya.
Adapun digelarnya sidang perdana sengketa Pilpres 2019, dikatakan Haryadi, tidak mempengaruhi pergerakan IHSG dan rupiah hari ini.
"Saya rasa ngga ada ya. Lebih karena faktor eksternal," pungkasnya. (OL-1)
IHSG turun 1,05% akibat kekhawatiran kebijakan tarif AS. Temukan saham-saham yang paling terpengaruh dalam penurunan ini.
IHSG hari ini ditutup melemah 1,05% ke level 8.235,26. Pelaku pasar khawatir atas tarif impor panel surya dan penyelidikan sektor perikanan oleh Amerika Serikat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan.
IHSG hari ini ditutup melemah ke level 8.280,83. Simak analisis pemicu koreksi indeks, dampak kebijakan tarif AS, serta daftar saham top gainers dan losers.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved