Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Juventus vs Sassuolo : Jay Idzes Solid meski Gagal Taklukkan Lawan di Liga Champions

Khoerun Nadif Rahmat
22/3/2026 13:36
Juventus vs Sassuolo : Jay Idzes Solid meski Gagal Taklukkan Lawan di Liga Champions
Juventus(instagram/@juventus)

JUVENTUS harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1 saat laga Juventus vs Sassuolo yang sedang pincang akibat badai cedera dan wabah batuk rejan. Meski mendominasi laga di Stadion Allianz, kandang Juventus, skuat asuhan Luciano Spalletti gagal memanfaatkan momentum untuk mengamankan zona Liga Champions.

"Si Nyonya Tua" sejatinya unggul lebih dulu lewat aksi Kenan Yildiz. Namun, keunggulan itu sirna saat Andrea Pinamonti menyamakan kedudukan.

Upaya Juventus untuk mengunci kemenangan di menit-menit akhir kandas setelah eksekusi penalti Manuel Locatelli dimentahkan kiper Arijanet Muric.

Hasil itu menjadi kegagalan penalti ketiga berturut-turut bagi Juventus di Serie A, menyusul catatan buruk serupa dari Yildiz dan Jonathan David.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, melontarkan kritik sekaligus pujian atas performa anak asuhnya. Ia menilai timnya menciptakan banyak peluang, namun kerap mengambil keputusan yang keliru di lapangan.

“Kami menciptakan begitu banyak peluang, tetapi sering kali membuat keputusan yang salah,” ujar Spalletti dikutip dari AFP.

Spalletti menekankan pentingnya bermain melebar saat menghadapi lawan yang menumpuk pemain di area penalti. Ia menyayangkan ketidaksabaran pemainnya yang sering memaksakan bola melalui jalur tengah.

“Jika Anda bermain melalui tengah dan kehilangan bola, Anda akan kesulitan mendapatkannya kembali. Sebaliknya, kami membuat keputusan yang dalam jangka panjang harus kami bayar harganya, karena terlalu sering kami tidak membuat pilihan yang tepat, tidak ada cukup kedewasaan,” tambahnya.

Meski demikian, gol pembuka Juventus menunjukkan skema yang diinginkan Spalletti. Berawal dari umpan cepat Mattia Perin kepada Francisco Conceicao di sisi kanan, bola kemudian dikirimkan kepada Yildiz untuk dikonversi menjadi gol.

“Perin dan Conceicao membuat keputusan yang tepat di sana, tetapi Conceicao memiliki enam situasi lain di babak pertama saja di mana ia memilih opsi yang salah. Ketika Anda tidak mengeksekusi peluang yang Anda buat, Anda akan membayarnya pada akhirnya,” kata Spalletti.

Hasil imbang ini membuat posisi Juventus tertahan di peringkat kelima dan terancam disalip oleh Como maupun Roma. Terlepas dari hasil mengecewakan, Spalletti mencoba melihat sisi positif, termasuk kembalinya Dusan Vlahovic yang absen sejak November 2025 dan Arek Milik yang menepi sejak Mei 2024.

“Kami sangat terpukul dengan kekecewaan atas hasil ini, tetapi tetaplah tersenyum, karena kami menciptakan begitu banyak situasi di mana kami bisa saja memenangkannya, tetapi kami harus menerima hasilnya,” kata Spalletti.

Di sisi lain, lini pertahanan Sassuolo tampil disiplin meredam agresivitas tuan rumah. Penggawa timnas Indonesia, Jay Idzes, yang tampil mengawal lini belakang Sassuolo, mendapat rating 6.1 menurut data Flashscore.

Ketangguhan barisan pertahanan lawan inilah yang membuat Juventus frustrasi hingga peluit panjang dibunyikan. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik