Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Bodo Glimt Jadi Salah Satu Kisah Underdog Terbaik Liga Champions

Dhika Kusuma Winata
18/3/2026 19:09
Bodo Glimt Jadi Salah Satu Kisah Underdog Terbaik Liga Champions
Bodo Glimt vs Sporting(instagram/@bodoglimt)

PERJALANAN sensasional Bodo Glimt di Liga Champions musim ini berakhir setelah disingkirkan pada laga Bodo Glimt vs Sporting CP pada babak 16 besar yang berlangsung Rabu (18/3) dini hari. Namun, klub Norwegia itu dianggap tetap meninggalkan jejak bersejarah yang sulit dilupakan.

Dalam debut mereka di kompetisi elite Eropa, tim asal kawasan Lingkar Arktik itu mampu melangkah hingga fase gugur dan menjadi salah satu kisah kejutan terbesar musim ini.

Bodo Glimt tampil melampaui ekspektasi sejak fase grup. Sempat terseok di awal tanpa kemenangan dalam enam laga, mereka kemudian bangkit secara dramatis dengan menaklukkan Manchester City dan Atletico Madrid untuk mengamankan tiket ke babak playoff.

Performa impresif itu berlanjut saat mereka menyingkirkan Inter Milan selaku finalis musim lalu dengan kemenangan dua leg di fase playoff.

Namun, langkah mereka terhenti di babak 16 besar. Setelah menang 3-0 pada leg pertama di Norwegia, Bodo Glimt justru takluk 0-5 dari Sporting CP di Lisbon dan tersingkir dengan agregat 3-5.

Sang pelatih Kjetil Knutsen mengakui timnya gagal mengatasi tekanan di laga penentuan. Dia mengakui Liga Champions memang terlalu besar untuk timnya.

“Kami tidak benar-benar memainkan pertandingan, melainkan larut dalam situasi. Itu menjadi terlalu besar bagi kami. Sporting bermain tanpa beban, sementara kami justru memikirkan konsekuensi sejak sentuhan pertama," tutur Knutsen dikutip BBC.

“Saya tidak benar-benar bisa menjelaskan mengapa kami berakhir seperti itu, tetapi hanya ada beberapa momen singkat ketika kami mampu membangun permainan. Kami sangat jauh dari identitas kami dan dari apa yang seharusnya kami tampilkan," imbuhnya.

Meski tersingkir, kiprah Bodo Glimt tetap layak diapresiasi. Bermarkas di kota kecil di utara Norwegia dengan kondisi cuaca ekstrem, mereka mampu menjadikan kandang sebagai benteng tangguh. 

Lapangan sintetis dan suhu dingin menjadi keuntungan tersendiri yang kerap menyulitkan lawan. Sejumlah tim besar pernah menjadi korban di kandang mereka dalam beberapa tahun terakhir, termasuk ketika mereka tampil di Liga Konferensi dan Liga Europa.

Di Liga Champions musim ini, mereka juga mencatat kemenangan kandang atas Manchester City, Inter Milan, dan Sporting.

Keberhasilan Bodo/Glimt semakin terasa istimewa jika melihat ukuran klub. Kandang mereka Stadion Aspmyra hanya berkapasitas sekitar 8.500 penonton, jauh lebih kecil dibanding klub-klub elite Eropa. 

Nilai skuad mereka pun tergolong rendah, hanya sekitar 57 juta euro. Itu nilai paling kecil di antara tim-tim babak 16 besar Liga Champions.

Namun, keterbatasan itu justru menjadi kekuatan. Determinasi dan kepercayaan diri tinggi membuat mereka mampu bersaing dengan tim-tim bertabur bintang. Semangat juang itu terlihat jelas saat mereka bangkit dari ketertinggalan dalam beberapa laga penting sepanjang turnamen.

Kisah Bodo Glimt kini sejajar dengan sejumlah perjalanan mengejutkan klub kecil di Liga Champions seperti APOEL Nicosia, Malaga, hingga Club Brugge. Meski tak bisa melaju jauh, perjalanan mereka membuktikan kejutan selalu punya tempat di sepak bola Eropa.

Selain prestasi, kiprah mereka juga membawa keuntungan finansial signifikan. Bodo Glimt diperkirakan meraup pendapatan sekitar 40 juta poundsterling dari partisipasi mereka di Liga Champions musim ini. Jumlah itu mendekati total nilai skuad yang dimiliki. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik