Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Remontada Sporting CP dan Deretan Comeback Terhebat Liga Champions

Dhika Kusuma Winata
18/3/2026 19:50
Remontada Sporting CP dan Deretan Comeback Terhebat Liga Champions
Sporting CP(PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)

SEJARAH Liga Champions mencatat hanya segelintir tim yang mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal di leg pertama di fase gugur untuk bangkit menang. Itu terutama bagi tim yang harus memainkan leg kedua di kandang lawan.

Secara statistik, tidak banyak tim yang mampu melakukan kebangkitan dari defisit besar, terutama di fase gugur.

Namun, di antara berbagai kisah dramatis itu, istilah La Remontada alias kebangkitan menjadi simbol paling ikonis dalam kompetisi elite Eropa tersebut. 

Terbaru, Sporting CP melakukannya saat menyingkirkan Bodo/Glimt di babak 16 besar, Rabu (18/3) dini hari. Tertinggal defisit tiga gol dari leg pertama, Sporting menciptakan Remontada dengan kemenangan lima gol di kandang.

Pelatih Sporting, Rui Borges, menilai dukungan suporter menjadi faktor penting di balik kebangkitan timnya. Dia merasa sudah merasakan sejak awal laga akan berjalan berbeda dan penuh energi. Menurut Borges, keberhasilan timnya tidak semata ditentukan oleh taktik melainkan mentalitas para pemain.

“Juara sejati bangkit pada momen penting. Ketangguhan tim ini tak tergoyahkan dan tanpa batas. Daya juang serta ambisi mereka tidak mengenal batas, dan mereka membuktikannya hari ini," kata Borges dikutip laman UEFA.

Salah satu comeback paling legendaris pernah terjadi pada musim 2016/2017 ketika FC Barcelona membalikkan kekalahan telak 0-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) di leg pertama.

Bermain di Camp Nou, Barcelona menang 6-1 dan melaju dengan agregat 6-5. Momen itu menjadi pertama kalinya dalam sejarah Liga Champions sebuah tim mampu bangkit dari defisit empat gol.

Kebangkitan dramatis juga terjadi pada semifinal 2018/2019 saat Liverpool FC menyingkirkan Barcelona. The Reds semoat kalah 0-3 di leg pertama.

Sepekan kemudian, Liverpool tampil luar biasa di Anfield dengan kemenangan 4-0. Meski tanpa sejumlah pemain kunci, mereka tetap mampu menciptakan salah satu laga paling bersejarah di kompetisi itu.

Pada musim yang sama, kejutan lain datang dari Manchester United. Sempat kalah 0-2 di kandang dari PSG, mereka membalikkan keadaan dengan kemenangan 3-1 di Paris. Gol penentu lahir di masa tambahan waktu melalui penalti yang memastikan kelolosan.

Comeback besar juga pernah ditorehkan AS Roma pada musim 2017/2018. Roma sempat kalah 1-4 dari Barcelona di leg pertama.

Pada leg kedua, Roma lalu menang 3-0 di Olimpico dan lolos berkat keunggulan agregat. Kebangkitan itu juga menjadi salah satu yang paling mengejutkan karena terjadi saat mereka tidak diunggulkan.

Lebih jauh ke belakang, Deportivo La Coruna mencatat sejarah pada musim 2003/2004. Tertinggal 1-4 dari AC Milan, mereka membalikkan keadaan dengan kemenangan 4-0 di leg kedua.

Kisah terbaru datang dari Sporting CP yang membalikkan ketertinggalan tiga gol dari Bodo/Glimt pada musim 2025/2026. Setelah kalah 0-3 di leg pertama, Sporting menang 5-0 lewat perpanjangan waktu untuk lolos dengan agregat 5-3. (Dhk)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik