Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Juventus vs Como: Juventus Takluk 0-2 dari Como Akibat Rentetan Blunder Fatal

Thalatie K Yani
22/2/2026 02:51
Juventus vs Como: Juventus Takluk 0-2 dari Como Akibat Rentetan Blunder Fatal
Como berhasil mengalahkan Juventus 2-0 di Turin.(Como)

JUVENTUS secara mengejutkan dipaksa bertekuk lutut di hadapan pendukungnya sendiri. Memanfaatkan rentetan kesalahan memalukan dari lini pertahanan Bianconeri, Como berhasil mencuri kemenangan meyakinkan 2-0 dalam lanjutan Serie A di Turin. Hasil ini tidak hanya menjerumuskan Si Nyonya Tua ke dalam "mode krisis", tetapi juga membawa Como kini hanya berjarak satu poin dari peringkat kelima.

Memasuki laga ini, Juventus sebenarnya mengusung misi bangkit setelah menelan kekalahan beruntun dari Inter Milan dan Galatasaray. Namun, badai cedera menjadi kendala besar. Pelatih harus memutar otak tanpa pilar seperti Gleison Bremer, Dusan Vlahovic, hingga Pierre Kalulu yang absen karena sanksi. Sebaliknya, Como tampil percaya diri meski tanpa Nico Paz, menyusul kembalinya Alvaro Morata ke lini depan.

Petaka di Tiang Dekat

Juventus sebenarnya memulai laga dengan agresif. Mengenakan jersi edisi retro spesial dengan garis hitam-putih horizontal, Kenan Yildiz langsung menguji kiper Como, Jean Butez, lewat sepakan keras di menit-menit awal. Namun, dominasi itu runtuh seketika akibat kesalahan elementer.

Berawal dari salah umpan Weston McKennie di lini tengah, Mergim Vojvoda berhasil merangsek masuk dan melepaskan tembakan. Michele Di Gregorio yang berada di posisi tiang dekat gagal mengantisipasi bola dengan sempurna. Meski sempat mengenai Fabio Miretti, bola tetap bersarang ke gawang Juve. Catatan statistik menunjukkan fakta pahit: ini adalah ke-13 kalinya musim ini Juventus kebobolan dari tembakan tepat sasaran pertama lawan.

Dominasi Como dan Kelengahan Juve

Kepercayaan diri Juventus tampak goyah. Di Gregorio nyaris membuat kesalahan kedua saat gagal menyapu back-pass buruk dari Teun Koopmeiners. Beruntung bagi Juve, tendangan cungkil Lucas Da Cunha hanya membentur mistar gawang yang sudah kosong.

Petaka sesungguhnya datang melalui skema serangan balik cepat. Berawal dari sepak pojok Juventus yang gagal, Sergi Roberto menginisiasi transisi kilat. Da Cunha mengirim umpan tarik manis dari sisi kanan yang diselesaikan dengan tenang oleh Maxence Caqueret dari jarak dekat. Skor 2-0 untuk tim tamu.

Upaya Terakhir yang Sia-sia

Juventus mencoba membalas di babak kedua. Peluang terbaik datang dari tandukan Koopmeiners yang menyisir tipis tiang gawang, serta eksekusi tendangan bebasnya di menit ke-84 yang hanya membentur tiang. Jonathan David, yang masuk sebagai pengganti meski belum fit 100 persen, juga gagal mengonversi umpan silang Francisco Conceicao menjadi gol.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan. Kekalahan ini menjadi kekalahan kandang pertama Juventus di Serie A sejak Maret 2025. Lebih buruk lagi, mereka hanya mampu meraih satu poin dari lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Krisis kian nyata setelah Manuel Locatelli menerima kartu kuning yang membuatnya harus absen dalam laga krusial melawan Roma pekan depan. (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya