Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BARCELONA sedang berada dalam titik nadir pertama mereka di musim 2025/2026. Setelah tampil dominan di awal musim, tim asuhan Hansi Flick justru menelan dua kekalahan menyakitkan secara beruntun dalam kurun waktu satu pekan.
Kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid di leg pertama semifinal Copa del Rey yang disusul hasil minor 1-2 kontra Girona di La Liga memicu perdebatan panas: apakah Flick terlalu memaksakan taktik garis pertahanan tinggi (high line defense) miliknya?
Filosofi Flick yang mengandalkan pressing intens dan garis pertahanan yang sangat maju memang memberikan hasil instan di awal kepemimpinannya. Namun, dalam dua laga terakhir, strategi ini justru menjadi lubang menganga yang dieksploitasi habis-habisan oleh lawan yang memiliki transisi cepat.
Kekalahan pertama di Madrid menjadi alarm keras. Diego Simeone menunjukkan kepada dunia cara menghancurkan sistem Flick.
Dengan membiarkan Barcelona menguasai bola, Atletico menunggu momen transisi untuk melepaskan umpan panjang ke belakang bek sayap Barca yang sering terlambat turun. Hasilnya, empat gol bersarang di gawang Joan Garcia tanpa balas.
Empat hari berselang di Estadi Montilivi, Girona menduplikasi blueprint tersebut. Kecepatan Bryan Gil di sisi sayap berulang kali membuat Jules Kounde dan Pau Cubarsi kewalahan.
Meski Barcelona melepaskan 27 tembakan ke arah gawang, kegagalan mereka menutup ruang saat kehilangan bola menjadi penyebab utama Girona mampu mencuri kemenangan 2-1 di menit-menit akhir lewat Fran Beltran.
Analisis teknis menunjukkan bahwa high line defense Flick membutuhkan dua elemen kunci: tekanan konstan pada pemberi umpan (ball carrier) lawan dan kecepatan pemulihan (recovery pace) dari bek tengah.
Sayangnya, absennya Pedri di lini tengah membuat intensitas pressing Barca menurun drastis, memberikan waktu bagi pemain lawan untuk melihat ruang kosong di belakang pertahanan.
Kembalinya Raphinha yang belum fit 100% juga mempengaruhi sinkronisasi lini depan dalam melakukan jebakan offside. Tanpa koordinasi yang sempurna, garis pertahanan tinggi ini bukan lagi jebakan bagi lawan, melainkan undangan terbuka untuk mencetak gol.
Laporan internal pascakekalahan dari Atletico menyebutkan adanya pertemuan tegang antara pemain senior dan staf pelatih. Para pemain dikabarkan mulai mempertanyakan kelayakan taktik ini saat menghadapi tim dengan serangan balik kilat, terutama ketika skuad sedang dilanda badai cedera.
| Aspek Statistik | vs Atletico Madrid (Copa) | vs Girona (La Liga) |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 0 - 4 | 1 - 2 |
| Penguasaan Bola | 62% | 68% |
| Total Tembakan | 11 | 27 |
| Gol Kemasukan via Transisi | 3 | 2 |
| Lokasi Pertandingan | Riyadh Air Metropolitano, Madrid | Estadi Montilivi, Girona |
Apakah Hansi Flick harus menurunkan garis pertahanannya demi stabilitas, atau tetap setia pada filosofi menyerangnya yang berisiko tinggi? Perjalanan musim masih panjang, namun adaptasi taktis menjadi harga mati jika Barcelona tidak ingin tertinggal lebih jauh dari Real Madrid.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Barcelona gagal kembali ke puncak klasemen La Liga usai kalah dari Girona. Hansi Flick hadapi tekanan berat setelah dua kekalahan beruntun yang memicu sinyal krisis.
Akibat kekalahan dari Girona, Barcelona tertahan di peringkat kedua klasemen La Liga dengan raihan 58 poin, terpaut dua poin dari Real Madrid.
Pertandingan ini menjadi momentum bagi Barcelona untuk bangkit setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Atlético Madrid di ajang Copa del Rey.
Pertandingan ini bukan hanya kesempatan untuk kembali ke puncak klasemen, tetapi juga momen penting untuk melupakan kekalahan menyakitkan dari Atlético Madrid di ajang Copa del Rey.
Raphinha absen dalam beberapa laga terakhir, dan kehadirannya diharapkan mampu mengembalikan ketajaman lini depan Barcelona,
Barcelona gagal kembali ke puncak klasemen La Liga usai kalah dari Girona. Hansi Flick hadapi tekanan berat setelah dua kekalahan beruntun yang memicu sinyal krisis.
Akibat kekalahan dari Girona, Barcelona tertahan di peringkat kedua klasemen La Liga dengan raihan 58 poin, terpaut dua poin dari Real Madrid.
Pertandingan ini menjadi momentum bagi Barcelona untuk bangkit setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Atlético Madrid di ajang Copa del Rey.
Pertandingan ini bukan hanya kesempatan untuk kembali ke puncak klasemen, tetapi juga momen penting untuk melupakan kekalahan menyakitkan dari Atlético Madrid di ajang Copa del Rey.
Raphinha absen dalam beberapa laga terakhir, dan kehadirannya diharapkan mampu mengembalikan ketajaman lini depan Barcelona,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved